Sabtu, 15 Desember 2018 | 08:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

DPR soroti kondisi guru honorer di Indonesia

Senin, 07 Mei 2018 - 12:56 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2HNM1bc
Sumber foto: https://bit.ly/2HNM1bc

Elshinta.com - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menyoroti kondisi guru honorer di Indonesia, karena belum mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah sehingga peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tiap tanggal 2 Mei harus menjadi momentum perbaikan nasib guru honorer.

"Walau Indonesia memiliki peringatan Hardiknas, namun menjadi sangat ironis, karena hingga kini masih ada banyak tenaga pengajar atau guru honorer yang belum mendapatkan kesejahteraan layak," kata Taufik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (7/5).

Dia mengaku prihatin dengan kondisi guru honorer karena, dengan gaji yang jauh dari kata layak, bahkan di bawah angka Upah Minimum Regional (UMR), tidak sebanding dengan perjuangannya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Kondisi itu menurut dia sangat ironis karena seorang guru selalu dituntut untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, namun kesejahteraan mereka terabaikan, bahkan dengan kehidupan ekonomi saat ini, guru semakin sulit memenuhi kebutuhan hidupnya, dikutip dari laman Antara.

"Mereka bahkan harus mencari pekerjaan sampingan. Ini harus menjadi renungan kita bersama agar ada solusi ke depannya," tegasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 15 Desember 2018 - 08:24 WIB

Sejumlah tanggul jebol, banjir kepung Aceh Tenggara

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 08:12 WIB

Polda Metro Jaya perkirakan 150 ribu Jakmania ikut perayaan Persija

Arestasi | 15 Desember 2018 - 07:49 WIB

Siber Polri ungkap jaringan pemalsu kartu kredit

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:37 WIB

Ini pengaturan lalu lintas saat pawai Persija

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:25 WIB

Pemprov DKI siapkan acara selebrasi Persija

Elshinta.com - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menyoroti kondisi guru honorer di Indonesia, karena belum mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah sehingga peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tiap tanggal 2 Mei harus menjadi momentum perbaikan nasib guru honorer.

"Walau Indonesia memiliki peringatan Hardiknas, namun menjadi sangat ironis, karena hingga kini masih ada banyak tenaga pengajar atau guru honorer yang belum mendapatkan kesejahteraan layak," kata Taufik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (7/5).

Dia mengaku prihatin dengan kondisi guru honorer karena, dengan gaji yang jauh dari kata layak, bahkan di bawah angka Upah Minimum Regional (UMR), tidak sebanding dengan perjuangannya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Kondisi itu menurut dia sangat ironis karena seorang guru selalu dituntut untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, namun kesejahteraan mereka terabaikan, bahkan dengan kehidupan ekonomi saat ini, guru semakin sulit memenuhi kebutuhan hidupnya, dikutip dari laman Antara.

"Mereka bahkan harus mencari pekerjaan sampingan. Ini harus menjadi renungan kita bersama agar ada solusi ke depannya," tegasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 07:37 WIB

Ini pengaturan lalu lintas saat pawai Persija

Sabtu, 15 Desember 2018 - 07:25 WIB

Pemprov DKI siapkan acara selebrasi Persija

Sabtu, 15 Desember 2018 - 06:51 WIB

Polisi periksa 17 saksi kasus KTP-el tercecer

Sabtu, 15 Desember 2018 - 06:39 WIB

Tol Pemalang-Batang gratis hingga akhir Desember

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com