Senin, 20 Agustus 2018 | 19:49 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

IPTEK / Aplikasi

Pengguna aplikasi kontrasepsi guna cegah kehamilan di Australia meningkat

Jumat, 27 April 2018 - 12:40 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Applikasi seperti Natural Cycles menggunakan algoritma untuk memberitahu pengguna kapan mereka berovulasi dan memperkirakan periode masa subur.
(Courtesy: AustraliaPlus) Applikasi seperti Natural Cycles menggunakan algoritma untuk memberitahu pengguna kapan mereka berovulasi dan memperkirakan periode masa subur.

 

Semakin banyak wanita di Australia yang menggunakan aplikasi kontrasepsi alami untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi seberapa andal metode yang satu ini?

Aplikasi pelacakan menstruasi sering digunakan untuk membantu wanita yang mencoba hamil untuk membantu mengidentifikasi hari-hari mereka yang paling subur, tetapi logika yang sama dapat digunakan untuk menentukan kapan peluang paling kecil kapan wanita cenderung hamil.

Sebelum metode kontrasepsi siklus hari subur, banyak wanita sudah mengenal apa yang disebut sebagai metode ritme, di mana seorang wanita melacak riwayat menstruasinya untuk memprediksi kapan dia akan berovulasi.

Aplikasi seperti Natural Cycles, Clue, Kindara, dan Flo menggunakan algoritme untuk memberi tahu penggunanya kapan saat mereka berovulasi dan memprediksikan masa subur.

Digunakan dengan termometer basal untuk mendeteksi kenaikan kecil suhu yang terjadi selama ovulasi, aplikasi ini memberi tahu pengguna kapan saat yang "aman" untuk melakukan hubungan seks tanpa kondom dan kapan saat yang ‘tidak aman’..

Survei Monash University terhadap lebih dari 2.200 wanita yang aktif secara seksual tahun lalu menemukan peningkatan yang cukup besar dalam penggunaan metode kesadaran kesuburan seperti itu dibandingkan dengan penelitian dari tahun-tahun sebelumnya.

"Lebih jelas"

Bella Vicente, 20 tahun, telah menggunakan kontrasepsi hormonal sepanjang kehidupan dewasanya, mulai dari menggunakan pil pada usia 13 tahun dan kemudian ke Implan hormonal pada usia 17.

"Saya belum benar-benar memiliki pengalaman melakukan kontrasepsi dengan menggunakan tubuh wanita alami saya sendiri," katanya.

kondom

Alat kontrasepsi kondom menawarkan perlindungan dari kehamilan dan penyakit menulas seksual.

Pixabay:sasint

"Saya mulai mengalami gejala depresi, kecenderungan ingin bunuh diri, menstruasi tidak teratur, bahkan kembung di perut, kecemasan.

"Dan kondisinya menjadi lebih buruk ketika saya berganti menggunakan kontrasepsi Implanon, dan saya melakukannya selama tiga setengah tahun dan saya harus mengeluarkannya sesegera mungkin."

Bella Vicente termasuk di antara semakin banyak wanita Australia yang menggunakan aplikasi ponsel pintar pelacak masa menstruasi sebagai cara untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

Sejak beralih ke aplikasi kontrasepsi alami ‘Natural Cycles’  pada pertengahan tahun lalu, dia mengatakan berbagai efek samping negatif yang dia salahkan pada hormon telah hilang semua.

"Saya merasa jauh lebih jelas situasinya ... Saya merasa saya tidak lagi seperti zombi," kata Ms Vicente.

"Depresi saya tidak begitu buruk. Saya bangun pagi dan merasa waspada, dan saya merasa jauh lebih baik."

Dia mengatakan sejauh ini dia tidak takut, tetapi setuju bahwa konsistensi adalah kunci.

"Saya menyukai metode ini, saya memiliki termometer basal di samping meja di samping tempat tidur dan itu hanya rutinitas yang saya miliki setiap pagi sekarang. Ini luar biasa," katanya.

'Penggunaan harus benar sepanjang waktu'

Direktur medis Keluarga Berencana Victoria Kathleen McNamee mengatakan hormon telah menjadi "sorotan di media" dalam beberapa tahun terakhir.

"Orang-orang hanya ingin kembali ke sesuatu yang mereka rasa lebih alami sejalan dengan ritme tubuh mereka," katanya.

"Hampir setiap kali ketika kami bertanya kepada seseorang ketika mereka mendapat haid, mereka akan mengeluarkan telepon mereka untuk memeriksa; mereka hampir semua memiliki sebuah aplikasi."

contraceptiveapps4_abc_1804026.jpg

Sementara semua perempuan tahu apa itu menstruasi, namun menstruasi masih tetap menjadi misteri bagi sebagian orang.

Getty Images: Flavio Coelho

Natural Cycles menjadi berita utama ketika menjadi satu-satunya aplikasi medis yang disertifikasi oleh otoritas kesehatan Uni Eropa sebagai alat kontrasepsi.

Aplikasi ini mengklaim memiliki tingkat kemanjuran 93 persen - mirip dengan pil.

Tapi aplikasi itu mendapat kecaman ketika media Swedia melaporkan gelombang wanita yang mengupayakan aborsi karena kehamilan yang tidak diinginkan saat menggunakan aplikasi ini.

Dr McNamee memperingatkan bahwa aplikasi ini tidak selalu dapat menjelaskan fluktuasi siklus perempuan, dan menekankan keampuhan aplikasi ini sangat tergantung pada bagaimana mereka digunakan.

"Orang-orang tidak menggunakannya dengan sempurna sepanjang waktu," katanya.

"Jika Anda menggunakannya dengan benar, Anda akan memiliki sekitar 10 hari per siklus ketika Anda perlu memiliki seks yang dilindungi.

"Sulitnya secara konsisten mengikuti dengan benar sepanjang waktu."

Belum diketahui apakah penggunaan aplikasi ini telah menyebabkan lebih banyak kehamilan yang tidak diinginkan di Australia.

Philip Goldstone, Direktur Medis Marie Stopes dari penyedia layanan aborsi terbesar di Australia, mengatakan metode kontrasepsi apa pun yang bergantung pada pengguna sangat bergantung pada penggunaannya secara benar.

"Apakah pemantauan tanggal siklus mereka, pemantauan lendir siklus mereka, pemantauan suhu tubuh atau apakah itu meminum pil setiap hari - apa pun yang harus dilakukan pengguna setiap hari selalu akan memiliki potensi kegagalan yang lebih tinggi," katanya.

Organisasi ini sedang melakukan audit metode kontrasepsi di antara klien yang mencari upaya aborsi, tetapi hasilnya masih belum diketahui.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 20 Agustus 2018 - 19:48 WIB

Kudus kirim relawan keahlian khusus dan bantuan ke Lombok

Aktual Sepakbola | 20 Agustus 2018 - 19:34 WIB

Anies apresiasi prestasi tim U-14 DKI Jakarta

Aktual Dalam Negeri | 20 Agustus 2018 - 19:22 WIB

Pertamina bangun ruang kelas PAUD Bunda Pertiwi

Ekonomi | 20 Agustus 2018 - 19:06 WIB

IHSG Senin ditutup menguat 108,39 poin

Ekonomi | 20 Agustus 2018 - 18:57 WIB

Musim kemarau keterserapan pupuk kujang menurun

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com