Hubungan antara makanan dan menopasue lebih cepat
Sabtu, 05 Mei 2018 - 03:19 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Nasi Goreng (Pixabay). Sumber foto: https://img.antaranews.com/cache/730x487/2017/06/20170609nasi-goreng-70674_640.jpg

Elshinta.com - Sebuah studi dalam Journal of Epidemiology & Community Health menemukan hubungan antara makanan dan masa seseorang mengalami menopasue lebih cepat.

Dalam studi itu, peneliti dari School of Food Science and Nutrition di University of Leeds di Inggris, Yashvee Dunneram dan rekannya mengungkapkan bahwa setiap satu porsi karbohidrat, seperti pasta dan nasi, berkorelasi dengan risiko wanita mengalami menopause 1,5 tahun lebih cepat.

Sementara itu, konsumsi setiap porsi harian ikan dan kacang polong segar, seperti kacang polong dan kacang-kacangan, bisa memperlambat menopause lebih dari 3 tahun. Selain itu, konsumsi harian yang lebih tinggi dari vitamin B-6 dan seng juga dikaitkan dengan perlambatan masa menopause.

Ketika para peneliti membandingkan antara vegetarian dan mereka yang mengonsumsi daging, mereka menemukan bahwa konsumsi daging berhubungan dengan penundaan menopause selama 1 tahun.

Hasil ini peneliti dapat setelah mereka memeriksa data yang tersedia dari Studi Cohort Wanita Inggris - survei terhadap lebih dari 35.000 wanita yang berbasis di Inggris berusia antara 35 dan 69 tahun.

Menggunakan data yang diambil dari kuesioner frekuensi makanan, para peneliti dapat memperkirakan asupan harian dari 217 makanan yang dikonsumsi oleh peserta. Dari semua wanita, 914 mengalami menopause secara alami antara usia 40 dan 65 tahun. Di antara wanita yang tidak memiliki anak, asupan makanan berjenis unggas yang lebih tinggi berhubungan dengan menopause yang lebih lambat.

"Temuan kami menegaskan bahwa diet mungkin terkait dengan usia saat menopause. Usia pada menopause alami mungkin memiliki implikasi pada hasil kesehatan di masa depan," tutur Dunneram dan tim seperti dilansir Antara dari Medical News Today. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 16 April 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Anggota Kelompok Kerja Kesehatan Reproduksi Pengurus Besar Perhimpunan Obst...
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:59 WIB
Elshinta.com -Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari men...
Rabu, 31 Oktober 2018 - 09:50 WIB
Elshinta.com - Penelitian terbaru yang dipublikasikan di The Journal of the American Medic...
Minggu, 16 September 2018 - 16:53 WIB
Elshinta.com - DPR RI Komisi IX akan segera menggelar rapat kerja dengan Kepala Badan Kepe...
Selasa, 04 September 2018 - 18:17 WIB
Elshinta.com - Psikolog klinis sekaligus dosen psikologi di Unika Atma Jaya, Inez Kristant...
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Tidak semua toilet umum menyediakan tisu, ada kalanya kita terpaksa tidak m...
Sabtu, 05 Mei 2018 - 03:19 WIB
Elshinta.com - Sebuah studi dalam Journal of Epidemiology & Community Health menemukan...
Jumat, 06 April 2018 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Sebagai wujud kepedulian terhadap tingkat kesehatan anak usia dini di Indon...
Senin, 19 Maret 2018 - 09:46 WIB
Elshinta.com - Menyampaikan pemahaman tentang reproduksi dan organnya pada anak sejak dini...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)