Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Bupati Malang `Bedol Desa` kunker ke Pemkab Kudus

Selasa, 08 Mei 2018 - 12:57 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Sutini.
Foto: Sutini.

Elshinta.com - Anugerah tanda kehormatan tertinggi dari Presiden RI untuk Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berupa Parasamya Purnakarya Nugraha menjadi alasan Bupati Malang Jatim Dr. H. Rendra Kresna bersama rombongan yang hampir 100 orang tertarik untuk belajar ke Kudus. Bupati Malang yang hadir bersama seluruh kepala OPD tersebut diterima Bupati Kudus H. Musthofa di pendopo Kabupaten Kudus, Senin (7/5).

Bupati Malang menyampaikan penghargaan yang diterima Kabupaten Kudus menginspirasi Kabupaten lain untuk belajar. 
"Kami datang ke Kudus untuk mereplikasi berbagai kemajuan yang telah dicapai diera kepemimpinan  Bupati Kudus sekarang," kata Rendra seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini, Selasa (8/5).

Alasan kenapa harus ke Kudus, Menurut Rendra, karena tahun ini Kudus merupakan satu-satunya kabupaten yang berhasil mendapatkan anugerah/penghargaan tertinggi yakni Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI. Itu merupakan buah dari upaya serius dari Bupati dan jajarannya. Apalagi wilayah Malang hampir empat kali lebih luas dari Kudus.

Bupati Kudus H. Musthofa bersama sekda dan seluruh kepala OPD-nya, menyambut rombongan Bupati Malang. Dikatakannya bahwa kegiatan ini adalah saling bertukar informasi untuk kemajuan bersama. Karena tentu ada hal-hal positif yang bisa saling diserap.

"Tugas utama dari pemerintah adalah untuk kesejahteraan. Dimana bisa terwujud dengan berbagai program dan gagasan out of the box," kata Musthofa.  

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:31 WIB

Presiden tegur manajemen sistem BPJS Kesehatan

Elshinta.com - Anugerah tanda kehormatan tertinggi dari Presiden RI untuk Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berupa Parasamya Purnakarya Nugraha menjadi alasan Bupati Malang Jatim Dr. H. Rendra Kresna bersama rombongan yang hampir 100 orang tertarik untuk belajar ke Kudus. Bupati Malang yang hadir bersama seluruh kepala OPD tersebut diterima Bupati Kudus H. Musthofa di pendopo Kabupaten Kudus, Senin (7/5).

Bupati Malang menyampaikan penghargaan yang diterima Kabupaten Kudus menginspirasi Kabupaten lain untuk belajar. 
"Kami datang ke Kudus untuk mereplikasi berbagai kemajuan yang telah dicapai diera kepemimpinan  Bupati Kudus sekarang," kata Rendra seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini, Selasa (8/5).

Alasan kenapa harus ke Kudus, Menurut Rendra, karena tahun ini Kudus merupakan satu-satunya kabupaten yang berhasil mendapatkan anugerah/penghargaan tertinggi yakni Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI. Itu merupakan buah dari upaya serius dari Bupati dan jajarannya. Apalagi wilayah Malang hampir empat kali lebih luas dari Kudus.

Bupati Kudus H. Musthofa bersama sekda dan seluruh kepala OPD-nya, menyambut rombongan Bupati Malang. Dikatakannya bahwa kegiatan ini adalah saling bertukar informasi untuk kemajuan bersama. Karena tentu ada hal-hal positif yang bisa saling diserap.

"Tugas utama dari pemerintah adalah untuk kesejahteraan. Dimana bisa terwujud dengan berbagai program dan gagasan out of the box," kata Musthofa.  

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com