Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:16 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Hiburan / Pertunjukan

Antusiasme warga Palangka Raya saksikan barongsai

Jumat, 16 Februari 2018 - 06:14 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: http://bit.ly/2HhL9Mp
Sumber Foto: http://bit.ly/2HhL9Mp

Elshinta.com - Ratusan warga di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tampak penuh antusiasme menyaksikan pertunjukan barongsai yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan penyambutan Tahun Baru China (Imlek) 2569 Kongzili.

Ratusan warga tersebut berkumpul di halaman Vihara Avalokitesvara di Jalan Tjilik Riwut Kota Palangka Raya pada Kamis (15/2) malam.

"Setiap pergantian malam tahun baru imlek kami selalu datang untuk menyaksikan pertunjukan barongsai," kata Nadira (35), warga Palaangka Raya di sela-sela pertunjukan barongsai.

Bersama kedua anaknya, Nadira mengaku senang dengan pertunjukan barongsai yang jarang disaksikannya secara langsung.

Sementara itu, Wilman (20), yang juga warga Palangka Raya, menyatakan selalu menunggu aksi barongsai di malam Imlek.

"Saya datang bersama teman-teman. Meski kurang lama, namun pertunjukannya seru dan asyik. Kami juga sempat berfoto dengan barongsai singa," kata Wilman.

Meski digelar pada malam hari, barongsai tetap memiliki daya tarik bagi warga Palangka Raya. Tak hanya orang tua dan pemuda, anak-anak pun rela menunggu demi menyaksikan kesenian asal Tiongkok tersebut.

Penampilan barongsai selain sebagai pembuka acara menyambut tahun baru Imlek pertunjukan tersebut juga bertujuan memeriahkan malam pergantian tahun Imlek.

Dalam kesempatan itu, ada tiga singa dan satu naga yang ditampilkan. Saat pertunjukan mulai dilaksanakan para warga langsung mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera telpon genggam.

Sementara itu, pengurus Vihara Avalokitesvara di Jalan Tjilik Riwut, Franky Christanto ,mengatakan pergantian tahun Imlek harua menjadi momentum untuk merekatkan kerukunan antarumat beragama, termasuk antarsuku, ras, dan golongan.

Di kota tersebut suku aslinya memiliki falsafah Huma Betang yang bermakna hidup rukun di tengah keberagaman sehingga nilai yang terkandung.

Dia pun berharap, seluruh warga Kota Palangka Raya baik yang merayakan Imlek atau tidak, agar saling menghormati dan menghargai sehingga kedamaian bermasyarakat yang selama ini ada terus terjaga. (Ant)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Film | 15 Agustus 2018 - 12:10 WIB

`Rompis`, film romantisme remaja dibumbui komedi

Aktual Dalam Negeri | 15 Agustus 2018 - 12:02 WIB

Wayan Jondra terpilih pimpin KPU Bali

Hukum | 15 Agustus 2018 - 11:54 WIB

KPK periksa wakil bendahara DPP PKB

Megapolitan | 15 Agustus 2018 - 11:46 WIB

Anies uji coba lintasan sepeda Jakarta International Velodrome

Aktual Dalam Negeri | 15 Agustus 2018 - 11:37 WIB

Terdeteksi, karhutla di pesisir Riau masih membara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:10 WIB

`Rompis`, film romantisme remaja dibumbui komedi

Rabu, 15 Agustus 2018 - 10:13 WIB

Disney ungkap pemeran dalam live-action Mulan

Selasa, 14 Agustus 2018 - 17:45 WIB

Dhawiya dituntut jalani rehab narkotika dua tahun

Selasa, 14 Agustus 2018 - 08:53 WIB

Giring ungkap pentingnya sosok ayah dalam keluarga

Jumat, 10 Agustus 2018 - 21:15 WIB

Alasan JKT48 dukung Asian Games 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com