Rabu, 21 November 2018 | 09:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Gadget

Pasar smartphone dunia menciut karena perlambanan di Tiongkok?

Kamis, 03 Mei 2018 - 16:40 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber ilustrasi: Istimewa
Sumber ilustrasi: Istimewa

Elshinta.com - Berdasarkan informasi yang dihimpun dari International Data Corporation (IDC), terjadi penurunan sebesar sepuluh juta unit ponsel pintar dari triwulan pertama 2018 dibanding periode yang sama di 2017. Penurunan dari 344 juta unit menjadi 334 juta unit, atau sekitar 2.9 persen total  diperkirakan sebagian besar karena iklim pasar di Tiongkok, yang mengalami penuruan terbesarnya sejak 2013.

“Baik di dunia, maupun khususnya di Tiongkok para konsumen ponsel pintar mencari perangkat yang lebih premium, namun terjadi penurunan mereka yang beralih dari satu ponsel ke ponsel lainnya hingga penurunan unit yang dikirim pabrikan terjadi,” kata Melissa Chau, Direktur Riset dari IDC yang memantau sirkulasi ponsel.  Meskipun demikian, menurutnya, nilai pasar tersebut tetap tumbuh yang disebabkan oleh ketergantungan konsumen pada gawai mereka untuk sebagian besar aktivitas sehari-hari.

Adanya model terbaru dari pabrikan semacam Samsung dan Huawei serta pengiriman model iPhone X tidak menyebabkan adanya animo besar konsumen untuk berbelanja model terbaru atau gawai tercanggih di pasaran.

“Banjirnya model terbaru dan canggih yang dibandrol dengan harga tinggi selama 12 – 18 bulan terakhir ini adalah kemungkinan besar telah menghentikan laju siklus penggantian gawai di jangka pendek. Nampaknya konsumen pada saat ini belum mau menggelontorkan uang dalam jumlah besar untuk peningkatan kemampuan yang minimal dari perangkat yang dimilikinya kini,” kata manajer riset dari IDC, Anthony Scarsella.

“Melangkah ke depan, sepertinya sejumlah perangkat canggih yang dibandrol dengan harga terjangkau dapat menjadi solusi untuk pasar pada paruh kedua tahun 2018 untuk membawa tren pengiriman kea rah positif,” lanjutnya.

Image title

Jika dilihat, memang dari lima besar pabrikan meski secara umum tidak ada perubahan berarti dalam urutan pabrikan terbesar, akan tetapi beberapa menjadi pemenang dalam persaingan ketat ini, dan lainnya harus mengalah dan mengatur strategi baru untuk mendongkrak volume pengiriman. Samsung masih merajai pasar ponsel pintar, meski mengalami penurunan 1.9 juta unit ponsel yang dikirim. Selain pabrikan Korea dan AS, terlihat tren dominasi pabrikan Tiongkok dalam pengiriman ponsel pintar, karena Huawei, Xiaomi dan Oppo kesemuanya berasal dari sana. Xiaomi nampaknya berhasil menyalip Oppo seterunya, dengan melipatgandakan pengiriman ponsel dari kuartal pertama 2017 ke kuartal pertama 2018, dari 14.8 juta unit menjadi 28 juta unit, nyaris pertumbuhan 100%.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Berdasarkan informasi yang dihimpun dari International Data Corporation (IDC), terjadi penurunan sebesar sepuluh juta unit ponsel pintar dari triwulan pertama 2018 dibanding periode yang sama di 2017. Penurunan dari 344 juta unit menjadi 334 juta unit, atau sekitar 2.9 persen total  diperkirakan sebagian besar karena iklim pasar di Tiongkok, yang mengalami penuruan terbesarnya sejak 2013.

“Baik di dunia, maupun khususnya di Tiongkok para konsumen ponsel pintar mencari perangkat yang lebih premium, namun terjadi penurunan mereka yang beralih dari satu ponsel ke ponsel lainnya hingga penurunan unit yang dikirim pabrikan terjadi,” kata Melissa Chau, Direktur Riset dari IDC yang memantau sirkulasi ponsel.  Meskipun demikian, menurutnya, nilai pasar tersebut tetap tumbuh yang disebabkan oleh ketergantungan konsumen pada gawai mereka untuk sebagian besar aktivitas sehari-hari.

Adanya model terbaru dari pabrikan semacam Samsung dan Huawei serta pengiriman model iPhone X tidak menyebabkan adanya animo besar konsumen untuk berbelanja model terbaru atau gawai tercanggih di pasaran.

“Banjirnya model terbaru dan canggih yang dibandrol dengan harga tinggi selama 12 – 18 bulan terakhir ini adalah kemungkinan besar telah menghentikan laju siklus penggantian gawai di jangka pendek. Nampaknya konsumen pada saat ini belum mau menggelontorkan uang dalam jumlah besar untuk peningkatan kemampuan yang minimal dari perangkat yang dimilikinya kini,” kata manajer riset dari IDC, Anthony Scarsella.

“Melangkah ke depan, sepertinya sejumlah perangkat canggih yang dibandrol dengan harga terjangkau dapat menjadi solusi untuk pasar pada paruh kedua tahun 2018 untuk membawa tren pengiriman kea rah positif,” lanjutnya.

Image title

Jika dilihat, memang dari lima besar pabrikan meski secara umum tidak ada perubahan berarti dalam urutan pabrikan terbesar, akan tetapi beberapa menjadi pemenang dalam persaingan ketat ini, dan lainnya harus mengalah dan mengatur strategi baru untuk mendongkrak volume pengiriman. Samsung masih merajai pasar ponsel pintar, meski mengalami penurunan 1.9 juta unit ponsel yang dikirim. Selain pabrikan Korea dan AS, terlihat tren dominasi pabrikan Tiongkok dalam pengiriman ponsel pintar, karena Huawei, Xiaomi dan Oppo kesemuanya berasal dari sana. Xiaomi nampaknya berhasil menyalip Oppo seterunya, dengan melipatgandakan pengiriman ponsel dari kuartal pertama 2017 ke kuartal pertama 2018, dari 14.8 juta unit menjadi 28 juta unit, nyaris pertumbuhan 100%.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 19:32 WIB

BSSN: Terjadi 143,6 juta serangan siber

Senin, 19 November 2018 - 14:06 WIB

Netflix jajal paket streaming versi murah untuk ponsel

Minggu, 18 November 2018 - 17:16 WIB

Firefox Monitor tersedia dalam bahasa Indonesia

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com