Rabu, 26 September 2018 | 14:45 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

PKS bantah ultimatum Gerindra terkait cawapres

Jumat, 04 Mei 2018 - 17:35 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Hidayat Nur Wahid. Sumber foto: https://bit.ly/2JO3alR
Hidayat Nur Wahid. Sumber foto: https://bit.ly/2JO3alR

Elshinta.com - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid membantah partainya mengultimatum Partai Gerindra terkait calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto di Pemilu Presiden 2019, namun agar proses penentuannya bisa segera dilakukan.

"Bukan ultimatum dan mendikte namun itu aspirasi wajar saja saling disampaikan. Gerindra punya sikap politik, kami paham dan PKS juga punya sikap politik yang penting dipahami semuanya," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (4/5).

Dia mengatakan partai-partai harus saling berkoalisi karena syarat parpol atau gabungan parpol harus memenuhi 20 persen ambang batas mengajukan capres dan cawapres. Menurut dia, semua parpol koalisi yang mengusung Prabowo harus saling mendengarkan dan PKS sudah menyampaikan pendapatnya sehingga sosok bakal cawapres akan ditentukan dalam rapat bersama. "Prabowo saat itu menjanjikan akan bertemu lagi dengan PKS dan kita menunggu realisasi apa yang dikomitmenkan oleh Prabowo," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Dia pun meminta Partai Gerindra segera mengumumkan hasil survei internal tentang cawapres pendamping Prabowo Subianto. Hidayat mengakui konsolidasi atau persiapan yang panjang diperlukan untuk memenangkan konstelasi Pilpres 2019 dan ada hubungannya dengan hasil Pilkada 2018.

Selain itu dia juga meminta agar bakal cawapres pendamping Jokowi maupun Prabowo Subianto segera ditentukan karena PKS melihat peta politik Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 sudah jelas. Hidayat yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menilai saat ini hanya ada dua kubu, yakni pendukung Jokowi dan Prabowo sehingga penetapan Cawapres pendamping Prabowo dan Jokowi tidak perlu diulur-ulur. "Kenapa tidak dituntaskan saja sekalian, tuntaskan siapa Capres dan Cawapresnya dari masing-masing. Cawapres Pak Prabowo siapa, Jokowi siapa, udah jelas kok petanya mau diulur-ulur sampai kapan?," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:42 WIB

Penarik bentor siap wujudkan Pemilu damai

Kriminalitas | 26 September 2018 - 14:34 WIB

Tahun 2018, kasus narkoba di Kudus meningkat

Pemilihan Presiden 2019 | 26 September 2018 - 14:25 WIB

Sandiaga tegaskan fokus pada isu ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:03 WIB

Presiden ingatkan Pemilu tidak jadi alasan perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 13:54 WIB

Mendagri temui Ombudsman klarifikasi persoalan Ibu Kota Maybrat

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 26 September 2018 - 14:25 WIB

Sandiaga tegaskan fokus pada isu ekonomi

Rabu, 26 September 2018 - 13:35 WIB

Sandiaga: Jangan `baper` soal laman `Skandal Sandiaga`

Rabu, 26 September 2018 - 12:50 WIB

Bawaslu akan awasi iklan kampanye Pemilu 2019

Rabu, 26 September 2018 - 12:06 WIB

Politisi Golkar sebut Yenny Wahid akan dukung Jokowi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com