Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Menristekdikti tak toleransi kecurangan dalam SBMPTN

Selasa, 08 Mei 2018 - 10:45 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali, Selasa (8/5). Sumber foto: https://bit.ly/2wkLPit
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali, Selasa (8/5). Sumber foto: https://bit.ly/2wkLPit

Elshinta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan dia tidak akan menoleransi kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Kalau ada kecurangan dari mahasiswa, saya minta dikeluarkan. Saya tidak menoleransi ada kecurangan," katanya usai meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali, Selasa (8/5).

"Kalau panitia membocorkan, saya akan pidanakan, karena ini membongkar dokumen negara. Begitu juga dengan percetakan, kita awasi dengan ketat, saya tidak mau ada celah dalam seleksi," tambah Nasir,, dikutip Antara.

"Kali ini saya melakukan monitoring di Singaraja Bali karena barangkali di sini selama ini tidak pernah ditinjau karena jauh. Biasanya kalau tidak pernah ditinjau ini ada perhatian khusus."

Seleksi penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan serentak di 85 perguruan tinggi negeri. Peserta SBMPTN kali ini sebanyak 861.000 orang, yang mencakup 26.181 peserta yang mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dan 833.820 peserta Ujian Tertulis Berbasis Cetak (UTBC).

SBMPTN tahun ini juga diikuti 1.078 orang peserta program pendidikan Paket C dan 365 penyandang disabilitas yang terdiri atas 122 peserta tuna rungu, 107 tuna netra, 43 tuna wicara dan 93 peserta tuna daksa.

Nasir sudah meninjau persiapan SBMPTN Senin (7/5) dan memantau pelaksanaannya sudah baik hari ini. Ia berharap tidak ada kebocoran soal ujian dan praktik perjokian dalam ujian seleksi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Hukum | 14 Desember 2018 - 20:58 WIB

Belum berizin, Mapolres Kudus baru digugat ke pengadilan

Elshinta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan dia tidak akan menoleransi kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Kalau ada kecurangan dari mahasiswa, saya minta dikeluarkan. Saya tidak menoleransi ada kecurangan," katanya usai meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali, Selasa (8/5).

"Kalau panitia membocorkan, saya akan pidanakan, karena ini membongkar dokumen negara. Begitu juga dengan percetakan, kita awasi dengan ketat, saya tidak mau ada celah dalam seleksi," tambah Nasir,, dikutip Antara.

"Kali ini saya melakukan monitoring di Singaraja Bali karena barangkali di sini selama ini tidak pernah ditinjau karena jauh. Biasanya kalau tidak pernah ditinjau ini ada perhatian khusus."

Seleksi penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan serentak di 85 perguruan tinggi negeri. Peserta SBMPTN kali ini sebanyak 861.000 orang, yang mencakup 26.181 peserta yang mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dan 833.820 peserta Ujian Tertulis Berbasis Cetak (UTBC).

SBMPTN tahun ini juga diikuti 1.078 orang peserta program pendidikan Paket C dan 365 penyandang disabilitas yang terdiri atas 122 peserta tuna rungu, 107 tuna netra, 43 tuna wicara dan 93 peserta tuna daksa.

Nasir sudah meninjau persiapan SBMPTN Senin (7/5) dan memantau pelaksanaannya sudah baik hari ini. Ia berharap tidak ada kebocoran soal ujian dan praktik perjokian dalam ujian seleksi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com