Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / ASEAN

Menlu ajak ASEAN tanggulangi migrasi tidak teratur

Sabtu, 28 April 2018 - 18:11 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kerja sama keamanan siber akan dikembangkan di kawasan ASEAN khususnya dalam KTT ASEAN ke-32 di Singapura sebagai salah satu upaya bersama untuk mewaspadai serangan siber. Sumber foto: https://bit.ly/2r3zavq
Kerja sama keamanan siber akan dikembangkan di kawasan ASEAN khususnya dalam KTT ASEAN ke-32 di Singapura sebagai salah satu upaya bersama untuk mewaspadai serangan siber. Sumber foto: https://bit.ly/2r3zavq

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk menanggulangi migrasi tidak teratur (irregular migration) yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.

"Kita tidak ingin kejadian migrasi `irregular` besar-besaran di kawasan seperti yang terjadi di tahun 2015 terulang kembali," kata Menlu Retno Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/4).

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI Retno Marsudi dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Singapura pada Jumat (27/4). Menlu Retno mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas munculnya arus migrasi tidak teratur dalam beberapa hari belakangan di kawasan Asia Tenggara. "Keinginan untuk menghindari kesulitan di tempat asalnya, membuat migran juga jatuh kedalam tangan sindikat perdagangan orang," ujar Retno.

Untuk itu, Menlu RI mengajak semua negara anggota ASEAN untuk meningkatkan kemampuan menjawab isu migrasi tidak teratur tersebut, antara lain melalui kerja sama penegakan hukum, pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas di ASEAN. Menlu Retno juga menegaskan pentingnya kerja sama antara negara asal, negara transit dan negera tujuan dalam menanggulangi migrasi tidak teratur sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab ASEAN.

Pertemuan Menlu ASEAN kali ini juga membahas sejumlah isu penting lainnya, antara lain perkembangan demokrasi dan HAM, situasi di Rakhine State, dan diskriminasi kelapa sawit yang dialami Indonesia dan Malaysia. Pertemuan Menlu ASEAN itu merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-32. Di bawah Keketuaan Singapura pada 2018, ASEAN mengusung tema "Inovatif dan Berketahanan". Selain itu, kerja sama "ASEAN Smart Cities Network" dan keamanan dunia maya menjadi prioritas utama ASEAN tahun ini.(Ant)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:41 WIB

Ribuan petani unjuk rasa nilai SK Bupati penertiban KJA merugikan

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk menanggulangi migrasi tidak teratur (irregular migration) yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.

"Kita tidak ingin kejadian migrasi `irregular` besar-besaran di kawasan seperti yang terjadi di tahun 2015 terulang kembali," kata Menlu Retno Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/4).

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI Retno Marsudi dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Singapura pada Jumat (27/4). Menlu Retno mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas munculnya arus migrasi tidak teratur dalam beberapa hari belakangan di kawasan Asia Tenggara. "Keinginan untuk menghindari kesulitan di tempat asalnya, membuat migran juga jatuh kedalam tangan sindikat perdagangan orang," ujar Retno.

Untuk itu, Menlu RI mengajak semua negara anggota ASEAN untuk meningkatkan kemampuan menjawab isu migrasi tidak teratur tersebut, antara lain melalui kerja sama penegakan hukum, pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas di ASEAN. Menlu Retno juga menegaskan pentingnya kerja sama antara negara asal, negara transit dan negera tujuan dalam menanggulangi migrasi tidak teratur sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab ASEAN.

Pertemuan Menlu ASEAN kali ini juga membahas sejumlah isu penting lainnya, antara lain perkembangan demokrasi dan HAM, situasi di Rakhine State, dan diskriminasi kelapa sawit yang dialami Indonesia dan Malaysia. Pertemuan Menlu ASEAN itu merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-32. Di bawah Keketuaan Singapura pada 2018, ASEAN mengusung tema "Inovatif dan Berketahanan". Selain itu, kerja sama "ASEAN Smart Cities Network" dan keamanan dunia maya menjadi prioritas utama ASEAN tahun ini.(Ant)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 16 Oktober 2018 - 06:10 WIB

Dolar AS melemah tertekan data ekonomi negatif

Senin, 15 Oktober 2018 - 12:02 WIB

ASEAN setujui proposal Indonesia labeling tuna

Senin, 15 Oktober 2018 - 11:01 WIB

Tertekan, pasar saham Asia melemah

Minggu, 14 Oktober 2018 - 18:16 WIB

Malaysia tenggelamkan enam perahu asing

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com