Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / ASEAN

Indonesia gantikan Thailand pimpin KTT Pertumbuhan IMT-GT

Sabtu, 28 April 2018 - 20:40 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Presiden Joko Widodo menginginkan ASEAN agar terus dapat memainkan perannya termasuk dalam pengembangan konsep kerja sama kawasan Indo-Pasifik. Sumber foto: https://bit.ly/2HRzAyD
Presiden Joko Widodo menginginkan ASEAN agar terus dapat memainkan perannya termasuk dalam pengembangan konsep kerja sama kawasan Indo-Pasifik. Sumber foto: https://bit.ly/2HRzAyD

Elshinta.com - Indonesia akan menggantikan Thailand sebagai ketua KTT Pertumbuhan Tiga Negara Indonesia-Malaysia-Thailand Segitiga Pertumbuhan (IMT-GT) ke-12 yang akan dilaksanakan secara paralel dalam KTT ASEAN di Thailand pada 2019.

Pergantian tersebut disampaikan secara resmi oleh Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, dalam KTT IMT-GT ke-11 yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Tun Musa Hitam, usai KTT ASEAN ke-32 di Singapura, Sabtu (28/4).

Di Singapura, para pemimpin IMT-GT membahas pembangunan kota ramah lingkungan dan pariwisata berkelanjutan, di samping prioritas utama tiga negara untuk meningkatkan konektivitas kawasan. Dalam pertemuan pemimpin tiga negara tersebut hadir pula Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi, dan Wakil Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB), Stephen P Groff.

Ditemui sebelum KTT, Groff mengemukakan, ADB telah menjadi mitra program IMT-GT sejak 2007 dengan nilai proyek sekitar 47 miliar dolar AS untuk mencapai visi tiga negara untuk pembangunan kawasan yang terintegrasi, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan pada 2036. "ADB berkomitmen untuk mendukung pembangunan kota pintar dan pariwisata berkelanjutan di kawasan ketiga negara, termasuk di dalamnya pengelolaan sampah plastik di kawasan pariwisata," kata dia.

Groff juga menyampaikan harapan untuk pemerintah Indonesia yang akan menjadi koordinator IMT-GT ke-12 di Thailand pada 2019 agar melanjutkan program-program pembangunan berkelanjutan yang telah berjalan baik melalui mekanisme pertumbuhan tiga negara. IMT-GT merupakan kelompok subregional ASEAN yang bertujuan meningkatkan perkembangan ekonomi di 32 wilayah di tiga negara, yakni 10 provinsi di Indonesia, delapan negara bagian di wilayah utara Malaysia, dan 14 provinsi di wilayah selatan Thailand.

Dalam KTT tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.(Ant)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:41 WIB

Ribuan petani unjuk rasa nilai SK Bupati penertiban KJA merugikan

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Elshinta.com - Indonesia akan menggantikan Thailand sebagai ketua KTT Pertumbuhan Tiga Negara Indonesia-Malaysia-Thailand Segitiga Pertumbuhan (IMT-GT) ke-12 yang akan dilaksanakan secara paralel dalam KTT ASEAN di Thailand pada 2019.

Pergantian tersebut disampaikan secara resmi oleh Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, dalam KTT IMT-GT ke-11 yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Tun Musa Hitam, usai KTT ASEAN ke-32 di Singapura, Sabtu (28/4).

Di Singapura, para pemimpin IMT-GT membahas pembangunan kota ramah lingkungan dan pariwisata berkelanjutan, di samping prioritas utama tiga negara untuk meningkatkan konektivitas kawasan. Dalam pertemuan pemimpin tiga negara tersebut hadir pula Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi, dan Wakil Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB), Stephen P Groff.

Ditemui sebelum KTT, Groff mengemukakan, ADB telah menjadi mitra program IMT-GT sejak 2007 dengan nilai proyek sekitar 47 miliar dolar AS untuk mencapai visi tiga negara untuk pembangunan kawasan yang terintegrasi, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan pada 2036. "ADB berkomitmen untuk mendukung pembangunan kota pintar dan pariwisata berkelanjutan di kawasan ketiga negara, termasuk di dalamnya pengelolaan sampah plastik di kawasan pariwisata," kata dia.

Groff juga menyampaikan harapan untuk pemerintah Indonesia yang akan menjadi koordinator IMT-GT ke-12 di Thailand pada 2019 agar melanjutkan program-program pembangunan berkelanjutan yang telah berjalan baik melalui mekanisme pertumbuhan tiga negara. IMT-GT merupakan kelompok subregional ASEAN yang bertujuan meningkatkan perkembangan ekonomi di 32 wilayah di tiga negara, yakni 10 provinsi di Indonesia, delapan negara bagian di wilayah utara Malaysia, dan 14 provinsi di wilayah selatan Thailand.

Dalam KTT tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.(Ant)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 16 Oktober 2018 - 06:10 WIB

Dolar AS melemah tertekan data ekonomi negatif

Senin, 15 Oktober 2018 - 12:02 WIB

ASEAN setujui proposal Indonesia labeling tuna

Senin, 15 Oktober 2018 - 11:01 WIB

Tertekan, pasar saham Asia melemah

Minggu, 14 Oktober 2018 - 18:16 WIB

Malaysia tenggelamkan enam perahu asing

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com