Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Otomotif

Presiden Jokowi bahas `fenomena dunia`

Kamis, 03 Mei 2018 - 07:09 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition, di JCC, Jakarta, Rabu (2/5). Sumber foto: https://bit.ly/2ritAod
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition, di JCC, Jakarta, Rabu (2/5). Sumber foto: https://bit.ly/2ritAod

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung mengenai bus listrik dan mobil listrik yang ada di Tiongkok. Ia menyebut, fenomena bus listrik ini mulai menjalar ke kota-kota lain di seluruh dunia. 

Presiden Jokowi mengemukakan apa yang dibacanya di Bloomberg itu, saat membuka The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (2/5).

“Salah satunya Shenzhen di akhir 2017, 100 persen dari 16.300 bus kota dan bus angkutan publiknya telah beralih ke bus listrik. Ini hati-hati kalau yang ini, dan menurut artikel ini, Tiongkok sedang mengganti 100.000 bus kota dan bus angkutan publik setiap tahunnya,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun menyindir Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang hadir di acara tersebut, dengan mengatakan bahwa mestinya bisa memulai dari Jakarta terlebih dulu.

“Pak Wakil Gubernur di sini hadir. Ganti busnya yang listrik supaya enggak kalah dengan yang tadi saya sampaikan,” ucap Presiden, seraya memaparkan bahwa saat ini Tiongkok sedang mengganti 100.000 bus kota dan bus angkutan publik setiap tahunnya dari bus-bus berbasis bahan bakar fosil menjadi bus listrik.

Presiden Jokowi menyebut, fenomena bus listrik ini mulai menjalar ke kota-kota lain di seluruh dunia, dari London, Paris, Los Angeles, Mexico City dan sebentar lagi nanti Jakarta. “Tapi terserah Pak Gub (DKI, red) dan Pak Wagub,” sambung Presiden Jokowi.

Masih mengutip Bloomberg, Presiden menyampaikan, tahun ini kendaraan listrik di dunia akan menghilangkan permintaan minyak global sekitar 279.000 barel per hari. Ia menunjuk contoh ekuivalen dengan total konsumsi nasional tahunan di Yunani, dari 279.000 barel per hari, yang dihemat melalui elektrifikasi bus listrik dan bus angkutan sekitar 233.000 barel per hari.

“Dengan semakin naiknya harga minyak di dunia dalam beberapa tahun ini, beberapa bulan ini, itu sudah pasti juga akan memicu semakin banyak sektor untuk bergeser dari teknologi-teknologi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada minyak,” terang Presiden Jokowi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 18:08 WIB

Polisi amankan wanita bawa sabu di Bandara

Kesehatan | 16 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Jenis kanker pada anak selain leukemia

Kecelakaan | 16 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Mobil pick up tabrak truk TNI, satu tewas dan dua orang terluka

Startup | 16 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Bareksa, marketplace reksadana dorong penetrasi investasi

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:18 WIB

Belasan ribu pohon cabai terendam banjir

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Pemkot Magelang siapkan tenaga administrasi SD-TK

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung mengenai bus listrik dan mobil listrik yang ada di Tiongkok. Ia menyebut, fenomena bus listrik ini mulai menjalar ke kota-kota lain di seluruh dunia. 

Presiden Jokowi mengemukakan apa yang dibacanya di Bloomberg itu, saat membuka The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (2/5).

“Salah satunya Shenzhen di akhir 2017, 100 persen dari 16.300 bus kota dan bus angkutan publiknya telah beralih ke bus listrik. Ini hati-hati kalau yang ini, dan menurut artikel ini, Tiongkok sedang mengganti 100.000 bus kota dan bus angkutan publik setiap tahunnya,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun menyindir Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang hadir di acara tersebut, dengan mengatakan bahwa mestinya bisa memulai dari Jakarta terlebih dulu.

“Pak Wakil Gubernur di sini hadir. Ganti busnya yang listrik supaya enggak kalah dengan yang tadi saya sampaikan,” ucap Presiden, seraya memaparkan bahwa saat ini Tiongkok sedang mengganti 100.000 bus kota dan bus angkutan publik setiap tahunnya dari bus-bus berbasis bahan bakar fosil menjadi bus listrik.

Presiden Jokowi menyebut, fenomena bus listrik ini mulai menjalar ke kota-kota lain di seluruh dunia, dari London, Paris, Los Angeles, Mexico City dan sebentar lagi nanti Jakarta. “Tapi terserah Pak Gub (DKI, red) dan Pak Wagub,” sambung Presiden Jokowi.

Masih mengutip Bloomberg, Presiden menyampaikan, tahun ini kendaraan listrik di dunia akan menghilangkan permintaan minyak global sekitar 279.000 barel per hari. Ia menunjuk contoh ekuivalen dengan total konsumsi nasional tahunan di Yunani, dari 279.000 barel per hari, yang dihemat melalui elektrifikasi bus listrik dan bus angkutan sekitar 233.000 barel per hari.

“Dengan semakin naiknya harga minyak di dunia dalam beberapa tahun ini, beberapa bulan ini, itu sudah pasti juga akan memicu semakin banyak sektor untuk bergeser dari teknologi-teknologi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada minyak,” terang Presiden Jokowi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 14 Oktober 2018 - 14:28 WIB

Samsung masih kuasai pasar smartphone global

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 08:13 WIB

Kereta terbang buatan China Melaju 1.000 km/jam

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:26 WIB

Internet dunia dapat berhenti dalam 48 jam ke depan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com