Kamis, 20 September 2018 | 16:52 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

IPTEK / Aplikasi

Fitur pertemanan Facebook telah membantu radikalis mengenal satu sama lainnya

Senin, 07 Mei 2018 - 18:18 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2HYZjC1
Sumber foto: https://bit.ly/2HYZjC1

Ribuan anggota ISIS diperkenalkan satu sama lain pada platform media sosial populer Facebook, oleh karena sebuah fitur “suggested friends” (teman yang disarankan) yang tersedia pada aplikasi tersebut. Algoritma yang terdapat pada Facebook memudahkan seorang dengan minat yang sama untuk mengenal orang lain dengan minat yang serupa.

Analisa sejumlah peneliti yang mempelajari seribu simpatisan ISIS dari 96 negara menemukan bahwa seringkali mereka saling berkenalan dan membangun jejaring melalui penggunaan fitur ini. Seperti dilaporkan di harian The Independent, salah satu peneliti bernama Robert Postings disajikan sejumlah saran pertemanan setelah mengklik sebuah laman Facebook yang berisi berita mengenai sejumlah pemberontakan berbasis agama, yang padahal bukan merupakan laman kalangan radikalis.

“Dalam upayanya untuk menghubungkan sebanyak mungkin orang, Facebook secara tidak sengaja telah menciptakan sebuah sistem yang membantun menghubungkan kaum radikalis dan teroris,” kata Postings kepada harian The Telegraph.

“Dalam kurun waktu enam bulan , seorang pengguna medsos itu berubah dari menjadi seorang yang tidak berkeyakinan tertentu, hingga akhirnya menjadi seorang pendukung  ISIL,” lanjutnya, menggunakan istilah alernatif untuk ISIS.

Penelitian ini juga mendalami usaha Facebook untuk menekan adanya penyebaran informasi bernuansa radikal yang dilakukan di platform media sosial itu. Diketahui, dari seribu akun yang dipantau dalam waktu enam bulan, tidak sampai separuh yang diblokir oleh Facebook.

Menurut Gregory Waters, salah satu penulis studi yang lain Facebook telah menjadi tempat dimana jaringan pendukung ISIS dapat bergerak leluasa.  “Penelitian ini telah mengungkap ketidakmampuan atau keengganan Facebook untuk menghadapi masalah konten radikalis di situs mereka secara efisien,” jelasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 20 September 2018 - 16:44 WIB

Bocah tewas, tujuh orang hilang akibat topan Mangkhut di Thailand

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 16:34 WIB

Swastanisasi penjara masih menjadi wacana

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 16:24 WIB

20 ribu ton beras impor di simpan di Jawa Timur

Manajemen | 20 September 2018 - 16:06 WIB

Tips membangun relasi dan mempertahankan hubungan bisnis

| 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com