Minggu, 22 Juli 2018 | 21:23 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Luar Negeri / Asia Pasific

Kondisi kesehatan Gaza di ambang keambrukan

Jumat, 04 Mei 2018 - 08:30 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2HM2q4e
Sumber Foto: https://bit.ly/2HM2q4e

Kondisi kesehatan di Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS, berada di ambang keambrukan di tengah kekurangan parah obat dan pasokan medis, kata Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza.

Yousef Abu Ar-Reesh, Wakil Menteri Kesehatan di Jalur Gaza, mengatakan dalam satu taklimat di Rumah Sakit Shiffa di Kota Gaza bahwa Kementerian tersebut "melewai satu tahap yang paling buruk akibat krisis yang bertambah parah di sektor kesehatan".

Abu Ar-Reesh menyatakan persentase defisit obat-obatan mencapai 50 persen, demikian laporan Xinhua, seperti yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat (4/5) pagi. Ia menambahkan ada kekurangan 27 persen obat yang bisa dikonsumsi, dan 58 persen bahan laboratorium serta bank darah. Situasi bertambah parah oleh terus menipisnya obat darurat akibat bentrokan Palestina-Israel selama beberapa pekan belakangan di sepanjang perbatasan Israel dan Jalur Gaza. Abu Ar-Reesh mengatakan kekurangan pasokan mempengaruhi semua kategori pasien di daerah kantung Palestina itu.

Ia menyeru donor dunia agar mendukung Kementerian Kesehatan dan mencegah ambruknya sektor kesehatan. Abu Ar-Reesh juga menyeru organisasi hak asasi manusia Palestina dan internasional agar memikul tanggung-jawab mereka dengan menunjukkan pelanggaran nyat Israel atas hak asasi pasien untuk membatasi akses mereka ke perawatan medis. Tempat penyeberangan Jalur Gaza dengan Israel telah terpengaruh oleh bentrokan di dekat pagar perbatasan, yang telah ditutup sejak 30 Januari.

Kementerian Kesehatan itu mengatakan 44 orang Palestina, kebanyakan dari mereka menderita luka tembak, telah tewas dan lebih dari 6.000 orang lagi cedera dalam bentrokan dalam bentrokan sejak 30 Maret. Pemrotes Palestina dijadwalkan mencapai puncaknya pada 15 Mei, sehari setelah peringatan ke-70 berdirinya Israel, yang diperingati oleh rakyat Palestina sebagai Hari Nakba, atau Hari Bencana.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:14 WIB

Pemerintah serius perluas penggunaan Biodiesel 20

Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 20:37 WIB

Tips bagi jamaah Haji yang tersesat dan pingsan

Pemilihan Presiden 2019 | 22 Juli 2018 - 20:28 WIB

KPU Langkat skors rapat pleno DPSHP Pemilu 2019 selama sembilan jam

Kesehatan | 22 Juli 2018 - 20:15 WIB

Sudah divaksin influenza masih bisa kena pilek

Musibah | 22 Juli 2018 - 19:54 WIB

50 hektare lahan gunung di Aceh terbakar

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com