Rabu, 24 Oktober 2018 | 11:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Otomotif

Mobil listrik garapan UMS bakal dilombakan di Jepang

Selasa, 03 April 2018 - 19:46 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Tim mobil listrik UMS ikuti lomba balapan di Jepang Mei mendatan. Foto: Deni Suryanti/Redaksi.
Tim mobil listrik UMS ikuti lomba balapan di Jepang Mei mendatan. Foto: Deni Suryanti/Redaksi.

Elshinta.com - Proyek mobil listrik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mewaliki Indonesia di ajang kompetisi internasional. Mobil listrik yang dinamai Ababil tersebut akan dibawa ke Jepang untuk  World Econo Move pada awal Mei mendatang. Mobil listrik Ababil merupakan proyek mahasiswa jurusan Teknik UMS yang digarap selama enam bulan.

Menejer proyek, Muhlas menyampaikan, proyek mobil listrik UMS menjadi satu satunya wakil Indonesia dalam ajang World Econo Move di Jepang tahun 2018.  Ababil dirancang oleh tiga tim dari Fakultas Teknik Industri, Teknik Mesin dan Teknik Elektro. Mobil juga telah diujicobakan guna memastikan layak dioperasikan seperti halnya dari segi aerodinamisnya, keiritan energy dan jarak tempuh. Kemudian prototip mobil listrik ini akan mengikuti lomba balapan untuk kelas mobil-mobil serupa melawan perguruan tinggi dari negara lain. “Yang dikirim ke Jepang ini hanya bisa dinaiki satu penumpang saja karena bentuknya masih prototip,” papar dia seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Deni Suryanti, Selasa (3/4). 

Menurut Muhlas, secara umum keunggulan mobil listrik ini ramah lingkungan, berorientasi masa depan dan desain chasis yang aerodinamis. Kecepatan mobil antara 40 hingga 60 km per jam. Jarak tempuh batere mencapai 100 km dengan durasi charge 2 hingga 3 jam. Tetapi memang, ada kekurangan dibanding mobil berbahan bakar fosil diantaranya kendala pemasaran dikarenakan kurang familier di masyarakat dan perawatannya relative mahal. “Usia batere mobil listrik juga hanya sekitar 50sampai 100 kali charge,” imbuhnya.

Sementara pembimbing proyek mobil listrik UMS, Ismoko Weni menambahkan, kedepannya kalangan akademisi ini memiliki harapan, apa yang dikembangan bisa memberikan kontribusi bagi negara. Seiring dengan semangat pengembangan mobil nasional, mobil listrik ini bisa diproduksi dalam model mobil urban atau untuk penumpang. Sehingga kebutuhan otomotif dalam negeri bisa dipenuhi sendiri . “Mudah mudahan kami mendapatkan hasil yang baik dari kompetisi ini,” ujarnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pertunjukan | 24 Oktober 2018 - 10:53 WIB

Susi Pudjiastuti kembali tampil di show Anne Avantie

Manajemen | 24 Oktober 2018 - 10:34 WIB

Ketahui bagaimana memisahkan uang pribadi dengan uang usaha

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 10:25 WIB

Dzeko aktor kemenangan 3-0 Roma atas CSKA

Kriminalitas | 24 Oktober 2018 - 10:15 WIB

JPU tuntut dua terdakwa pengeroyokan suporter Persija

Elshinta.com - Proyek mobil listrik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mewaliki Indonesia di ajang kompetisi internasional. Mobil listrik yang dinamai Ababil tersebut akan dibawa ke Jepang untuk  World Econo Move pada awal Mei mendatang. Mobil listrik Ababil merupakan proyek mahasiswa jurusan Teknik UMS yang digarap selama enam bulan.

Menejer proyek, Muhlas menyampaikan, proyek mobil listrik UMS menjadi satu satunya wakil Indonesia dalam ajang World Econo Move di Jepang tahun 2018.  Ababil dirancang oleh tiga tim dari Fakultas Teknik Industri, Teknik Mesin dan Teknik Elektro. Mobil juga telah diujicobakan guna memastikan layak dioperasikan seperti halnya dari segi aerodinamisnya, keiritan energy dan jarak tempuh. Kemudian prototip mobil listrik ini akan mengikuti lomba balapan untuk kelas mobil-mobil serupa melawan perguruan tinggi dari negara lain. “Yang dikirim ke Jepang ini hanya bisa dinaiki satu penumpang saja karena bentuknya masih prototip,” papar dia seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Deni Suryanti, Selasa (3/4). 

Menurut Muhlas, secara umum keunggulan mobil listrik ini ramah lingkungan, berorientasi masa depan dan desain chasis yang aerodinamis. Kecepatan mobil antara 40 hingga 60 km per jam. Jarak tempuh batere mencapai 100 km dengan durasi charge 2 hingga 3 jam. Tetapi memang, ada kekurangan dibanding mobil berbahan bakar fosil diantaranya kendala pemasaran dikarenakan kurang familier di masyarakat dan perawatannya relative mahal. “Usia batere mobil listrik juga hanya sekitar 50sampai 100 kali charge,” imbuhnya.

Sementara pembimbing proyek mobil listrik UMS, Ismoko Weni menambahkan, kedepannya kalangan akademisi ini memiliki harapan, apa yang dikembangan bisa memberikan kontribusi bagi negara. Seiring dengan semangat pengembangan mobil nasional, mobil listrik ini bisa diproduksi dalam model mobil urban atau untuk penumpang. Sehingga kebutuhan otomotif dalam negeri bisa dipenuhi sendiri . “Mudah mudahan kami mendapatkan hasil yang baik dari kompetisi ini,” ujarnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:58 WIB

Pendiri Oculus akan tinggalkan Facebook

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:45 WIB

China akan luncurkan Bulan buatan untuk terangi kota

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 10:45 WIB

Facebook rekrut mantan wakil PM Inggris Nick Clegg

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com