Minggu, 16 Desember 2018 | 04:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Diaspora

Mendikbud appreasi kiprah Diaspora Indonesia

Sabtu, 04 November 2017 - 15:27 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy. Sumber foto: http://bit.ly/2h3hhY9
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy. Sumber foto: http://bit.ly/2h3hhY9

Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy, menyampaikan appresiasinya dengan kiprah diaspora Indonesia dan pelajar yang tergabung dalam PPI Prancis serta warga Prancis dalam mempromosikan Indonesia.

Di sela menghadiri sidang umum UNESCO ke-39, Mendikbud Muhadjir Effendy bertemu dengan warga Prancis dan juga menghadiri acara ramah tamah dengan masyarakat Indonesia di Paris, demikian Atase Pendidikan KBRI Paris Surya Rosa Putra kepada Antara London, Sabtu (4/11).

Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan warga Prancis di sekretariat KWRI UNESCO terdiri atas Benoit Rigouin dan Sylvain Scholastique, Kepala Sekolah dan guru musik College Chateauneuf-Sur-Sarthe penerima sumbangan gamelan dari Kemendikbud tahun 2016 lalu, dan penggiat gamelan Prancis, Christophe Moure (gamelan Jawa) dan Theo Merigeau (gamelan Bali).

Dalam kesempatan tersebut, Rigouin kembali menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas gamelan yang mereka terima. Menurut Rigouin, pengajaran gamelan dan budaya Indonesia menjadi motor utama kegiatan di sekolah. 

Menurut Rigouin, ia pun menyebarkan pengajaran gamelan ke berbagai sekolah bekerjasama dengan sekolah musik. Selain itu, grup gamelan juga mengisi acara budaya. 

Dia juga menyatakan siap mengajarkan Bahasa Indonesia untuk mendukung pengajaran budaya Indonesia bila ada bantuan guru dari Indonesia. 

Rigouin berencana akan ke Indonesia untuk melihat kemungkinan pembentukan sister - school dengan sekolah Indonesia yang setara.

Mendikbud terkesan dengan inisiatif dan kegiatan pengajaran gamelan dan budaya Indonesia di SMP tersebut dan berjanji akan membantu mendatangkan pelatih gamelan dan kesempatan kepada Scholastique untuk berlatih di Indonesia dan kemungkinan mendatangkan guru Bahasa Indonesia. 

Dua penggiat gamelan Christophe Moure dan Theo Merigeau juga menceritakan aktivitasnya dalam menyebarluaskan pengajaran gamelan di sekolah musik Prancis bekerjasama dengan KBRI. Moure, yang juga alumnus Darmasiswa Kemdikbud, berharap ada bantuan pemerintah, melengkapi gamelan yang ada. 

Sementara dalam pertemuan dengan pelajar dan diaspora serta masyarakat Indonesia di KBRI Paris Mendikbud menyampaikan kebijakan dan program pemerintah dan dalam kesempatan itu Perwakilan Diaspora menyampaikan rencananya membuat Festival Film Indonesia di Paris. Acara diakhiri dengan santap malam bersama.(Ant)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy, menyampaikan appresiasinya dengan kiprah diaspora Indonesia dan pelajar yang tergabung dalam PPI Prancis serta warga Prancis dalam mempromosikan Indonesia.

Di sela menghadiri sidang umum UNESCO ke-39, Mendikbud Muhadjir Effendy bertemu dengan warga Prancis dan juga menghadiri acara ramah tamah dengan masyarakat Indonesia di Paris, demikian Atase Pendidikan KBRI Paris Surya Rosa Putra kepada Antara London, Sabtu (4/11).

Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan warga Prancis di sekretariat KWRI UNESCO terdiri atas Benoit Rigouin dan Sylvain Scholastique, Kepala Sekolah dan guru musik College Chateauneuf-Sur-Sarthe penerima sumbangan gamelan dari Kemendikbud tahun 2016 lalu, dan penggiat gamelan Prancis, Christophe Moure (gamelan Jawa) dan Theo Merigeau (gamelan Bali).

Dalam kesempatan tersebut, Rigouin kembali menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas gamelan yang mereka terima. Menurut Rigouin, pengajaran gamelan dan budaya Indonesia menjadi motor utama kegiatan di sekolah. 

Menurut Rigouin, ia pun menyebarkan pengajaran gamelan ke berbagai sekolah bekerjasama dengan sekolah musik. Selain itu, grup gamelan juga mengisi acara budaya. 

Dia juga menyatakan siap mengajarkan Bahasa Indonesia untuk mendukung pengajaran budaya Indonesia bila ada bantuan guru dari Indonesia. 

Rigouin berencana akan ke Indonesia untuk melihat kemungkinan pembentukan sister - school dengan sekolah Indonesia yang setara.

Mendikbud terkesan dengan inisiatif dan kegiatan pengajaran gamelan dan budaya Indonesia di SMP tersebut dan berjanji akan membantu mendatangkan pelatih gamelan dan kesempatan kepada Scholastique untuk berlatih di Indonesia dan kemungkinan mendatangkan guru Bahasa Indonesia. 

Dua penggiat gamelan Christophe Moure dan Theo Merigeau juga menceritakan aktivitasnya dalam menyebarluaskan pengajaran gamelan di sekolah musik Prancis bekerjasama dengan KBRI. Moure, yang juga alumnus Darmasiswa Kemdikbud, berharap ada bantuan pemerintah, melengkapi gamelan yang ada. 

Sementara dalam pertemuan dengan pelajar dan diaspora serta masyarakat Indonesia di KBRI Paris Mendikbud menyampaikan kebijakan dan program pemerintah dan dalam kesempatan itu Perwakilan Diaspora menyampaikan rencananya membuat Festival Film Indonesia di Paris. Acara diakhiri dengan santap malam bersama.(Ant)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com