Jumat, 14 Desember 2018 | 00:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Atletik

Dua medali emas Atletik dari Singapore Open

Jumat, 04 Mei 2018 - 17:32 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Andrian peraih medali emas pada lari gawang putra nomor 400 meter. Sumber foto: https://bit.ly/2JNoS9x
Andrian peraih medali emas pada lari gawang putra nomor 400 meter. Sumber foto: https://bit.ly/2JNoS9x

Elshinta.com - Tim atletik Indonesia kembali meraih sukses di ajang kejuaraan atletik Singapore Open 2018. Turun dengan kekuatan hanya 8 atlet tim atletik Indonesia berhasil meraih 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Rekor ini memang jauh dari hasil keikutsertaan Indonesia di ajang Singapore Open beberapa tahun sebelumnya. Pada 2016, Indonesia mampu menjadi juara umum dengan perolehan 9 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu.

Seperti dilansir dari laman resmi PB PASI, dalam kejuaraan yang berlangsung selama dua hari dan berakhir pada Kamis (12/4) lalu, medali emas Indonesia diraih pelari gawang putra Andrian dari nomor 400 m gawang dan pelari jarak menengah Budiman Holle dari nomor 1500 m. Keduanya berhasil menyisihkan lawan-lawannya dari Thailand dan Malaysia serta tuan rumah Singapura.

Sementara dua medali perak diraih pelompat tinggi putra Rizky Pratama dan pelempar lembing putra Abdul Hafiz. Meski unggul dari pesaingnya sesama negara ASEAN, Rizky yang berhasil melompat setinggi 2,13 m itu belum mampu mengalahkan pelompat tinggi Korea Selatan Sanghyeok Woo yang ikut berlaga dengan lompatan setinggi 2,17 m.

Di nmor lempar lembing, Abdul Hafiz yang sempat melakukan lemparan sejauh lebih dari 70 m, terkenda diskualifikasi karena melanggar garis lempar, kalah dari pelempar lembing Thailand Peerachet Jantora yang mampu melempar sejauh 68,44 m.

Dua medali perunggu diraih atlet lompat tinggi putri Indonesia Nadia Anggraini dan pelari putri Sri Maya Sari di nomor 400 m. Nadia gagal meraih hasil terbaik setelah kalah dari pelompat tinggi Jepang Haruka Nakano dengan lompatan emasnya stinggi 1,81 m. Nadia hanya mampu melakukan lompatan terbaik setinggi 1,75 m, sama dengan pelompat tinggi Thailand Wanida Boowman yang meraih medali perak.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

Elshinta.com - Tim atletik Indonesia kembali meraih sukses di ajang kejuaraan atletik Singapore Open 2018. Turun dengan kekuatan hanya 8 atlet tim atletik Indonesia berhasil meraih 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Rekor ini memang jauh dari hasil keikutsertaan Indonesia di ajang Singapore Open beberapa tahun sebelumnya. Pada 2016, Indonesia mampu menjadi juara umum dengan perolehan 9 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu.

Seperti dilansir dari laman resmi PB PASI, dalam kejuaraan yang berlangsung selama dua hari dan berakhir pada Kamis (12/4) lalu, medali emas Indonesia diraih pelari gawang putra Andrian dari nomor 400 m gawang dan pelari jarak menengah Budiman Holle dari nomor 1500 m. Keduanya berhasil menyisihkan lawan-lawannya dari Thailand dan Malaysia serta tuan rumah Singapura.

Sementara dua medali perak diraih pelompat tinggi putra Rizky Pratama dan pelempar lembing putra Abdul Hafiz. Meski unggul dari pesaingnya sesama negara ASEAN, Rizky yang berhasil melompat setinggi 2,13 m itu belum mampu mengalahkan pelompat tinggi Korea Selatan Sanghyeok Woo yang ikut berlaga dengan lompatan setinggi 2,17 m.

Di nmor lempar lembing, Abdul Hafiz yang sempat melakukan lemparan sejauh lebih dari 70 m, terkenda diskualifikasi karena melanggar garis lempar, kalah dari pelempar lembing Thailand Peerachet Jantora yang mampu melempar sejauh 68,44 m.

Dua medali perunggu diraih atlet lompat tinggi putri Indonesia Nadia Anggraini dan pelari putri Sri Maya Sari di nomor 400 m. Nadia gagal meraih hasil terbaik setelah kalah dari pelompat tinggi Jepang Haruka Nakano dengan lompatan emasnya stinggi 1,81 m. Nadia hanya mampu melakukan lompatan terbaik setinggi 1,75 m, sama dengan pelompat tinggi Thailand Wanida Boowman yang meraih medali perak.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 18:57 WIB

Greysia/Apriyani telan kekalahan pertama grup A

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:49 WIB

Cari bibit atlet berbakat, Lumajang perlu perhatian

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:29 WIB

Bulls pecat pelatih kepala Fred Hoiberg

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com