Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Trend

Untuk bisa pergi haji, berapa lama kita harus menabung?

Selasa, 08 Mei 2018 - 17:14 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Redaksi.
Foto: Redaksi.

Elshinta.com - Haji adalah ibadah yang dirindukan banyak orang. Karena itu, orang bekerja keras untuk mengumpulkan uang agar bisa pergi ke tanah suci. Memang tidak mudah bisa mengumpulkan uang untuk pergi haji. Jika benar-benar tak ada tekad yang bulat, sulit bagi kita untuk bisa mengumpulkan uang agar bisa ke sana.

Makanya, orang terkadang harus menggunakan dana pinjaman (talangan) atau ikut arisan agar bisa pergi haji, bahkan harus menjual harta warisan atau kepunyaan pribadinya seperti tanah, bangunan, dan sebagainya.

Pertanyaannya: Jika seluruh gaji kita ditabung, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa pergi haji?

Dilansir dari Aljazeera, calon jemaah asal Indonesia membutuhkan waktu untuk menabung sekitar 10 bulan gajinya agar bisa berangkat ke tanah suci dengan perkiraan gaji setahun warga Indonesia adalah US$ 3.600 atau setara dengan sekitar Rp 47 juta.

Waktu yang dibutuhkan oleh warga Indonesia ini cenderung lebih cepat dibanding negara-negara lain. Di Mesir, warganya harus menabung sebesar satu setengah tahun gaji mereka untuk pergi haji. Penghasilan warga mesir per tahunnya dilaporkan mencapai US$ 3.600 atau Rp 47 juta.

Sama halnya dengan Nigeria. Warga Nigeria yang menjadi calon jemaah haji rata-rata harus menabung hingga lebih dari dua tahun gaji mereka. Rata-rata gaji per tahun warga Nigeria adalah US$ 2.200 atau setara dengan hampir Rp 29 juta.

Menurut survei Aljazeera mengutip hajiumrohnews, negara yang warganya harus menunggu paling lama untuk bisa berangkat haji adalah Bangladesh. Di sana, penduduknya harus memiliki tabungan senilai tiga tahun dua bulan jumlah gajinya.

Laporan Bank Dunia menyebut, gaji rata-rata orang Bangladesh selama setahun yaitu sekitar US$ 1.500 atau setara dengan Rp 19,7 juta.

Akan tetapi, ada juga negara yang warganya bisa menabung lebih cepat dari Indonesia untuk bisa pergi haji. Di Malaysia, warganya hanya menabung selama enam bulan atau setengah tahun gaji untuk mencukupi biaya haji.

Demikian perkiraan waktu menabung yang dibutuhkan orang untuk bisa pergi ke tanah suci yang berlaku di beberapa negara. Dari fakta tersebut, kita termasuk agak cepat. Berarti, kehidupan warga Indonesia cukup sejahtera dibandingkan negara-negara Islam lainnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 15:06 WIB

Pemerintah belum bahas rencana pembelian Sukhoi

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Haji adalah ibadah yang dirindukan banyak orang. Karena itu, orang bekerja keras untuk mengumpulkan uang agar bisa pergi ke tanah suci. Memang tidak mudah bisa mengumpulkan uang untuk pergi haji. Jika benar-benar tak ada tekad yang bulat, sulit bagi kita untuk bisa mengumpulkan uang agar bisa ke sana.

Makanya, orang terkadang harus menggunakan dana pinjaman (talangan) atau ikut arisan agar bisa pergi haji, bahkan harus menjual harta warisan atau kepunyaan pribadinya seperti tanah, bangunan, dan sebagainya.

Pertanyaannya: Jika seluruh gaji kita ditabung, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa pergi haji?

Dilansir dari Aljazeera, calon jemaah asal Indonesia membutuhkan waktu untuk menabung sekitar 10 bulan gajinya agar bisa berangkat ke tanah suci dengan perkiraan gaji setahun warga Indonesia adalah US$ 3.600 atau setara dengan sekitar Rp 47 juta.

Waktu yang dibutuhkan oleh warga Indonesia ini cenderung lebih cepat dibanding negara-negara lain. Di Mesir, warganya harus menabung sebesar satu setengah tahun gaji mereka untuk pergi haji. Penghasilan warga mesir per tahunnya dilaporkan mencapai US$ 3.600 atau Rp 47 juta.

Sama halnya dengan Nigeria. Warga Nigeria yang menjadi calon jemaah haji rata-rata harus menabung hingga lebih dari dua tahun gaji mereka. Rata-rata gaji per tahun warga Nigeria adalah US$ 2.200 atau setara dengan hampir Rp 29 juta.

Menurut survei Aljazeera mengutip hajiumrohnews, negara yang warganya harus menunggu paling lama untuk bisa berangkat haji adalah Bangladesh. Di sana, penduduknya harus memiliki tabungan senilai tiga tahun dua bulan jumlah gajinya.

Laporan Bank Dunia menyebut, gaji rata-rata orang Bangladesh selama setahun yaitu sekitar US$ 1.500 atau setara dengan Rp 19,7 juta.

Akan tetapi, ada juga negara yang warganya bisa menabung lebih cepat dari Indonesia untuk bisa pergi haji. Di Malaysia, warganya hanya menabung selama enam bulan atau setengah tahun gaji untuk mencukupi biaya haji.

Demikian perkiraan waktu menabung yang dibutuhkan orang untuk bisa pergi ke tanah suci yang berlaku di beberapa negara. Dari fakta tersebut, kita termasuk agak cepat. Berarti, kehidupan warga Indonesia cukup sejahtera dibandingkan negara-negara Islam lainnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com