Senin, 19 November 2018 | 11:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Revolusi industri 4.0 menjadi tantangan pekerja Indonesia

Selasa, 08 Mei 2018 - 19:02 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2I7DVdB
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2I7DVdB

Elshinta.com - Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai revolusi industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja Indonesia terutama karena akan ada penurunan penyerapan tenaga kerja oleh proses otomatisasi.

Peneliti Bidang Industri dan Perdagangan Endang S Soesilowati dalam diskusi bertajuk "Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Kesiapan Indonesia" di Jakarta, Selasa (8/5), mengatakan tantangan terbesar adalah lantaran kondisi sumber daya manusia Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain baik secara kualitas maupun kuantitas.

"Index modal manusia kita masih di bawah negara tetangga pada 2016 yaitu hanya di posisi 69. Posisi kita di ASEAN masih jauh tertinggal di bawah Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam," katanya, dikutip Antara.

Daya saing Indonesia, lanjut dia, juga masih banyak tertinggal. Demikian pula angkatan kerja Tanah Air yang masih didominasi oleh lulusan di bawah tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Begitu juga dengan tingkat pengangguran yang masih di kisaran 5 persen. Dengan kondisi itu, Endang khawatir revolusi industri 4.0 yang digadang-gadang menggeser pola penyerapan tenaga kerja justru akan menjadi ancaman bagi tenaga kerja dalam negeri yang tidak memiliki keterampilan beradaptasi dalam pekerjaan-pekerjaan jenis baru.

Dengan ketidaksiapan yang ada, Endang menilai pemerintah, kalangan industi dan serikat pekerja harus bersama-sama berjuang untuk bisa menghadapi revolui industri 4.0.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 19 November 2018 - 11:07 WIB

KPK akan dalami kasus suap bupati Pakpak Bharat

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Elshinta.com - Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai revolusi industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja Indonesia terutama karena akan ada penurunan penyerapan tenaga kerja oleh proses otomatisasi.

Peneliti Bidang Industri dan Perdagangan Endang S Soesilowati dalam diskusi bertajuk "Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Kesiapan Indonesia" di Jakarta, Selasa (8/5), mengatakan tantangan terbesar adalah lantaran kondisi sumber daya manusia Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain baik secara kualitas maupun kuantitas.

"Index modal manusia kita masih di bawah negara tetangga pada 2016 yaitu hanya di posisi 69. Posisi kita di ASEAN masih jauh tertinggal di bawah Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam," katanya, dikutip Antara.

Daya saing Indonesia, lanjut dia, juga masih banyak tertinggal. Demikian pula angkatan kerja Tanah Air yang masih didominasi oleh lulusan di bawah tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Begitu juga dengan tingkat pengangguran yang masih di kisaran 5 persen. Dengan kondisi itu, Endang khawatir revolusi industri 4.0 yang digadang-gadang menggeser pola penyerapan tenaga kerja justru akan menjadi ancaman bagi tenaga kerja dalam negeri yang tidak memiliki keterampilan beradaptasi dalam pekerjaan-pekerjaan jenis baru.

Dengan ketidaksiapan yang ada, Endang menilai pemerintah, kalangan industi dan serikat pekerja harus bersama-sama berjuang untuk bisa menghadapi revolui industri 4.0.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com