Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Otomotif

Mobil buatan RI hadir di pameran impor internasional Shanghai

Sabtu, 05 Mei 2018 - 15:39 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi deretan mobil yang siap untuk diekspor ke luar negeri di Tanjung Priok Car Terminal, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2wnmg0r
Ilustrasi deretan mobil yang siap untuk diekspor ke luar negeri di Tanjung Priok Car Terminal, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2wnmg0r

Elshinta.com - Indonesia dipastikan ikut serta dalam Pameran Impor Internasional China atau China International Import Expo (CIIE) yang pertama akan diselenggarakan pada 5-10 November 2018 di National Exhibition and Convention Center (NECC) Shanghai, China.

Direktur Bidang Promosi China International Import Expo Han Yen dalam konferensi pers persiapan CIIE 2018 di NECC Shanghai, Jumat, menyebutkan terdapat empat perusahaan Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian ikut berpatisipasi dalam ajang internasional tersebut. "Terdapat empat perusahaan Indonesia yang sudah menandatangani kesediaannya untuk ikut serta dalam CIIE 2018," katanya, dikutip Antara.

Dua dari empat perusahaan asal Indonesia tersebut, di antaranya Bagus Group dan Maspion Group Indonesia. "Kami berharap akan lebih banyak lagi perusahaan yang bisa berpartisipasi," katanya.

Dia menyebutkan 89 perusahaan dari 10 negara ASEAN telah memastikan akan mengikuti China International Import Expo (CIIE) yang pertama dan akan diselenggarakan pada 5-10 November 2018 di National Exhibition and Convention Center (NECC) Shangai, China.? Asisten General Manajer Operation Center NECC Wang Yu Xian mengatakan 89 perusahaan dari 10 negara ASEAN telah menandatangani untuk mengikuti kegiatan tersebut di mana akan menempati area seluas 3.007 meter persegi yang tercatat hingga 3 Mei 2018. "Pada Januari 2018, kami telah menjalin kerja sama dengan 15 penyedia jasa di 10 negara ASEAN untuk mengundang perusahaan lokal agar ikut serta dalam pameran," katanya.

Dari pihak yang diajak kerja sama, Wang menyebutkan, di antaranya pemerintah, seperti Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam, Kementerian Industri dan Perdagangan Laos, Kementerian Perdagangan dan Industri Filipina, Kementerian Dagang Kamboja, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darusaalam dan sebagainya. Selain itu, terdapat pula perusahaan dan asosiasi industri, seperti Federasi Bisnis Singapura, Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Federasi Industri dan Dagang Myanmar. "Dari 10 negara ASEAN, Indonesia, Malaysia dan Thailand memiliki dua hingga tiga penyedia jasa yang bekerja sama dengan kami, contohnya Malaysia melalui Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Malaysia di tingkat pemerintahan dan Kamar Dagang China Penang di tingkat lokal," katanya.

Wang mengatakan dari total 89 perusahaan yang telah memastikan akan berpartisipasi dalam CIIE 2018, paling banyak di antaranya adalah perusahaan dengan produk makanan dan hasil pertanian. Dia mengatakan CIIE 2018 diharapkan bisa menjadi ajang yang dapat mempromosikan ekonomi global dengan menjalin kerja sama yang erat antarperusahaan, terutama ASEAN dengan China. "Semoga CIIE dapat memberikan keuntungan yang nyata dan memperat jalinan kerja sama bisnis antarnegara-negara di ASEAN," katanya.

CIIE dinisiasi oleh Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping pada "Belt and Road Forum" Mei 2017 lalu. Pameran tersebut akan mempertemukan para pengusaha, pejabat pemerintahan dan pembeli profesional dari 100 negara dan wilayah yang akan ikut serta dalam ajang tersebut. Diperkirakan akan ada 150.000 pembeli potensial dari dalam dan luar negeri yang akan meramaikan ajang tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 18:08 WIB

Polisi amankan wanita bawa sabu di Bandara

Kesehatan | 16 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Jenis kanker pada anak selain leukemia

Kecelakaan | 16 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Mobil pick up tabrak truk TNI, satu tewas dan dua orang terluka

Startup | 16 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Bareksa, marketplace reksadana dorong penetrasi investasi

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:18 WIB

Belasan ribu pohon cabai terendam banjir

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Pemkot Magelang siapkan tenaga administrasi SD-TK

Elshinta.com - Indonesia dipastikan ikut serta dalam Pameran Impor Internasional China atau China International Import Expo (CIIE) yang pertama akan diselenggarakan pada 5-10 November 2018 di National Exhibition and Convention Center (NECC) Shanghai, China.

