Senin, 20 Agustus 2018 | 19:48 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

Gaya Hidup / Kesehatan

Dinkes Mataram catat 337 kasus TB paru

Minggu, 06 Mei 2018 - 14:54 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto:  https://bit.ly/2JZrelY
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JZrelY

Elshinta.com  - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat kasus tuberkulosis (TB) paru selama tahun 2017 sebayak 337 kasus.

"Sementara untuk tahun ini sedang kita data melalui kader dan catatan medis di puskesmas dan di sejumlah rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Minggu (6/5).

Dikatakan, pada tahun 2017 Kota Mataram ditarget secara nasional menemukan sebanyak 800 TB paru, namun yang berhasil ditemukan sebanyak 337 kasus sehingga jumlah kasus TB paru di Mataram dinilai relatif rendah. Namun demikian, Dinkes Kota Mataram sejauh ini masih tetap melakukan pendataan bahkan langsung ke rumah penduduk untuk mengantisipasi adanya kasus TB paru yang tidak terdeteksi. "Kasus TB paru tidak terdeteksi karena siapa tahu penderita tidak mau datang berobat sehingga tidak terdeteksi," katanya, seperti dihimpun Antara.

Pelayanan bagi penderita TB paru selama ini diberikan secara gratis, karena penangan penyakit TB paru sudah menjadi program pemerintah sehingga diberikan pengobatan dan penanganan gratis di setiap pusat layanan kesehatan. Pada tahap awal, penderita TB paru diperiksa dan diobati di puskesmas dengan melakukan pemeriksaan dahak untuk observasi. Jika ada komplikasi, maka mareka akan dirujuk ke rumah sakit. "Termasuk di rumah sakit swasta juga bisa, meskipun mereka tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (JKN), sebab penanganan TB paru sudah masuk program," katanya lagi.

Ia mengatakan, TB paru merupakan penyakit menular melalui pernafasan dan kontak langsung termasuk membuang dahak sembarangan. "Jadi kalau membuang dahak ada etika, agar tidak menular," katanya Salah satu ciri menyakit TB paru, tambahnya, adalah mengalami batuk tidak sembuh-sembuh atau baruk kronis dan mengalami sesak. "Jika warga menemukan adanya indikasi TB paru disekitarnya dengan tanda-tanda tersebut sebaiknya disarankan memeriksakan diri ke puskesmas," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 20 Agustus 2018 - 19:34 WIB

Anies apresiasi prestasi tim U-14 DKI Jakarta

Aktual Dalam Negeri | 20 Agustus 2018 - 19:22 WIB

Pertamina bangun ruang kelas PAUD Bunda Pertiwi

Ekonomi | 20 Agustus 2018 - 19:06 WIB

IHSG Senin ditutup menguat 108,39 poin

Ekonomi | 20 Agustus 2018 - 18:57 WIB

Musim kemarau keterserapan pupuk kujang menurun

Aktual Dalam Negeri | 20 Agustus 2018 - 18:46 WIB

Kapolri: Persoalan Papua adalah pembangunan ekonomi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 20 Agustus 2018 - 15:06 WIB

Jangan tuntut anak berkompetisi sejak dini

Senin, 20 Agustus 2018 - 14:03 WIB

Merasa lebih muda ternyata baik untuk kesehatan

Senin, 20 Agustus 2018 - 12:03 WIB

Hati-hati, ini tujuh bahaya diet ekstrem

Minggu, 19 Agustus 2018 - 17:57 WIB

Kali Talang dikembangkan sebagai kawasan ekowisata

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com