Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:53 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Luar Negeri / ASEAN

Menlu ajak ASEAN tanggulangi migrasi tidak teratur

Sabtu, 28 April 2018 - 18:11 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kerja sama keamanan siber akan dikembangkan di kawasan ASEAN khususnya dalam KTT ASEAN ke-32 di Singapura sebagai salah satu upaya bersama untuk mewaspadai serangan siber. Sumber foto: https://bit.ly/2r3zavq
Kerja sama keamanan siber akan dikembangkan di kawasan ASEAN khususnya dalam KTT ASEAN ke-32 di Singapura sebagai salah satu upaya bersama untuk mewaspadai serangan siber. Sumber foto: https://bit.ly/2r3zavq

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk menanggulangi migrasi tidak teratur (irregular migration) yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.

"Kita tidak ingin kejadian migrasi `irregular` besar-besaran di kawasan seperti yang terjadi di tahun 2015 terulang kembali," kata Menlu Retno Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/4).

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI Retno Marsudi dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Singapura pada Jumat (27/4). Menlu Retno mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas munculnya arus migrasi tidak teratur dalam beberapa hari belakangan di kawasan Asia Tenggara. "Keinginan untuk menghindari kesulitan di tempat asalnya, membuat migran juga jatuh kedalam tangan sindikat perdagangan orang," ujar Retno.

Untuk itu, Menlu RI mengajak semua negara anggota ASEAN untuk meningkatkan kemampuan menjawab isu migrasi tidak teratur tersebut, antara lain melalui kerja sama penegakan hukum, pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas di ASEAN. Menlu Retno juga menegaskan pentingnya kerja sama antara negara asal, negara transit dan negera tujuan dalam menanggulangi migrasi tidak teratur sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab ASEAN.

Pertemuan Menlu ASEAN kali ini juga membahas sejumlah isu penting lainnya, antara lain perkembangan demokrasi dan HAM, situasi di Rakhine State, dan diskriminasi kelapa sawit yang dialami Indonesia dan Malaysia. Pertemuan Menlu ASEAN itu merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-32. Di bawah Keketuaan Singapura pada 2018, ASEAN mengusung tema "Inovatif dan Berketahanan". Selain itu, kerja sama "ASEAN Smart Cities Network" dan keamanan dunia maya menjadi prioritas utama ASEAN tahun ini.(Ant)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 15 Agustus 2018 - 15:14 WIB

MUI tunggu hasil investigasi praktik Kerajaan Ubur-ubur

Bencana Alam | 15 Agustus 2018 - 15:08 WIB

Dinsos Kediri kirim bumbu sambal pecel untuk korban gempa Lombok

Arestasi | 15 Agustus 2018 - 14:56 WIB

Polisi tangkap pelaku penipuan yang mengaku anggota KPK

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Rabu, 15 Agustus 2018 - 10:02 WIB

PBB: Kerusuhan di Suriah, lebih 130 orang tewas

Selasa, 14 Agustus 2018 - 06:27 WIB

Negeri Sembilan tolak LGBT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com