Jumat, 17 Agustus 2018 | 16:42 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

IPTEK / Robotika

Operasi tumor langka pada anak pertama dibantu robot di Australia

Kamis, 15 Maret 2018 - 12:54 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Freyja mengatakan bahwa dia tidak sabar untuk bisa berenang dan menunggang kuda.
(Courtesy: AustraliaPlus) Freyja mengatakan bahwa dia tidak sabar untuk bisa berenang dan menunggang kuda.

 

Seorang ahli bedah di Melbourne telah menggunakan robot untuk menyingkirkan tumor dari kepala seorang gadis dalam sebuah operasi yang baru pertama kali di Australia.

Operasi yang sukses tersebut baru-baru ini dilakukan terhadap Freyja Christiansen seorang gadis cilik berusia enam tahun di Rumah Sakit Epworth di Richmond, Melbourne.

Gadis Canberra ini didiagnosis menderita penyakit sarkoma langka di dekat pangkal tengkoraknya pada bulan Desember 2016, bersamaan dengan tumbuhnya tumor lain di kepala dan lehernya.

Dia menjalani imunoterapi yang membantu mengecilkan tumor, namun keluarganya menginginkan solusi jangka panjang dan mulai mencari di seluruh dunia seseorang yang mau mengoperasinya.

Ahli bedah kepala dan leher Ben Dixon setuju untuk melakukan operasi penyelamatan hidup, yang menggunakan robot yang masuk melalui mulut Freyja untuk melepaskan sel sarkoma  parapharyngeal yang langka.

"Freyja memiliki tumor di antara tenggorokannya dan arteri karotidnya di balik palatum di tempat yang sangat rumit, serta sejumlah tumor lain di sekitar daerah kepala dan leher, namun tumor ini adalah jenis tumor yang orang-orang akan sangat khawatir untuk mengoperasinya. " kata Dr Dixon.

"Ini adalah operasi robot pertama yang dilakukan pada anak-anak di Australia, yang telah dilakukan di tempat lain di negara lain namun hanya beberapa kali untuk tumor ganas dan tidak ada satupun dalam posisi ini."

Hasil pemindaian otak Freyja Christiansen

Ahli bedah Freyja, Ben Dixon, mengatakan bahwa tumornya berada pada "tempat yang sangat rumit" namun ia bisa mengeluarkannya dengan bantuan robot tersebut.

Disediakan: Epworth rumah sakit

Freyja telah menjalani dua operasi dalam dua minggu terakhir untuk menyingkirkan semua tumor dan  pulih dengan baik.

"Dia tidak terlalu senang dengan tabung makannya pada hari pertama, jadi kami mencabut tabung itu keesokan harinya, dan dia telah makan dan minum secukupnya sejak hari pertama setelah operasi sehingga dia tidak memerlukan tabung makanan, " kata Dr Dixon.

"Awalnya kami sangat prihatin tentang kemungkinan pembengkakan di sekitar jalan napasnya dan di sekitar kotak suaranya setelah operasi di tenggorokan, tapi itu tidak menimbulkan masalah."

Rumah Sakit Epworth bekerja dengan Royal Children's Hospital untuk memastikan adanya perawatan anak yang segera tersedia jika keadaan darurat timbul.

Freyja mengatakan bahwa dia merasa lebih baik dan bahagia karena para dokter di Melbourne dapat membantunya.

"Saya akan mulai berenang lagi ... dan senoga juga mulai akan menunggang kuda," kata Freyja kepada wartawan.

Ibunya Liz Christiansen mengatakan bahwa adalah sebuah keajaiban tumor yang diderita anaknya menghilang dalan waktu hanya enam pekan setelah konsultasi pertama.

"Kami pergi ke seluruh dunia dengan sungguh-sungguh, bertanya, mengemis, mencoba melakukan apa yang kami bisa untuk menemukan solusi - karena kami diberitahu bahwa hal itu tidak dapat dioperasi dan tidak dapat disembuhkan," kata Christianen.

"Jadi ketika Anda mendengar kata-kata itu, apa yang Anda lakukan? Anda tidak menyerah."

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 17 Agustus 2018 - 16:30 WIB

Ari Dono resmi jabat Wakapolri

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 16:25 WIB

Panglima TNI: Alutsista ditargetkan berbasis digital

Asian Games 2018 | 17 Agustus 2018 - 16:14 WIB

Tim polo air Indonesia kalahkan Hong Kong 9-8

Arestasi | 17 Agustus 2018 - 15:51 WIB

Oknum PNS Langkat tersangka OTT akui pungli atas inisiatifnya

Kesehatan | 17 Agustus 2018 - 15:34 WIB

Waktu tepat menikmati teh hijau

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 15:25 WIB

Pendaki gagal capai puncak Lawu akibat kebakaran

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com