Senin, 22 Oktober 2018 | 09:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Reproduksi

Hubungan antara makanan dan menopasue lebih cepat

Sabtu, 05 Mei 2018 - 03:19 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Nasi Goreng (Pixabay). Sumber foto: https://img.antaranews.com/cache/730x487/2017/06/20170609nasi-goreng-70674_640.jpg
Nasi Goreng (Pixabay). Sumber foto: https://img.antaranews.com/cache/730x487/2017/06/20170609nasi-goreng-70674_640.jpg

Elshinta.com - Sebuah studi dalam Journal of Epidemiology & Community Health menemukan hubungan antara makanan dan masa seseorang mengalami menopasue lebih cepat.

Dalam studi itu, peneliti dari School of Food Science and Nutrition di University of Leeds di Inggris, Yashvee Dunneram dan rekannya mengungkapkan bahwa setiap satu porsi karbohidrat, seperti pasta dan nasi, berkorelasi dengan risiko wanita mengalami menopause 1,5 tahun lebih cepat.

Sementara itu, konsumsi setiap porsi harian ikan dan kacang polong segar, seperti kacang polong dan kacang-kacangan, bisa memperlambat menopause lebih dari 3 tahun. Selain itu, konsumsi harian yang lebih tinggi dari vitamin B-6 dan seng juga dikaitkan dengan perlambatan masa menopause.

Ketika para peneliti membandingkan antara vegetarian dan mereka yang mengonsumsi daging, mereka menemukan bahwa konsumsi daging berhubungan dengan penundaan menopause selama 1 tahun.

Hasil ini peneliti dapat setelah mereka memeriksa data yang tersedia dari Studi Cohort Wanita Inggris - survei terhadap lebih dari 35.000 wanita yang berbasis di Inggris berusia antara 35 dan 69 tahun.

Menggunakan data yang diambil dari kuesioner frekuensi makanan, para peneliti dapat memperkirakan asupan harian dari 217 makanan yang dikonsumsi oleh peserta. Dari semua wanita, 914 mengalami menopause secara alami antara usia 40 dan 65 tahun. Di antara wanita yang tidak memiliki anak, asupan makanan berjenis unggas yang lebih tinggi berhubungan dengan menopause yang lebih lambat.

"Temuan kami menegaskan bahwa diet mungkin terkait dengan usia saat menopause. Usia pada menopause alami mungkin memiliki implikasi pada hasil kesehatan di masa depan," tutur Dunneram dan tim seperti dilansir Antara dari Medical News Today. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 09:26 WIB

PKS Komitmen kawal moral partai dan kader

Ekonomi | 22 Oktober 2018 - 09:18 WIB

Adobsi teknologi dorong peningkatan DPK Bank Pasar

Badminton | 22 Oktober 2018 - 09:07 WIB

Kevin-Marcus `Minions` akhirnya juarai Denmark Terbuka

Event | 22 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Indra Sjafri yakin timnas Indonesia bisa bangkit

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 08:43 WIB

Pakar komunikasi ajak netizen deteksi berita hoax

Musibah | 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Elshinta.com - Sebuah studi dalam Journal of Epidemiology & Community Health menemukan hubungan antara makanan dan masa seseorang mengalami menopasue lebih cepat.

Dalam studi itu, peneliti dari School of Food Science and Nutrition di University of Leeds di Inggris, Yashvee Dunneram dan rekannya mengungkapkan bahwa setiap satu porsi karbohidrat, seperti pasta dan nasi, berkorelasi dengan risiko wanita mengalami menopause 1,5 tahun lebih cepat.

Sementara itu, konsumsi setiap porsi harian ikan dan kacang polong segar, seperti kacang polong dan kacang-kacangan, bisa memperlambat menopause lebih dari 3 tahun. Selain itu, konsumsi harian yang lebih tinggi dari vitamin B-6 dan seng juga dikaitkan dengan perlambatan masa menopause.

Ketika para peneliti membandingkan antara vegetarian dan mereka yang mengonsumsi daging, mereka menemukan bahwa konsumsi daging berhubungan dengan penundaan menopause selama 1 tahun.

Hasil ini peneliti dapat setelah mereka memeriksa data yang tersedia dari Studi Cohort Wanita Inggris - survei terhadap lebih dari 35.000 wanita yang berbasis di Inggris berusia antara 35 dan 69 tahun.

Menggunakan data yang diambil dari kuesioner frekuensi makanan, para peneliti dapat memperkirakan asupan harian dari 217 makanan yang dikonsumsi oleh peserta. Dari semua wanita, 914 mengalami menopause secara alami antara usia 40 dan 65 tahun. Di antara wanita yang tidak memiliki anak, asupan makanan berjenis unggas yang lebih tinggi berhubungan dengan menopause yang lebih lambat.

"Temuan kami menegaskan bahwa diet mungkin terkait dengan usia saat menopause. Usia pada menopause alami mungkin memiliki implikasi pada hasil kesehatan di masa depan," tutur Dunneram dan tim seperti dilansir Antara dari Medical News Today. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com