Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Eropa

Upacara peringatan korban perang Belanda diwarnai protes

Sabtu, 05 Mei 2018 - 11:06 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
AP Photo/Peter Dejong
AP Photo/Peter Dejong

Elshinta.com

Polisi Belanda menahan seorang lelaki karena berteriak di tengah berlangsungnya upacara nasional memperingati korban perang Belanda.

Lelaki tersebut berteriak singkat Jumat petang (4/5) sesaat sebelum ribuan orang mengheningkan cipta dua menit pada acara di alun-alun DAM di Amsterdam yang dihadiri Raja Willem Alexander serta petinggi lain.

Polisi dengan cepat menangkap, memborgol kedua tangannya dan membawanya. Acara mengheningkan cipta tetap berlangsung tanpa gangguan.

Sebelumnya pada hari sama, aktivis mengatakan membatalkan rencana protes yang bising pada upacara itu. Menurut para aktivis, upacara itu melupakan ribuan orang yang tewas semasa perang kemerdekaan Indonesia dari pemerintah kolonial Belanda. Seorang hakim melarang protes itu sehari sebelumnya. (*)

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com

Polisi Belanda menahan seorang lelaki karena berteriak di tengah berlangsungnya upacara nasional memperingati korban perang Belanda.

Lelaki tersebut berteriak singkat Jumat petang (4/5) sesaat sebelum ribuan orang mengheningkan cipta dua menit pada acara di alun-alun DAM di Amsterdam yang dihadiri Raja Willem Alexander serta petinggi lain.

Polisi dengan cepat menangkap, memborgol kedua tangannya dan membawanya. Acara mengheningkan cipta tetap berlangsung tanpa gangguan.

Sebelumnya pada hari sama, aktivis mengatakan membatalkan rencana protes yang bising pada upacara itu. Menurut para aktivis, upacara itu melupakan ribuan orang yang tewas semasa perang kemerdekaan Indonesia dari pemerintah kolonial Belanda. Seorang hakim melarang protes itu sehari sebelumnya. (*)

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:38 WIB

KJRI Guangzhou bantu pulangkan 22 ABK Indonesia

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 07:22 WIB

Dolar melemah tertekan data negatif ekonomi AS

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:25 WIB

Wapres hadiri pembukaan KTT ASEM ke-12

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com