Ribuan ton pupuk ilegal disita petugas
Senin, 07 Mei 2018 - 20:08 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Syahri Ruslan.

Elshinta.com Proses pemeriksaan kasus 6.500 ton pupuk diduga ilegal yang disita dari Kapal Kargo MV Toyo Maru memakan waktu sepekan, setelah kapal yang membawa 16 awak itu diamankan pihak Korem 101/Antasari dan Ditkrimsus Polda Kalsel, di Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Jumat (4/5).

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI Muhrizal Sarwani memastikan ribuan ton pupuk tersebut ilegal, karena tidak dilengkapi label merk. "Karena tidak terdaftar di Kementerian Pertanian. Bahkan di karungnya tanpa merek, tanpa nomor pendaftaran, dan belum uji mutu dan uji efektivitasnya,” kata Muhrizal didampingi Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya bersama pihak Kejaksaan Tinggi  Kalsel diwakili Kasi Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Bidang Intel Kejati Kalsel, Acmad Jusriadi, dan Perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan serta Dinas Pertanian Kalsel, Senin (7/5).

Sebab, kata dia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, dalam Pasal 37 menyatakan pupuk yang beredar di Indonesia wajib memenuhi standar mutu dan terjamin efektivitasnya serta diberi label. Jadi pupuk tersebut diduga menyalahi aturan. Temuan pupuk dari kapal asal Tiongkok, China itu tidak ada label dan tak terdaftar.

“Jadi ada prosedur yang tak dilewatinya, sebab pupuk harus terdaftar meskipun itu untuk permintaan industri atau order khusus. Jadi tinggal pihak berwenanglah yang bisa melakukan eksekusi aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” katanya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Syahri Ruslan, Senin (7/5). 

Acmad Jusriadi mengatakan, apabila pupuk yang ditemukan pihak TNI dan Polri itu ilegal. Maka pelaku terbukti melanggar UU terancam pidana 5 tahun masa kurungan dan denda Rp250 juta.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:34 WIB
Elshinta.com - Aparat Polresta Tangerang, Banten, memburu bandar narkotika jenis sabu-sabu...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:09 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti memint...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:43 WIB
Elshinta.com - Polsek Metro Tanah Abang Jakarta Pusat menangkap tiga provokator biang keri...
Kamis, 17 Januari 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Warga Gaplek, Pamulang, Tangerang Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com -Seorang remaja di Kabupaten Kediri memiliki ‘hobi’ meremas payudara g...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com -Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau menyita ribuan produk ilegal berupa...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Sukabumi, ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:34 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 41 orang warga Kecamatan Empanang menyerahkan diri ke Polres Kapua...
Rabu, 16 Januari 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan artis VA sebagai tersangka kasus pr...
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:29 WIB
Elshinta.com - Polres Metro Jakarta Utara menggelar pemusnahan barang bukti berupa sabu se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)