Minggu, 16 Desember 2018 | 04:58 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Diaspora

Livi Zheng jadi kepala juri kompetisi Southeast Asia Prix Jeunesse

Senin, 27 November 2017 - 16:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Elshinta.com - Diaspora dari Indonesia yang menjadi sutradara di Hollywood, Amerika Serikat, Livi Zheng ditunjuk sebagai juri di ajang kompetisi dan penghargaan Southeast Asia Prix Jeunesse untuk mewakili Indonesia. Livi pun ditunjuk menjadi kepala juri untuk divisi Professional Fiction Category.

The Prix Jeunesse Foundation didirikan di Munich, Jerman, pada tahun 1964 dengan tujuan untuk mempromosikan kualitas pertelevisian bagi anak dan remaja di seluruh belahan dunia.

“The Prix Jeunesse Foundation ingin mengutamakan program televisi yang memberikan kesempatan kepada anak dan remaja untuk melihat, mendengar, serta mengekspresikan diri maupun budaya mereka, serta meningkatkan kesadaran dan penghargaan mereka kepada kebudayaan lainnya.” kata Livi dalam rilis terulis di Amerika Serikat, yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (27/11).

Menurut Jonathan S. Tlau, Chairman of Southeast Asia Prix Jeunesse National Committee dan Coordinating member of SEA Prix Jeunesse 2017, “Livi adalah sosok inspiratif yang perlu diteladani anak-anak muda jaman sekarang. Livi adalah seorang filmmaker dan pembicara yang sukses secara internasional dan sudah merantau sejak umur 15 tahun.,”ujarnya.

Ditambahkannya, “Yang saya kagumi Livi adalah ia tidak pernah lupa akan tanah airnya. Hal ini saya lihat dari karya-karyanya. Di samping itu, Livi juga sering sekali memakai pakaian dengan design dari Indonesia di dunia internasional. Livi juga senang berbagi ilmu, ia telah mengajar banyak sekolah SD, SMP, SMA dan beberapa puluh universitas.”

Dijelaskannya,  bahwa B. Guntarto dari Yayasan Pengembangan Media Anak juga akan menjadi juri dari Indonesia.

Baru-baru ini Livi memberikan workshop pembuatan film kepada wartawan-wartawan Tempo. Livi juga menjadi pembicara untuk Persatuan Wartawan Indonesia dalam rangka merayakan Hari Pahlawan.

Dalam acara Southeast Asia Prix Jeunesse ini Livi akan memberikan workshop kepada anak-anak di Manila, Filipina dan juga menayangkan karyanya untuk mewakili delegasi Indonesia di Cultural Night.

Livi Zheng sangat aktif membuat film, ia juga aktif dalam industri film. Bulan lalu Livi diundang untuk menjadi moderator Asian World Film Festival untuk kedua kalinya di Amerika Serikat. 

Asian World Film Festival adalah sebuah festival film yang sangat bergengsi karena festival  ini hanya menayangkan film-film yang sudah terpilih untuk mewakili negara masing-masing di ajang Oscar kategori Foreign Language Film atau film-film yang sudah secara official bersaing di Golden Globes. 

Oktober kemarin salah satu film besutan Angelina Jolie ditayangkan di festival film ini. Angelina Jolie pun menghadiri sesi tanya jawab dengan penonton.(Dody/SiK). 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Diaspora dari Indonesia yang menjadi sutradara di Hollywood, Amerika Serikat, Livi Zheng ditunjuk sebagai juri di ajang kompetisi dan penghargaan Southeast Asia Prix Jeunesse untuk mewakili Indonesia. Livi pun ditunjuk menjadi kepala juri untuk divisi Professional Fiction Category.

The Prix Jeunesse Foundation didirikan di Munich, Jerman, pada tahun 1964 dengan tujuan untuk mempromosikan kualitas pertelevisian bagi anak dan remaja di seluruh belahan dunia.

“The Prix Jeunesse Foundation ingin mengutamakan program televisi yang memberikan kesempatan kepada anak dan remaja untuk melihat, mendengar, serta mengekspresikan diri maupun budaya mereka, serta meningkatkan kesadaran dan penghargaan mereka kepada kebudayaan lainnya.” kata Livi dalam rilis terulis di Amerika Serikat, yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (27/11).

Menurut Jonathan S. Tlau, Chairman of Southeast Asia Prix Jeunesse National Committee dan Coordinating member of SEA Prix Jeunesse 2017, “Livi adalah sosok inspiratif yang perlu diteladani anak-anak muda jaman sekarang. Livi adalah seorang filmmaker dan pembicara yang sukses secara internasional dan sudah merantau sejak umur 15 tahun.,”ujarnya.

Ditambahkannya, “Yang saya kagumi Livi adalah ia tidak pernah lupa akan tanah airnya. Hal ini saya lihat dari karya-karyanya. Di samping itu, Livi juga sering sekali memakai pakaian dengan design dari Indonesia di dunia internasional. Livi juga senang berbagi ilmu, ia telah mengajar banyak sekolah SD, SMP, SMA dan beberapa puluh universitas.”

Dijelaskannya,  bahwa B. Guntarto dari Yayasan Pengembangan Media Anak juga akan menjadi juri dari Indonesia.

Baru-baru ini Livi memberikan workshop pembuatan film kepada wartawan-wartawan Tempo. Livi juga menjadi pembicara untuk Persatuan Wartawan Indonesia dalam rangka merayakan Hari Pahlawan.

Dalam acara Southeast Asia Prix Jeunesse ini Livi akan memberikan workshop kepada anak-anak di Manila, Filipina dan juga menayangkan karyanya untuk mewakili delegasi Indonesia di Cultural Night.

Livi Zheng sangat aktif membuat film, ia juga aktif dalam industri film. Bulan lalu Livi diundang untuk menjadi moderator Asian World Film Festival untuk kedua kalinya di Amerika Serikat. 

Asian World Film Festival adalah sebuah festival film yang sangat bergengsi karena festival  ini hanya menayangkan film-film yang sudah terpilih untuk mewakili negara masing-masing di ajang Oscar kategori Foreign Language Film atau film-film yang sudah secara official bersaing di Golden Globes. 

Oktober kemarin salah satu film besutan Angelina Jolie ditayangkan di festival film ini. Angelina Jolie pun menghadiri sesi tanya jawab dengan penonton.(Dody/SiK). 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com