Selasa, 11 Desember 2018 | 10:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aktual IPTEK

Kominfo: Kepercayaan kepada media arus utama meningkat

Sabtu, 05 Mei 2018 - 12:29 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Kementerian Komunikasi dan Informatika R Niken Widiastuti. Sumber Foto: https://bit.ly/2JUFXyo
Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Kementerian Komunikasi dan Informatika R Niken Widiastuti. Sumber Foto: https://bit.ly/2JUFXyo

Elshinta.com  - Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Kementerian Komunikasi dan Informatika R Niken Widiastuti mengatakan tingkat kepercayaan masyarakat kepada media arus utama mengalami peningkatan pada kurun 2017-2018.

Dalam pelatihan bertajuk "Trusted Media Summit 2018" di Jakarta, Sabtu (5/5), ia mengatakan di era digital saat ini ada pola komunikasi khusus dengan model 10:90. "Artinya 10 persen orang memproduksi hoaks kemudian 90 persen sisanya tanpa disuruh ikut menyebarkan hoaks," kata Niken, seperti dikutip Antara.

Ia memaparkan data pengguna internet di Indonesia saat ini sekira 106 juta jiwa dari 262 juta jiwa penduduk aktif menggunakan internet. "Bahkan pengguna gawai di Indonesia sekira 371 juta, artinya satu orang lebih bisa lebih dari satu gawai. Sekitar 142 persen lebih jumlah gawai dari total penduduk, artinya informasi beredar sangat cepat tanpa diundang menyerang semuanya pemilik gawai," katanya.

Dengan kondisi tersebut, banyak informasi yang diterima masyarakat termasuk berita-berita bohong atau hoaks. "Namun, dengan maraknya berita-berita bohong, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama terus meningkat. Begitu pun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," tutur Niken.

Ia menambahkan kepercayaan masyarakat terhadap platform menurun dari minus 2 menjadi minus 5. "Jadi, marilah kita menyehatkan dunia maya seperti kita menyehatkan dunia nyata," ujarnya Niken. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com  - Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Kementerian Komunikasi dan Informatika R Niken Widiastuti mengatakan tingkat kepercayaan masyarakat kepada media arus utama mengalami peningkatan pada kurun 2017-2018.

Dalam pelatihan bertajuk "Trusted Media Summit 2018" di Jakarta, Sabtu (5/5), ia mengatakan di era digital saat ini ada pola komunikasi khusus dengan model 10:90. "Artinya 10 persen orang memproduksi hoaks kemudian 90 persen sisanya tanpa disuruh ikut menyebarkan hoaks," kata Niken, seperti dikutip Antara.

Ia memaparkan data pengguna internet di Indonesia saat ini sekira 106 juta jiwa dari 262 juta jiwa penduduk aktif menggunakan internet. "Bahkan pengguna gawai di Indonesia sekira 371 juta, artinya satu orang lebih bisa lebih dari satu gawai. Sekitar 142 persen lebih jumlah gawai dari total penduduk, artinya informasi beredar sangat cepat tanpa diundang menyerang semuanya pemilik gawai," katanya.

Dengan kondisi tersebut, banyak informasi yang diterima masyarakat termasuk berita-berita bohong atau hoaks. "Namun, dengan maraknya berita-berita bohong, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama terus meningkat. Begitu pun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," tutur Niken.

Ia menambahkan kepercayaan masyarakat terhadap platform menurun dari minus 2 menjadi minus 5. "Jadi, marilah kita menyehatkan dunia maya seperti kita menyehatkan dunia nyata," ujarnya Niken. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com