Operasi tumor langka pada anak pertama dibantu robot di Australia
Kamis, 15 Maret 2018 - 12:54 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Freyja mengatakan bahwa dia tidak sabar untuk bisa berenang dan menunggang kuda.

 

Seorang ahli bedah di Melbourne telah menggunakan robot untuk menyingkirkan tumor dari kepala seorang gadis dalam sebuah operasi yang baru pertama kali di Australia.

Operasi yang sukses tersebut baru-baru ini dilakukan terhadap Freyja Christiansen seorang gadis cilik berusia enam tahun di Rumah Sakit Epworth di Richmond, Melbourne.

Gadis Canberra ini didiagnosis menderita penyakit sarkoma langka di dekat pangkal tengkoraknya pada bulan Desember 2016, bersamaan dengan tumbuhnya tumor lain di kepala dan lehernya.

Dia menjalani imunoterapi yang membantu mengecilkan tumor, namun keluarganya menginginkan solusi jangka panjang dan mulai mencari di seluruh dunia seseorang yang mau mengoperasinya.

Ahli bedah kepala dan leher Ben Dixon setuju untuk melakukan operasi penyelamatan hidup, yang menggunakan robot yang masuk melalui mulut Freyja untuk melepaskan sel sarkoma  parapharyngeal yang langka.

"Freyja memiliki tumor di antara tenggorokannya dan arteri karotidnya di balik palatum di tempat yang sangat rumit, serta sejumlah tumor lain di sekitar daerah kepala dan leher, namun tumor ini adalah jenis tumor yang orang-orang akan sangat khawatir untuk mengoperasinya. " kata Dr Dixon.

"Ini adalah operasi robot pertama yang dilakukan pada anak-anak di Australia, yang telah dilakukan di tempat lain di negara lain namun hanya beberapa kali untuk tumor ganas dan tidak ada satupun dalam posisi ini."

Hasil pemindaian otak Freyja Christiansen

Ahli bedah Freyja, Ben Dixon, mengatakan bahwa tumornya berada pada "tempat yang sangat rumit" namun ia bisa mengeluarkannya dengan bantuan robot tersebut.

Disediakan: Epworth rumah sakit

Freyja telah menjalani dua operasi dalam dua minggu terakhir untuk menyingkirkan semua tumor dan  pulih dengan baik.

"Dia tidak terlalu senang dengan tabung makannya pada hari pertama, jadi kami mencabut tabung itu keesokan harinya, dan dia telah makan dan minum secukupnya sejak hari pertama setelah operasi sehingga dia tidak memerlukan tabung makanan, " kata Dr Dixon.

"Awalnya kami sangat prihatin tentang kemungkinan pembengkakan di sekitar jalan napasnya dan di sekitar kotak suaranya setelah operasi di tenggorokan, tapi itu tidak menimbulkan masalah."

Rumah Sakit Epworth bekerja dengan Royal Children's Hospital untuk memastikan adanya perawatan anak yang segera tersedia jika keadaan darurat timbul.

Freyja mengatakan bahwa dia merasa lebih baik dan bahagia karena para dokter di Melbourne dapat membantunya.

"Saya akan mulai berenang lagi ... dan senoga juga mulai akan menunggang kuda," kata Freyja kepada wartawan.

Ibunya Liz Christiansen mengatakan bahwa adalah sebuah keajaiban tumor yang diderita anaknya menghilang dalan waktu hanya enam pekan setelah konsultasi pertama.

"Kami pergi ke seluruh dunia dengan sungguh-sungguh, bertanya, mengemis, mencoba melakukan apa yang kami bisa untuk menemukan solusi - karena kami diberitahu bahwa hal itu tidak dapat dioperasi dan tidak dapat disembuhkan," kata Christianen.

"Jadi ketika Anda mendengar kata-kata itu, apa yang Anda lakukan? Anda tidak menyerah."

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 14 Januari 2019 - 12:02 WIB
Elshinta.com - Produsen pesawat tanpa awak (drone), DJI, memperkenalkan pengendalian jarak...
Senin, 07 Januari 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - SMAN 1 Cibatu Purwakarta Jawa Barat, akan mengembangkan robot temuanya, set...
Kamis, 03 Januari 2019 - 15:54 WIB
Elshinta.com - Pesawat Udara Nirawak (PUNA) tipe Alap-Alap PA-06D rancangan Badan Pengkaji...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 17:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berpendapat, suka atau tidak ...
Selasa, 20 November 2018 - 15:37 WIB
Elshinta.com - Seorang pemuda tuna wicara asal Purwakarta, Jawa barat, mampu bikin robot m...
Minggu, 15 Juli 2018 - 09:19 WIB
Elshinta.com - Robot Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang meraih juara pertama ...
Jumat, 08 Juni 2018 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Google mengumumkan, Kamis (7/6/2018), tidak akan menggunakan kecerdasan bua...
Kamis, 07 Juni 2018 - 17:04 WIB
Elshinta.com - Burung dan pesawat terbang sama-sama menggunakan kawasan udara, dan karenan...
Selasa, 29 Mei 2018 - 12:23 WIB
Elshinta.com  - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menciptakan karya yakn...
Minggu, 27 Mei 2018 - 09:49 WIB
Elshinta.com - Nissan meluncurkan robot otonom yang dapat menggambar lapangan sepak bola p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 173
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once