Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / ASEAN

Indonesia usung pajak e-commerce di ASEAN

Minggu, 29 April 2018 - 08:31 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela KTT ke-32 ASEAN di Singapura. Sumber Foto: https://bit.ly/2KlePtz
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela KTT ke-32 ASEAN di Singapura. Sumber Foto: https://bit.ly/2KlePtz

Elshinta.com - Indonesia mengusung dua isu digital ekonomi pada KTT ke-32 ASEAN di Singapura, yakni soal pemberian "level of playing field" yang setara dan bea masuk serta pajak yang ditransaksikan melalui e-commerce.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela KTT ke-32 ASEAN di Singapura, Sabtu (28/4), mengatakan di tengah situasi yang terus berkembang negara-negara anggota ASEAN telah sepakat meningkatkan soliditas dari sisi ekonomi dan perdagangan. "Kita sama-sama mempersiapkan diri untuk masuk ke digital ekonomi," katanya.

Enggartiasto mengatakan Indonesia mengusung dua isu yaitu bahwa semua pihak di ASEAN harus mau memberikan  "level of playing field" yang sama antara bisnis konvensional dengan bisnis digital. "Sebagai ilustrasi dari sisi perpajakan mereka juga harus diperlakukan sama," katanya.

Hal kedua adalah penetapan bea masuk dan pajak atas barang dan jasa yang ditransaksikan secara elektronik atau e-commerce. "Buat Indonesia tidak terkena moratorium, kami tidak mau moratorium tetapi biaya transmisi itu ok kita setuju," katanya.

Dalam pertemuan Enggar dengan Dirjen WTO akhir tahun lalu di Argentina, dibahas bahwa barang dan jasa yang ditransaksikan dan ditransmisikan secara elektronik akan dipertimbangkan untuk dikenakan bea masuk secara sukarela yang pengelolaannya dikembalikan ke masing-masing negara. Di antara barang dan jasa yang dapat dikenakan bea masuk dan pajak adalah buku digital (e-book), musik digital, jasa akuntansi, serta jasa arsitektur.

Enggartiasto juga menyampaikan komitmen Indonesia sebagai negara koordinator untuk penyelesaian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) di bawah kepemimpinan Singapura. "Semua meminta untuk kita bisa menyelesaikan di bawah kepemimpinan dari Singapura jadi kita mau mengupayakan semaksimal mungkin kita bisa finalisasi RCEP itu," katanya.

Sementara soal Comprehensive and Progressive Agreement for Trans -Pacific Partnership/CPTPP Enggartiasto mengatakan negara-negara ASEAN sejatinya ragu tanpa ada keterlibatan Amerika Serikat di dalamnya. "Mereka semua ragu tanpa Amerika, mereka ragu karena kita bandingkan baik dari sisi GDP maupun jumlah penduduk tanpa Amerika sudah tidak ada artinya," katanya. (Ant)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:31 WIB

Presiden tegur manajemen sistem BPJS Kesehatan

Elshinta.com - Indonesia mengusung dua isu digital ekonomi pada KTT ke-32 ASEAN di Singapura, yakni soal pemberian "level of playing field" yang setara dan bea masuk serta pajak yang ditransaksikan melalui e-commerce.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela KTT ke-32 ASEAN di Singapura, Sabtu (28/4), mengatakan di tengah situasi yang terus berkembang negara-negara anggota ASEAN telah sepakat meningkatkan soliditas dari sisi ekonomi dan perdagangan. "Kita sama-sama mempersiapkan diri untuk masuk ke digital ekonomi," katanya.

Enggartiasto mengatakan Indonesia mengusung dua isu yaitu bahwa semua pihak di ASEAN harus mau memberikan  "level of playing field" yang sama antara bisnis konvensional dengan bisnis digital. "Sebagai ilustrasi dari sisi perpajakan mereka juga harus diperlakukan sama," katanya.

Hal kedua adalah penetapan bea masuk dan pajak atas barang dan jasa yang ditransaksikan secara elektronik atau e-commerce. "Buat Indonesia tidak terkena moratorium, kami tidak mau moratorium tetapi biaya transmisi itu ok kita setuju," katanya.

Dalam pertemuan Enggar dengan Dirjen WTO akhir tahun lalu di Argentina, dibahas bahwa barang dan jasa yang ditransaksikan dan ditransmisikan secara elektronik akan dipertimbangkan untuk dikenakan bea masuk secara sukarela yang pengelolaannya dikembalikan ke masing-masing negara. Di antara barang dan jasa yang dapat dikenakan bea masuk dan pajak adalah buku digital (e-book), musik digital, jasa akuntansi, serta jasa arsitektur.

Enggartiasto juga menyampaikan komitmen Indonesia sebagai negara koordinator untuk penyelesaian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) di bawah kepemimpinan Singapura. "Semua meminta untuk kita bisa menyelesaikan di bawah kepemimpinan dari Singapura jadi kita mau mengupayakan semaksimal mungkin kita bisa finalisasi RCEP itu," katanya.

Sementara soal Comprehensive and Progressive Agreement for Trans -Pacific Partnership/CPTPP Enggartiasto mengatakan negara-negara ASEAN sejatinya ragu tanpa ada keterlibatan Amerika Serikat di dalamnya. "Mereka semua ragu tanpa Amerika, mereka ragu karena kita bandingkan baik dari sisi GDP maupun jumlah penduduk tanpa Amerika sudah tidak ada artinya," katanya. (Ant)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 16 Oktober 2018 - 06:10 WIB

Dolar AS melemah tertekan data ekonomi negatif

Senin, 15 Oktober 2018 - 12:02 WIB

ASEAN setujui proposal Indonesia labeling tuna

Senin, 15 Oktober 2018 - 11:01 WIB

Tertekan, pasar saham Asia melemah

Minggu, 14 Oktober 2018 - 18:16 WIB

Malaysia tenggelamkan enam perahu asing

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com