Senin, 10 Desember 2018 | 19:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

PVMBG: Letusan Marapi freatik dan kecil

Senin, 07 Mei 2018 - 19:45 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2jAIhPZ
Sumber foto: https://bit.ly/2jAIhPZ

Elshinta.com Penanggungjawab Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Mamay Surmayadi memperkirakan letusan yang terjadi di gunung tersebut pada beberapa waktu lalu bersifat freatik dan masih dalam skala kecil.

"Letusan yang sifatnya freatik atau kontak uap panas magma dengan air di permukaan, susah dideteksi kapan karena di permukaan sekali," katanya di Bukittinggi, Senin (7/5).

Setelah erupsi pada Rabu (2/5), aktivitas Marapi selanjutnya cenderung tenang sehingga diperkirakan yang terjadi memang letusan freatik.

"Kalau letusan karena pergerakan magma dari bawah, setelah meletus diikuti aktivitas kegempaan. Marapi tidak demikian, malah datar-datar saja," katanya.

Dalam rentetan aktivitas Gunung Marapi sejak 1807, menunjukkan letusan yang masih dalam skala kecil dan menghasilkan abu. "Kami tetap pantau 24 jam karena ini gunung api aktif, kita berharap memang tidak meningkat," katanya.

Meski demikian, hingga sekarang Marapi masih ditetapkan dalam status waspada karena melihat karakter serta catatan aktivitasnya tersebut, dikutip dari laman Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com Penanggungjawab Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Mamay Surmayadi memperkirakan letusan yang terjadi di gunung tersebut pada beberapa waktu lalu bersifat freatik dan masih dalam skala kecil.

"Letusan yang sifatnya freatik atau kontak uap panas magma dengan air di permukaan, susah dideteksi kapan karena di permukaan sekali," katanya di Bukittinggi, Senin (7/5).

Setelah erupsi pada Rabu (2/5), aktivitas Marapi selanjutnya cenderung tenang sehingga diperkirakan yang terjadi memang letusan freatik.

"Kalau letusan karena pergerakan magma dari bawah, setelah meletus diikuti aktivitas kegempaan. Marapi tidak demikian, malah datar-datar saja," katanya.

Dalam rentetan aktivitas Gunung Marapi sejak 1807, menunjukkan letusan yang masih dalam skala kecil dan menghasilkan abu. "Kami tetap pantau 24 jam karena ini gunung api aktif, kita berharap memang tidak meningkat," katanya.

Meski demikian, hingga sekarang Marapi masih ditetapkan dalam status waspada karena melihat karakter serta catatan aktivitasnya tersebut, dikutip dari laman Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com