Kamis, 20 September 2018 | 16:52 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

IPTEK / Gadget

Pasar smartphone dunia menciut karena perlambanan di Tiongkok?

Kamis, 03 Mei 2018 - 16:40 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber ilustrasi: Istimewa
Sumber ilustrasi: Istimewa

Elshinta.com - Berdasarkan informasi yang dihimpun dari International Data Corporation (IDC), terjadi penurunan sebesar sepuluh juta unit ponsel pintar dari triwulan pertama 2018 dibanding periode yang sama di 2017. Penurunan dari 344 juta unit menjadi 334 juta unit, atau sekitar 2.9 persen total  diperkirakan sebagian besar karena iklim pasar di Tiongkok, yang mengalami penuruan terbesarnya sejak 2013.

“Baik di dunia, maupun khususnya di Tiongkok para konsumen ponsel pintar mencari perangkat yang lebih premium, namun terjadi penurunan mereka yang beralih dari satu ponsel ke ponsel lainnya hingga penurunan unit yang dikirim pabrikan terjadi,” kata Melissa Chau, Direktur Riset dari IDC yang memantau sirkulasi ponsel.  Meskipun demikian, menurutnya, nilai pasar tersebut tetap tumbuh yang disebabkan oleh ketergantungan konsumen pada gawai mereka untuk sebagian besar aktivitas sehari-hari.

Adanya model terbaru dari pabrikan semacam Samsung dan Huawei serta pengiriman model iPhone X tidak menyebabkan adanya animo besar konsumen untuk berbelanja model terbaru atau gawai tercanggih di pasaran.

“Banjirnya model terbaru dan canggih yang dibandrol dengan harga tinggi selama 12 – 18 bulan terakhir ini adalah kemungkinan besar telah menghentikan laju siklus penggantian gawai di jangka pendek. Nampaknya konsumen pada saat ini belum mau menggelontorkan uang dalam jumlah besar untuk peningkatan kemampuan yang minimal dari perangkat yang dimilikinya kini,” kata manajer riset dari IDC, Anthony Scarsella.

“Melangkah ke depan, sepertinya sejumlah perangkat canggih yang dibandrol dengan harga terjangkau dapat menjadi solusi untuk pasar pada paruh kedua tahun 2018 untuk membawa tren pengiriman kea rah positif,” lanjutnya.

Image title

Jika dilihat, memang dari lima besar pabrikan meski secara umum tidak ada perubahan berarti dalam urutan pabrikan terbesar, akan tetapi beberapa menjadi pemenang dalam persaingan ketat ini, dan lainnya harus mengalah dan mengatur strategi baru untuk mendongkrak volume pengiriman. Samsung masih merajai pasar ponsel pintar, meski mengalami penurunan 1.9 juta unit ponsel yang dikirim. Selain pabrikan Korea dan AS, terlihat tren dominasi pabrikan Tiongkok dalam pengiriman ponsel pintar, karena Huawei, Xiaomi dan Oppo kesemuanya berasal dari sana. Xiaomi nampaknya berhasil menyalip Oppo seterunya, dengan melipatgandakan pengiriman ponsel dari kuartal pertama 2017 ke kuartal pertama 2018, dari 14.8 juta unit menjadi 28 juta unit, nyaris pertumbuhan 100%.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 20 September 2018 - 16:44 WIB

Bocah tewas, tujuh orang hilang akibat topan Mangkhut di Thailand

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 16:34 WIB

Swastanisasi penjara masih menjadi wacana

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 16:24 WIB

20 ribu ton beras impor di simpan di Jawa Timur

Manajemen | 20 September 2018 - 16:06 WIB

Tips membangun relasi dan mempertahankan hubungan bisnis

| 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com