Direktur Bidang Promosi China International Import Expo Han Yen dalam konferensi pers persiapan CIIE 2018 di NECC Shanghai, Jumat, menyebutkan terdapat empat perusahaan Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian ikut berpatisipasi dalam ajang internasional tersebut. "Terdapat empat perusahaan Indonesia yang sudah menandatangani kesediaannya untuk ikut serta dalam CIIE 2018," katanya, dikutip Antara.

Dua dari empat perusahaan asal Indonesia tersebut, di antaranya Bagus Group dan Maspion Group Indonesia. "Kami berharap akan lebih banyak lagi perusahaan yang bisa berpartisipasi," katanya.

Dia menyebutkan 89 perusahaan dari 10 negara ASEAN telah memastikan akan mengikuti China International Import Expo (CIIE) yang pertama dan akan diselenggarakan pada 5-10 November 2018 di National Exhibition and Convention Center (NECC) Shangai, China.? Asisten General Manajer Operation Center NECC Wang Yu Xian mengatakan 89 perusahaan dari 10 negara ASEAN telah menandatangani untuk mengikuti kegiatan tersebut di mana akan menempati area seluas 3.007 meter persegi yang tercatat hingga 3 Mei 2018. "Pada Januari 2018, kami telah menjalin kerja sama dengan 15 penyedia jasa di 10 negara ASEAN untuk mengundang perusahaan lokal agar ikut serta dalam pameran," katanya.

Dari pihak yang diajak kerja sama, Wang menyebutkan, di antaranya pemerintah, seperti Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam, Kementerian Industri dan Perdagangan Laos, Kementerian Perdagangan dan Industri Filipina, Kementerian Dagang Kamboja, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darusaalam dan sebagainya. Selain itu, terdapat pula perusahaan dan asosiasi industri, seperti Federasi Bisnis Singapura, Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Federasi Industri dan Dagang Myanmar. "Dari 10 negara ASEAN, Indonesia, Malaysia dan Thailand memiliki dua hingga tiga penyedia jasa yang bekerja sama dengan kami, contohnya Malaysia melalui Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Malaysia di tingkat pemerintahan dan Kamar Dagang China Penang di tingkat lokal," katanya.

Wang mengatakan dari total 89 perusahaan yang telah memastikan akan berpartisipasi dalam CIIE 2018, paling banyak di antaranya adalah perusahaan dengan produk makanan dan hasil pertanian. Dia mengatakan CIIE 2018 diharapkan bisa menjadi ajang yang dapat mempromosikan ekonomi global dengan menjalin kerja sama yang erat antarperusahaan, terutama ASEAN dengan China. "Semoga CIIE dapat memberikan keuntungan yang nyata dan memperat jalinan kerja sama bisnis antarnegara-negara di ASEAN," katanya.

CIIE dinisiasi oleh Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping pada "Belt and Road Forum" Mei 2017 lalu. Pameran tersebut akan mempertemukan para pengusaha, pejabat pemerintahan dan pembeli profesional dari 100 negara dan wilayah yang akan ikut serta dalam ajang tersebut. Diperkirakan akan ada 150.000 pembeli potensial dari dalam dan luar negeri yang akan meramaikan ajang tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 14 Oktober 2018 - 14:28 WIB

Samsung masih kuasai pasar smartphone global

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 08:13 WIB

Kereta terbang buatan China Melaju 1.000 km/jam

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:26 WIB

Internet dunia dapat berhenti dalam 48 jam ke depan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com