Menkes: Penuhi gizi anak dengan pangan lokal sekaligus berdayakan petani
Sabtu, 05 Mei 2018 - 19:29 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek. Sumber foto: https://bit.ly/2HV1czr

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek meminta pemerintah daerah dan desa memanfaatkan pangan lokal untuk memenuhi asupan gizi anak guna membantu petani setempat.

"Biskuit dari pemerintah seperti biasa tetap kami sediakan untuk pemulihan tapi pangan lokal harus diberikan," kata Nila saat meluncurkan PSC 119 Padang Pariaman Tanggap Kasus Gawat Darurat di Parit Malintang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (5/5).

Ia mengatakan banyak pangan lokal yang dapat digunakan untuk memenuhi asupan gizi anak mulai dari telur, ayam dan sayuran yang semuanya mudah diperoleh. Tujuan dimanfaatkannya pangan lokal karena juga dapat meningkatkan penghasilan petani setempat sehingga mereka lebih giat lagi menggeluti usahanya. "Ini yang diinginkan Presiden untuk memperbaiki gizi anak sambil menumbuhkan perekonomian warga di daerah itu dengan cara memberdayakannya," katanya.

Hal tersebut, lanjutnya dapat dilakukan dengan mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan asupan gizi untuk anak yang mana pangannya dibeli dari warga di sekitar lokasi bantuan itu diberikan Sehingga, kata dia, uangnya beredar di lokasi tersebut dan tidak seperti biasa yang dibeli dari daerah lain. "Saya lebih suka ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diberikan uang untuk membelikan pangan lokal kepada anak-anak," ujar dia seperti dikutip dari Antara.

Oleh Karena itu ia meminta pemerintah daerah mencarikan cara agar dana desa dapat digunakan PKK guna membeli dan menyerahkan bantuan tersebut kepada anak-anak. Ia pun mengapresiasi Padang Pariaman yang memiliki Laskar Nagari Peduli Pangan dan Gizi guna mengantisipasi adanya stunting atau kurang gizi di daerah itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 14 Januari 2019 - 21:33 WIB
Elshinta.com - ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut, asma, pneumonia hingga jantung k...
Senin, 14 Januari 2019 - 06:46 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit d...
Minggu, 13 Januari 2019 - 17:57 WIB
Elshinta.com - Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan minuman manis yang ding...
Jumat, 11 Januari 2019 - 07:07 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif LSM Indonesia AIDS Coalition (IAC) Aditya Wardhana memin...
Jumat, 11 Januari 2019 - 06:15 WIB
Elshinta.com - Penderita HIV AIDS di Indonesia terancam tidak bisa mendapatkan obat Antire...
Kamis, 10 Januari 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan kepada masyarakat agar memperha...
Rabu, 09 Januari 2019 - 14:23 WIB
Elshinta.com - Alimuddin Arfah adalah peserta JKN-KIS yang tinggal di Kota Tarakan, Kalima...
Rabu, 09 Januari 2019 - 05:00 WIB
Elshinta.com - Minuman bervitamin ternyata tidak benar-benar bermanfaat bagi tubuh. Hal it...
Rabu, 09 Januari 2019 - 04:09 WIB
Elshinta.com - Seseorang dengan metabolime tubuh lambat biasanya mengalami gejala seperti ...
Rabu, 09 Januari 2019 - 03:11 WIB
Elshinta.com - Penelitian menunjukkan bahwa meditasi secara teratur dapat menjadi strategi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)