Minggu, 22 Juli 2018 | 21:20 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

PKS bantah ultimatum Gerindra terkait cawapres

Jumat, 04 Mei 2018 - 17:35 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Hidayat Nur Wahid. Sumber foto: https://bit.ly/2JO3alR
Hidayat Nur Wahid. Sumber foto: https://bit.ly/2JO3alR

Elshinta.com - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid membantah partainya mengultimatum Partai Gerindra terkait calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto di Pemilu Presiden 2019, namun agar proses penentuannya bisa segera dilakukan.

"Bukan ultimatum dan mendikte namun itu aspirasi wajar saja saling disampaikan. Gerindra punya sikap politik, kami paham dan PKS juga punya sikap politik yang penting dipahami semuanya," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (4/5).

Dia mengatakan partai-partai harus saling berkoalisi karena syarat parpol atau gabungan parpol harus memenuhi 20 persen ambang batas mengajukan capres dan cawapres. Menurut dia, semua parpol koalisi yang mengusung Prabowo harus saling mendengarkan dan PKS sudah menyampaikan pendapatnya sehingga sosok bakal cawapres akan ditentukan dalam rapat bersama. "Prabowo saat itu menjanjikan akan bertemu lagi dengan PKS dan kita menunggu realisasi apa yang dikomitmenkan oleh Prabowo," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Dia pun meminta Partai Gerindra segera mengumumkan hasil survei internal tentang cawapres pendamping Prabowo Subianto. Hidayat mengakui konsolidasi atau persiapan yang panjang diperlukan untuk memenangkan konstelasi Pilpres 2019 dan ada hubungannya dengan hasil Pilkada 2018.

Selain itu dia juga meminta agar bakal cawapres pendamping Jokowi maupun Prabowo Subianto segera ditentukan karena PKS melihat peta politik Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 sudah jelas. Hidayat yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menilai saat ini hanya ada dua kubu, yakni pendukung Jokowi dan Prabowo sehingga penetapan Cawapres pendamping Prabowo dan Jokowi tidak perlu diulur-ulur. "Kenapa tidak dituntaskan saja sekalian, tuntaskan siapa Capres dan Cawapresnya dari masing-masing. Cawapres Pak Prabowo siapa, Jokowi siapa, udah jelas kok petanya mau diulur-ulur sampai kapan?," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:14 WIB

Pemerintah serius perluas penggunaan Biodiesel 20

Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 20:37 WIB

Tips bagi jamaah Haji yang tersesat dan pingsan

Pemilihan Presiden 2019 | 22 Juli 2018 - 20:28 WIB

KPU Langkat skors rapat pleno DPSHP Pemilu 2019 selama sembilan jam

Kesehatan | 22 Juli 2018 - 20:15 WIB

Sudah divaksin influenza masih bisa kena pilek

Musibah | 22 Juli 2018 - 19:54 WIB

50 hektare lahan gunung di Aceh terbakar

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com