Studi: Bawang putih bisa kurangi risiko kanker tertentu
Elshinta
Sabtu, 05 Mei 2018 - 06:03 WIB |
Studi: Bawang putih bisa kurangi risiko kanker tertentu
Bawang putih. Sumber foto: https://bit.ly/2HQ30JX

Elshinta.com - Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan oleh para ilmuwan dari Universitas Nottingham, para peneliti menyimpulkan bahwa bawang putih sebenarnya dapat mengurangi risiko jenis kanker tertentu, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2.

Selain itu, cara menyiapkan bawang putih dapat memiliki efek positif untuk kesehatan. Namun, para ilmuwan tidak dapat menentukan metode persiapan mana yang paling efektif.

Bawang putih menghasilkan berbagai senyawa sulfur saat disiapkan, entah itu itu dicincang, difermentasi dalam alkohol atau digencet untuk diambil minyaknya.

Menurut para peneliti, senyawa belerang ini dapat mempengaruhi "molekul pemberi sinyal gas" seperti oksida nitrat dan hidrogen sulfida yang secara alami diproduksi dalam tubuh manusia.

Perubahan tingkat molekul sinyal gas dapat dideteksi pada orang yang menderita banyak penyakit, karena mereka dapat memiliki dampak besar pada komunikasi sel dan menjaga keseimbangan dalam tubuh.

"Molekul-molekul ini memberi keuntungan ekologis bagi tanaman saat mereka tumbuh di alam liar," kata Dr Peter Rose, ahli biokimia di Universitas Nottingham dan penulis senior studi tersebut seperti dilansir Antara dari Independent.

"Seperti yang terjadi, mereka juga aktif secara biologis dalam sel dan jaringan mamalia, tetapi kita tidak tahu bagaimana mereka dimetabolisme pada manusia."
Sementara teknik optimal untuk menyiapkan bawang putih masih diperdebatkan, para peneliti setuju bahwa bawang putih adalah salah satu dari beberapa spesies tanaman yang memiliki kemampuan restorasi yang kuat.

"Ada banyak kemungkinan di daerah ini untuk menemukan pendekatan yang dapat mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan kesehatan manusia, tetapi semuanya kembali ke pertanyaan mendasar tentang apa yang sebenarnya terjadi pada senyawa ini ketika kita memetabolisme mereka," kata Dr Rose.
“Ada seluruh spektrum pekerjaan manusia yang masih perlu dilakukan untuk mengeksplorasi lebih jauh beberapa senyawa belerang yang aneh dan indah ini yang kita temukan dalam makanan kita.”

Ulasan ini diterbitkan dalam jurnal Trends in Pharmacological Sciences.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Angka stunting di Indonesia turun jadi 27,67 persen
Jumat, 18 Oktober 2019 - 13:56 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengumumkan angka kasus stunting atau kekerdilan pada ...
Pasien serangan jantung di RS Zainoel Abidin 72 persen akibat perokok
Rabu, 16 Oktober 2019 - 21:25 WIB
Elshinta.com  Ketua Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Aceh, dr...
Terlalu banyak minum air putih dapat memicu hiponatremia
Rabu, 16 Oktober 2019 - 19:57 WIB
Elshinta.com - Meskipun mengkonsumsi air putih sangat dianjurkan untuk kesehatan, namun ap...
Konsumsi makanan sehat ini bisa atasi depresi
Rabu, 16 Oktober 2019 - 16:19 WIB
Elshinta.com - Buah-buahan dan sayuran yang dikenal bermanfaat melawan sejumlah masalah ke...
Terpapar sinar ultra violet, 250 ribu orang di Indonesia alami kebutaan
Rabu, 16 Oktober 2019 - 13:45 WIB
Elshinta.com - Saat ini ada 250 ribu orang yang mengalami kebutaan di Indonesia setiap tah...
Awas! Pekerja kantoran dan supir rentan terkena penyakit inkontinensia
Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:41 WIB
Elshinta.com - Pada usia senior ada sejumlah masalah kesehatan yang mungkin akan datang, s...
Pesan cinta terkait keamanan dan kesejahteraan dalam ajang The Color Run Love Tour 2019
Minggu, 13 Oktober 2019 - 09:27 WIB
Elshinta.com - Tahun 2019 menjadi tahun ketiga PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insuran...
BPOM tarik peredaran Ranitidin dan Albothyl, ini penjelasannya
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 13:24 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik produk Ranitidin dan Albothyl dari per...
Satgas Yonif 411 Kostrad gelar Posyandu dan pengobatan gratis di perbatasan RI-PNG
Jumat, 11 Oktober 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Sebagai wujud kepedulian kepada pertumbuhan dan gizi balita serta ibu hamil, pra...
Cegah stunting, Kemenkominfo ajak milenial terapkan PHBS
Jumat, 11 Oktober 2019 - 10:22 WIB
Elshinta.com - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak segenap kaum ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV