Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Parenting

Dampak positif dan negatif dari pola asuh `zaman now`

Jumat, 13 April 2018 - 05:33 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi (Pixabay). Sumber foto: https://bit.ly/2qnbfps
Ilustrasi (Pixabay). Sumber foto: https://bit.ly/2qnbfps

Elshinta.com - Zaman sekarang dikenal satu istilah pengasuhan bernama drone parenting, dimana orangtua hanya memantau anak mereka dari jauh.

"Sekarang drone parenting. Hanya mantau, anaknya dilepas saja. Dulu helicopter parenting, anak dipantau dari dekat, kalau ada apa-apa segera diturunkan tangga penyelamat," kata psikolog dari TigaGenerasi, Vera Itabiliana Hadiwidjojo di Jakarta, pada Rabu (11/4).

Apa dampak positif pola asuh ini?

"Positifnya, anak-anak dari millenial moms lebih ekspresif mengutarakan perasaannya. Anak berani mengutarakan pendapatnya," kata Vera.

Selain itu, mereka cenderung melek teknologi karena terlahir di tengah teknologi yang sudah berkembang. "Anak-anak sekarang sangat tecnhology minded karena lahir sudah bertemu teknologi berkembang," tuturnya.

Lalu apa dampak negatifnya?

"Negatifnya, anak dibiarkan sehingga seringkali anak kesulitan adaptasi dengan aturan karena terbiasa bebas. Mereka sulit masuk dengan lingkungan yang terstruktur," terangnya.

Selain itu, mereka juga cenderung telat berbicara saat usia balita. "Karena terekspos gadget berlebihan, teknologi melekat seolah mendewakan, mengenal warna lebih cepat, dan lainnya sehingga lupa ada media lain yang manfaatnya lebih banyak. Belajar puzzle bisa dengan puzzle beneran. Anak perlu dibatasi, stimulasi variatif harus masuk," kata Vera.

Vera menambahkan, orangtua tetap harus menjaga keseimbangan dalam memberikan aturan sekaligus stimulasi pada anak mereka. (Ant)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 18:08 WIB

Polisi amankan wanita bawa sabu di Bandara

Kesehatan | 16 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Jenis kanker pada anak selain leukemia

Kecelakaan | 16 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Mobil pick up tabrak truk TNI, satu tewas dan dua orang terluka

Startup | 16 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Bareksa, marketplace reksadana dorong penetrasi investasi

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:18 WIB

Belasan ribu pohon cabai terendam banjir

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Pemkot Magelang siapkan tenaga administrasi SD-TK

Elshinta.com - Zaman sekarang dikenal satu istilah pengasuhan bernama drone parenting, dimana orangtua hanya memantau anak mereka dari jauh.

"Sekarang drone parenting. Hanya mantau, anaknya dilepas saja. Dulu helicopter parenting, anak dipantau dari dekat, kalau ada apa-apa segera diturunkan tangga penyelamat," kata psikolog dari TigaGenerasi, Vera Itabiliana Hadiwidjojo di Jakarta, pada Rabu (11/4).

Apa dampak positif pola asuh ini?

"Positifnya, anak-anak dari millenial moms lebih ekspresif mengutarakan perasaannya. Anak berani mengutarakan pendapatnya," kata Vera.

Selain itu, mereka cenderung melek teknologi karena terlahir di tengah teknologi yang sudah berkembang. "Anak-anak sekarang sangat tecnhology minded karena lahir sudah bertemu teknologi berkembang," tuturnya.

Lalu apa dampak negatifnya?

"Negatifnya, anak dibiarkan sehingga seringkali anak kesulitan adaptasi dengan aturan karena terbiasa bebas. Mereka sulit masuk dengan lingkungan yang terstruktur," terangnya.

Selain itu, mereka juga cenderung telat berbicara saat usia balita. "Karena terekspos gadget berlebihan, teknologi melekat seolah mendewakan, mengenal warna lebih cepat, dan lainnya sehingga lupa ada media lain yang manfaatnya lebih banyak. Belajar puzzle bisa dengan puzzle beneran. Anak perlu dibatasi, stimulasi variatif harus masuk," kata Vera.

Vera menambahkan, orangtua tetap harus menjaga keseimbangan dalam memberikan aturan sekaligus stimulasi pada anak mereka. (Ant)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com