Senin, 22 Oktober 2018 | 11:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Satu peserta SBMPTN di Untag sempat dikeluarkan dari ruang ujian

Selasa, 08 Mei 2018 - 11:52 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2HYTOqK
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2HYTOqK

Elshinta.com - Seorang peserta tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dikeluarkan pengawas dari ruang ujian di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (8/5) karena tidak terdaftar dalam presensi SBMPTN.

Pengawas ruang ujian SBMPTN di Untag, Muhammad Ishaq Abdussalam mengatakan peserta itu atas nama Chris Lourentino Agungputrajaya sejak awal tidak ada nomor peserta ujian baik di presesnsi maupun nomor peserta yang tertempel di bangku. "Saya khawatir kalau mungkin joki, makanya kami keluarkan dulu untuk diverifikasi panitia," kata Ishaq.

Namun setelah dia berkonsultasi dengan pihak panitia, maka diputuskan Chris bisa kembali ke ruang ujian dengan menambahkan catatan pada berita acara pengawas.

Sementera itu, Chris Lourentino Agungputrajaya yang mengaku siswa SMA Kristen Petra 1 Surabaya berdasarkan kartu peserta ujian mendapat ruang di ruang L509 Untag. "Saya daftar daring seperti teman-teman saya, sampai halaman verifikasi saya sudah dapat lokasi ujian di Untag," ujarnya.

Chris menegaskan dia juga baru melihat ruangan ujian pada kartu peserta hari ini ketika ditanya pihak panitia. Setelah dikeluarkan dari ruangan dan diverifikasi di ruang sekretariat, pihak panitia memutuskan untuk mengembalikan peserta ke ruang ujian. "Tambah grogi saya, tapi senang juga bisa masuk ruangan lagi," tuturnya, dikutip Antara.

Sebanyak 60.727 peserta mengikuti SBMPTN di panlok 50 tahun ini. Peserta tersebar di kampus swasta dan sekolah di sekitar lima PTN di Surabaya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Ribuan siswa peringati Hari Santri di Alun-alun Kebumen

Hukum | 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

Peluang | 22 Oktober 2018 - 10:43 WIB

Peluang usaha menjanjikan bagi para pecinta hewan peliharaan

Elshinta.com - Seorang peserta tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dikeluarkan pengawas dari ruang ujian di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (8/5) karena tidak terdaftar dalam presensi SBMPTN.

Pengawas ruang ujian SBMPTN di Untag, Muhammad Ishaq Abdussalam mengatakan peserta itu atas nama Chris Lourentino Agungputrajaya sejak awal tidak ada nomor peserta ujian baik di presesnsi maupun nomor peserta yang tertempel di bangku. "Saya khawatir kalau mungkin joki, makanya kami keluarkan dulu untuk diverifikasi panitia," kata Ishaq.

Namun setelah dia berkonsultasi dengan pihak panitia, maka diputuskan Chris bisa kembali ke ruang ujian dengan menambahkan catatan pada berita acara pengawas.

Sementera itu, Chris Lourentino Agungputrajaya yang mengaku siswa SMA Kristen Petra 1 Surabaya berdasarkan kartu peserta ujian mendapat ruang di ruang L509 Untag. "Saya daftar daring seperti teman-teman saya, sampai halaman verifikasi saya sudah dapat lokasi ujian di Untag," ujarnya.

Chris menegaskan dia juga baru melihat ruangan ujian pada kartu peserta hari ini ketika ditanya pihak panitia. Setelah dikeluarkan dari ruangan dan diverifikasi di ruang sekretariat, pihak panitia memutuskan untuk mengembalikan peserta ke ruang ujian. "Tambah grogi saya, tapi senang juga bisa masuk ruangan lagi," tuturnya, dikutip Antara.

Sebanyak 60.727 peserta mengikuti SBMPTN di panlok 50 tahun ini. Peserta tersebar di kampus swasta dan sekolah di sekitar lima PTN di Surabaya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Senin, 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Senin, 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Senin, 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com