Peneliti di Denmark temukan terobosan dalam menekan obesitas
Elshinta
Senin, 07 Mei 2018 - 10:50 WIB | Penulis : Mario Vau | Editor : Dewi Rusiana
Peneliti di Denmark temukan terobosan dalam menekan obesitas
sumber foto: https://bit.ly/2JYA4jF

Mungkinkah seseorang mengkonsumsi makanan seperti pizza dan burger terus-menerus tanpa bertambah gemuk? Penelitian di Denmark tengah menguak cara kerja tubuh untuk menghadapi pergeseran pola hidup, dimana akses pada makanan yang semakin mudah menyebabkan peningkatan obesitas pada masyarakat.

 Cara-cara baru menekan kecenderungan tubuh untuk menyimpan energi berlebih dalam bentuk lemak ditemukan dengan melakukan penelitian pada tikus yang diberi asupan makanan setara dengan konsumsi makanan seperti pizza dan lemak dari peneliti di University of Copenhagen seperti dilaporkan oleh situs Science Daily. Yang dilakukan para peneliti adalah menghilangkan enzim NAMPT pada jaringan lemak tikus secara genetis. Perubahan ini menyebabkan tikus yang jaringan lemaknya telah dimodifikasi tersebut menjadikannya sama sekali tidak gemuk atau mengalami gejala obesitas, bahkan dengan pola makan penuh lemak.

“Kami memberikan tikus-tikus pola makan yang kurang lebih mencerminkan terus menerus mengkonsumsi pizza dan burger. Meskipun demikian, tidak terjadi pembesaran dari jaringan lemak mereka. Pada akhirnya, tujuan kami adalah memahami dasar-dasar dari menjadi gemuk , dan menerapkannya dalam penanganan penyakit terkait metabolism,” kata Karen Norgaard Nielsen, salah satu peneliti dari Novo Nordisk Foundation Center for Basic Metabolic Research, dari University of Copenhagen.

Penelitian ini segaris dengan hasil yang diperoleh pada manusia. Sejumlah studi mengindikasikan bahwa kehadiran enzim NAMPT di dalam darah dan jaringan lemak di lambung terkait dengan kegemukan atau obesitas. Akan tetapi penelitian terbaru ini adalah bukti pertama bahwa enzim NAMPT diperlukan untuk menjadi gemuk, dan sebaliknya, absennya enzim ini melindungi suatu makhluk hidup sepenuhnya dari obesitas.

Diketahui bahwa selain hilangnya gejala kegemukan ketika tikus-tikus tersebut tidak memiliki enzim NAMPT, mereka juga memiliki kadar gula darah yang lebih terkontrol dibanding tikus biasa, ketika mengkonsumsi makanan berlemak tinggi.

Penemuan ini merupakan terobosan karena selama ini diyakini bahwa enzim NAMPT penting bagi fungsi penyimpanan lemak dalam tubuh. Hal ini mungkin saja tepat pada nenek moyang manusia, untuk menyimpan energy secara efisien ketika menjalani pola hidup nomaden dengan ketersediaan asupan makanan yang tidak menentu. Namun menurut Profesor Zachary Gerthart-Hines dari lembaga yang sama, fungsi tersebut kini menjadi suatu ancaman bagi masyarakat yang memiliki akses mudah  pada makanan yang tinggi kadar lemak dan  penuh dengan kalori.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hewan peliharaan wajib dibersihkan sepanjang pandemi
Selasa, 19 Januari 2021 - 13:40 WIB
Bagi sebagian orang, hewan peliharaan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam keseharian mereka...
Ancaman penyakit degeneratif di tengah pandemi COVID-19
Selasa, 19 Januari 2021 - 06:00 WIB
Ketika seluruh energi tercurah pada penanganan COVID-19, masyarakat seperti teralihkan pada bahaya d...
Dua RSUD di Kabupaten Tangerang siapkan bangsal khusus untuk vaksinasi
Senin, 18 Januari 2021 - 15:22 WIB
Bangsal khusus di lantai dua RSUD Kabupaten Tangerang, Banten disiapkan untuk melaksanakan penyuntik...
Kemenkes buka registrasi penerima vaksin Covid-19 via WhatsApp 
Minggu, 17 Januari 2021 - 20:10 WIB
Pemerintah telah memulai vaksinasi Covid-19 sebagai langkah penanggulangan penyebaran virus corona. ...
Dinkes Sulbar berupaya hidupkan pelayanan puskemas
Minggu, 17 Januari 2021 - 18:34 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat kini berupaya menghidupkan kembali pelayanan kesehatan di se...
Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 capai 42.664 orang
Sabtu, 16 Januari 2021 - 16:24 WIB
Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RS) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga 16 Januar...
Kemenkes perlu buat standar GeNose alat `alternative screening` Covid-19
Sabtu, 16 Januari 2021 - 12:53 WIB
Perlu adanya standar dari Kementerian Kesehatan yang secara langsung menyatakan bahwa GeNose adalah ...
Wali Kota Bandung sembuh dari Covid-19
Jumat, 15 Januari 2021 - 15:28 WIB
Setelah terkonfirmasi positif Covid-19 pada pekan lalu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial kini telah ...
Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 sebanyak 42.196 orang
Jumat, 15 Januari 2021 - 14:36 WIB
Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga 15 Janua...
Pemkab Langkat siap dukung vaksinasi Covid-19
Jumat, 15 Januari 2021 - 10:37 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara, Terbit Rencana PA, mendukung pelaksanaan vaksinasi dan akan melaksan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV