Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kuliner

Nestlé dan Starbucks sepakati kerjasama lisensi produk secara global

Senin, 07 Mei 2018 - 16:10 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2HZYZTt
Sumber foto: https://bit.ly/2HZYZTt

Dua nama besar yang bergerak di industri kopi mengumumkan kesepakatan yang memberikan hak abadi bagi Nestlé – perusahaan Swiss - untuk memasarkan produk konsumen Starbucks di luar yang dipasarkan di kedai kopi Amerika Serikat tersebut. Nilai transaksi ini sebesar 7.15 milyar dolar AS (sekitar 100 trilyun rupiah).

“Kerjasama di tingkat global ini akan membawakan pengalaman Starbucks bagi jutaan rumah di seluruh dunia melalui jangkauan dan reputasi Nestlé,” ungkap Kevin Johnson, CEO Starbucks. Menurutnya, kerjasama historis ini adalah bagian dari upaya Starbucks untuk berevolusi  untuk mengantisipasi  kebutuhan konsumennya.

Sementara pimpinan Nestlé melihatnya sebagai kesempatan pengembangan divisi kopi yang mereka kelola. “Transaksi ini adalah langkah besar bagi bisnis kopi kami, yang masuk dalam kategori pertumbuhan tercepat,” kata Mark Schneider, CEO Nestlé.

Dalam perjanjian ini, seperti diberitakan dalam situs Nestlé, pihak Starbucks menerima dana tunai sebesar 7.15 milyar dolar AS untuk unit usaha yang setiap tahunnya menghasilkan omzet sebesar 2 milyar dolar (atau senilar 28 trilyun rupiah).

Sebagai bagian dari kerjasama ini, diperkirakan sekitar 500 karyawan Starbucks di seluruh dunia akan pindah ke Nestlé sebagai upaya memperbesar kesempatan di bisnis yang sudah berjalan dan untuk berbagai rencana perluasan usaha. Akan tetapi, pusat dari produk konsumen ini akan tetap berada di Seattle, yang juga merupakan lokasi kantor pusat Starbucks.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Dua nama besar yang bergerak di industri kopi mengumumkan kesepakatan yang memberikan hak abadi bagi Nestlé – perusahaan Swiss - untuk memasarkan produk konsumen Starbucks di luar yang dipasarkan di kedai kopi Amerika Serikat tersebut. Nilai transaksi ini sebesar 7.15 milyar dolar AS (sekitar 100 trilyun rupiah).

“Kerjasama di tingkat global ini akan membawakan pengalaman Starbucks bagi jutaan rumah di seluruh dunia melalui jangkauan dan reputasi Nestlé,” ungkap Kevin Johnson, CEO Starbucks. Menurutnya, kerjasama historis ini adalah bagian dari upaya Starbucks untuk berevolusi  untuk mengantisipasi  kebutuhan konsumennya.

Sementara pimpinan Nestlé melihatnya sebagai kesempatan pengembangan divisi kopi yang mereka kelola. “Transaksi ini adalah langkah besar bagi bisnis kopi kami, yang masuk dalam kategori pertumbuhan tercepat,” kata Mark Schneider, CEO Nestlé.

Dalam perjanjian ini, seperti diberitakan dalam situs Nestlé, pihak Starbucks menerima dana tunai sebesar 7.15 milyar dolar AS untuk unit usaha yang setiap tahunnya menghasilkan omzet sebesar 2 milyar dolar (atau senilar 28 trilyun rupiah).

Sebagai bagian dari kerjasama ini, diperkirakan sekitar 500 karyawan Starbucks di seluruh dunia akan pindah ke Nestlé sebagai upaya memperbesar kesempatan di bisnis yang sudah berjalan dan untuk berbagai rencana perluasan usaha. Akan tetapi, pusat dari produk konsumen ini akan tetap berada di Seattle, yang juga merupakan lokasi kantor pusat Starbucks.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com