Rabu, 12 Desember 2018 | 13:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Sepakbola / Liga Eropa

Marseille menskors Patrice Evra setelah menendang penggemar

Sabtu, 04 November 2017 - 12:00 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia

Marseille telah menskors Patrice Evra setelah menendang penggemar pada bagian kepala sebelum pertandingan menghadapi Vitoria Guimaraes dalam Liga Eropa pada Kamis lalu.

Rekaman gambar menunjukkan bahwa mantan pesebakbola Manchester United yang berusia 36 tahun ini, bertujuan untuk melakukan gerakan tendangan akrobatik pada seorang pendukung dalam sesi pemanasan.

Evra akan dimintai keterangan, sebelum klub memutuskan pemberian sanksi.

Pernyataan Marseille juga mengecam "perilaku yang tidak pantas" oleh "segelintir provokator"

Badan Sepakbola Eropa Uefa menuduh Evra melakukan tindakan kekerasan pada Jumat lalu, dan memberikan skors "sedikitnya untuk satu pertandingan".

Koran Prancis L'Equipe melaporkan bahwa pendukung Marseille mengejek Evra sekitar setengah jam ketika pemain itu tengah bersiap-siap untuk bertanding, yang kemudian berakhir dengan kemenangan Vitoria Guimaraes 1-0.

Evra kemudian mendekati para pendukung untuk berbicara degan mereka- tetapi situasinya malah memanas.

Evra, yang menjadi pemain cadangan, kemudian dikeluarkan sebelum pertandingan, dan Marseille bertanding dengan 11 pemain.

"Sebagai seorang pemain profesional dan berpengalaman, Patrice Evra tidak perlu merespon dengan cara yang tidak pantas," tulis pernyataan itu.

"Sebagai tambahan, kesimpulan pertama dari investigasi internal yang dilakukan oleh klub mengungkapkan perilaku tidak pantas segelintir provokator yang menyampaikan serangan kebencian yang sangat serius kepada pemian tersebut, meskipun dia dan rekan satu timnya tengah melakukan pemanasan untuk berlaga dalam pertandingan yang penting."

Mantan rekan satu tim Evra di Manchester United, Mikael Silvestre, mengatakan kepada BBC Sport bahwa Evra "tidak memiliki masa depan" di Marseille, tetapi insiden itu tidak akan menjadi akhir dari karirnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
| 12 Desember 2018 - 13:29 WIB

Bekraf beri bantuan pada ribuan pekerja kreatif

Kecelakaan | 12 Desember 2018 - 13:17 WIB

Pesawat Alfra Trans tergelincir saat mendarat di Papua

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 13:08 WIB

BSSN deteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware

Aktual Pemilu | 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 12:51 WIB

Ibu Negara ajak anak-anak gemari makanan sehat

Aktual Luar Negeri | 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Marseille telah menskors Patrice Evra setelah menendang penggemar pada bagian kepala sebelum pertandingan menghadapi Vitoria Guimaraes dalam Liga Eropa pada Kamis lalu.

Rekaman gambar menunjukkan bahwa mantan pesebakbola Manchester United yang berusia 36 tahun ini, bertujuan untuk melakukan gerakan tendangan akrobatik pada seorang pendukung dalam sesi pemanasan.

Evra akan dimintai keterangan, sebelum klub memutuskan pemberian sanksi.

Pernyataan Marseille juga mengecam "perilaku yang tidak pantas" oleh "segelintir provokator"

Badan Sepakbola Eropa Uefa menuduh Evra melakukan tindakan kekerasan pada Jumat lalu, dan memberikan skors "sedikitnya untuk satu pertandingan".

Koran Prancis L'Equipe melaporkan bahwa pendukung Marseille mengejek Evra sekitar setengah jam ketika pemain itu tengah bersiap-siap untuk bertanding, yang kemudian berakhir dengan kemenangan Vitoria Guimaraes 1-0.

Evra kemudian mendekati para pendukung untuk berbicara degan mereka- tetapi situasinya malah memanas.

Evra, yang menjadi pemain cadangan, kemudian dikeluarkan sebelum pertandingan, dan Marseille bertanding dengan 11 pemain.

"Sebagai seorang pemain profesional dan berpengalaman, Patrice Evra tidak perlu merespon dengan cara yang tidak pantas," tulis pernyataan itu.

"Sebagai tambahan, kesimpulan pertama dari investigasi internal yang dilakukan oleh klub mengungkapkan perilaku tidak pantas segelintir provokator yang menyampaikan serangan kebencian yang sangat serius kepada pemian tersebut, meskipun dia dan rekan satu timnya tengah melakukan pemanasan untuk berlaga dalam pertandingan yang penting."

Mantan rekan satu tim Evra di Manchester United, Mikael Silvestre, mengatakan kepada BBC Sport bahwa Evra "tidak memiliki masa depan" di Marseille, tetapi insiden itu tidak akan menjadi akhir dari karirnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com