Minggu, 19 Agustus 2018 | 00:55 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

IPTEK / Telko

Kominfo tegaskan kartu prabayar tidak diregistrasi hangus

Senin, 30 April 2018 - 19:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Sumber Foto : http://bit.ly/2oV2ItZ
Sumber Foto : http://bit.ly/2oV2ItZ

Elshinta.com - Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad Ramli menegaskan kartu prabayar yang tidak diregistrasi ulang hingga Selasa dini hari akan hangus.

"Nomor yang sudah terlanjur tidak registrasi sampai 1 Mei 2018, pukul 00.00 WIB, itu akan hangus, dan tidak bisa lagi diregistrasikan oleh pelanggannya," ujar Ramli di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (30/4).

Ia mengakui ada sedikit perubahan aturan yang diterapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengenai mekanisme pemblokiran kartu seluler prabayar.

Sebelumnya, Rudiantara menyatakan pelanggan yang pada 1 Mei 2018 tidak meregistrasi ulang, maka kartunya akan diblokir total oleh operator, yang meliputi penonaktifan panggilan dan SMS keluar, panggilan dan SMS masuk serta layanan data internet. Kendati demikian, pelanggan yang kartunya terblokir total masih dapat memulihkan layanan telekomunikasinya, yakni dengan melakukan registrasi melalui SMS ke nomor 4444 atau telepon ke penyedia layanan dan kanal registrasi lain yang disediakan, selama masa aktif kartu prabayar belum habis.

Namun, Ramli menjelaskan rapat terakhir antara Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang dilaksanakan pada Senin, memutuskan untuk meminta para operator seluler untuk mematikan kartu prabayar yang tidak diregistrasi hingga dini hari nanti. "Jadi pelanggan mesti mengambil kartu SIM yang baru. Ini adalah hasil rapat kami. Intinya adalah karena kami sudah memberikan waktu yang cukup panjang dari Oktober 2017 sampai 1 Mei ini, maka seluruh nomor yang tidak diregistrasikan sampai pukul 00.00 WIB, tidak akan bisa diregistrasikan lagi," ungkap Ramli.

Terkait dengan itu, ia meminta kepada masyarakat untuk segera meregistrasi ulang kartu prabayarnya, jika tetap ingin menggunakan nomor seluler tersebut. "Mumpung masih ada beberapa jam lagi sebelum batas akhir," tutur dia.

"Pertimbangan kami melakukan hal itu adalah untuk pembersihan. Ini agar tidak ada lagi nomor-nomor 'siluman' yang seolah-olah aktif. Hilangnya nomor-nomor tidak terpakai itu juga untuk penyehatan industri," kata Ramli. (Ant)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 18 Agustus 2018 - 21:40 WIB

Buronan pembakar satu keluarga dibekuk

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 21:29 WIB

Dubes harapkan WNI di Swiss wujudkan Indonesia yang lebih maju

Asian Games 2018 | 18 Agustus 2018 - 21:12 WIB

Dirjen: Asian Games kesempatan emas bagi Indonesia

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 20:50 WIB

Pasukan Polri-korban perang rayakan kemerdekaan di Sudan

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 20:39 WIB

Warga Indonesia dan Malaysia rayakan HUT Kemerdekaan bersama

Megapolitan | 18 Agustus 2018 - 20:28 WIB

Kemendagri: Hak partai Aher jadi wagub DKI

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com