Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:13 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Olahraga / Aktual Olahraga

China-Iran penantang berat Indonesia di Asian Games 2018

Minggu, 06 Mei 2018 - 18:36 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2FLDnby
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2FLDnby

Elshinta.com  - Pebalap cross country (XC) putri China dan Iran dinilai bakal menjadi penantang utama pebalap Indonesia pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang mengingat perkembangan pebalap dari dua negara itu meningkat.

"China sudah pasti. Tapi saya melihat Iran bakal muncul sebagai kekuatan baru. Kami memantau cukup lama. Dan benar, mereka bisa bersaing dengan pebalap China dan Jepang," kata pelatih XC Indonesia, Okiraspati, di sela Kejuaraan MTB Asia di Danao City, Cebu, Filipina, Minggu (6/5).

Pada Kejuaraan Asia MTB di Cebu, dua pebalap China, yaitu Li Hong Feng dan Hang Mingyan, berada di posisi pertama dan kedua, sedangkan pebalap Iran, Partoazar Faranak. Mereka yang tercepat dalam menempuh jarak 25,80 km yang terbagi dalam lima putaran. Hasil kurang memuaskan diraih tiga pebalap putri Indonesia. Pebalap senior, Kusmawati Yazid, harus puas di posisi sembilan. Sementara Noviana berada di posisi 13 dan Rohidah berada di posisi 14. "Untuk Asia Tenggara, pebalap kita masih bisa bersaing. Memang pebalap dari Vietnam maupun Thailand juga mulai on. Minimal kita masih bisa bersaing," kata pelatih asal Jawa Barat itu.

Meski kurang meraih hasil di kejuaraan Asia, Oki menyebut pebalap putri Indonesia tetap mempunyai peluang menyodok. Pihaknya mengaku akan memaksimalkan waktu yang ada untuk meningkatkan kemampuan tiga pebalap yang ada. "Kuota kita ada dua. Jadi ada satu pebalap yang akan dicoret. Itu akan dilakukan setelah kita melakukan try out. Rencananya kami akan ke Jepang," kata Oki, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Yazid mengaku trek di Danao City ini cukup berat dan cuaca juga cukup panas. Apalagi persiapan untuk menghadapi kejuaraan ini cukup singkat. "Setelah PON 2016 jarang ada kejuaraan lagi. Makanya saya turun di enduro. Setelah itu baru ada panggilan untuk ikut pelatnas Asian Games. Jadi belum bisa maksimal di sini," katanya saat dikonfirmasi.

Hal sama dikatakan Rohidah. Pebalap yang sebelumnya turun di disiplin road race ini memang belum memiliki jam terbang yang tinggi di XC. Bahkan dirinya mengaku baru empat kali turun di kejuaraan XC dan langsung turun di level Asia. "Saya memang belum lama turun di XC, tapi saya akan terus berusaha. Untuk balapan di sini memang cukup berat. Apalagai cuaca panas. Beda saat latihan yang cenderung hujan," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Film | 15 Agustus 2018 - 12:10 WIB

`Rompis`, film romantisme remaja dibumbui komedi

Aktual Dalam Negeri | 15 Agustus 2018 - 12:02 WIB

Wayan Jondra terpilih pimpin KPU Bali

Hukum | 15 Agustus 2018 - 11:54 WIB

KPK periksa wakil bendahara DPP PKB

Megapolitan | 15 Agustus 2018 - 11:46 WIB

Anies uji coba lintasan sepeda Jakarta International Velodrome

Aktual Dalam Negeri | 15 Agustus 2018 - 11:37 WIB

Terdeteksi, karhutla di pesisir Riau masih membara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com