Senin, 22 Oktober 2018 | 00:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Jembatan penghubung Flores-Adonara tunggu tanda tangan Kementerian

Senin, 07 Mei 2018 - 08:10 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi Jembatan Palmerah. Sumber foto: https://bit.ly/2HTiCR6
Ilustrasi Jembatan Palmerah. Sumber foto: https://bit.ly/2HTiCR6

Elshinta.com - Proyek pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila yang menghubungkan Pulau Flores dan Adonara di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tinggal menunggu tanda tangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Semua proses sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu tanda tangan Menteri ESDM-PUPR dan proyek sudah bisa dimulai," kata Juru Bicara Konsorsium Belanda, Latif Gau kepada Antara, Senin (7/5).

Dia mengemukakan hal itu terkait proses rencana pembangunan Jembatan Palmerah dan pembangunan turbin pembangkit listrik arus laut Selat Gonzalu di Kabupaten Flores Timur.

Latif berharap proyek ini paling lambat awal Juni 2018 sudah bisa dilakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan fisik di lapangan.

"Kami harapkan, penandatanganan kesepakatan antara Menteri ESDM dan PUPR bisa dilakukan dalam bulan Mei ini, sehingga Juni nanti sudah bisa dilakukan peletakan batu pertama," katanya menambahkan.

Mengenai analisa dampak lingkungan (Amdal), dia mengatakan, sedang dalam tahapan akhir, yang berarti sejauh ini sudah tidak ada kendala bagi Konsorsium Belanda untuk segera memulai konstruksi di lapangan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

Elshinta.com - Proyek pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila yang menghubungkan Pulau Flores dan Adonara di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tinggal menunggu tanda tangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Semua proses sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu tanda tangan Menteri ESDM-PUPR dan proyek sudah bisa dimulai," kata Juru Bicara Konsorsium Belanda, Latif Gau kepada Antara, Senin (7/5).

Dia mengemukakan hal itu terkait proses rencana pembangunan Jembatan Palmerah dan pembangunan turbin pembangkit listrik arus laut Selat Gonzalu di Kabupaten Flores Timur.

Latif berharap proyek ini paling lambat awal Juni 2018 sudah bisa dilakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan fisik di lapangan.

"Kami harapkan, penandatanganan kesepakatan antara Menteri ESDM dan PUPR bisa dilakukan dalam bulan Mei ini, sehingga Juni nanti sudah bisa dilakukan peletakan batu pertama," katanya menambahkan.

Mengenai analisa dampak lingkungan (Amdal), dia mengatakan, sedang dalam tahapan akhir, yang berarti sejauh ini sudah tidak ada kendala bagi Konsorsium Belanda untuk segera memulai konstruksi di lapangan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com