Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Eropa

Rusia kecewa Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran

Rabu, 09 Mei 2018 - 11:17 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut Presiden Iran Hasssan Rouhani di Ufa, Rusia. Sumber foto: https://bit.ly/2K5jcbf
Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut Presiden Iran Hasssan Rouhani di Ufa, Rusia. Sumber foto: https://bit.ly/2K5jcbf

Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri Rusia "sangat kecewa" dengan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

"Tidak ada, dan tidak bisa ada, dasar untuk merusak rencana aksi komprehensif bersama (JCPOA). Rencana itu telah menunjukkan kedayagunaannya secara penuh," kata kementerian dalam pernyataan yang disampaikan Selasa.

"Amerika Serikat meremehkan kepercayaan internasional pada Badan Energi Atom Internasional."

Kementerian menyatakan terbuka untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan anggota lain yang terlibat dalam kesepakatan nuklir Iran dan akan terus secara aktif membangun hubungan bilateral dengan Teheran, demikian siaran Reuters yang dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri Rusia "sangat kecewa" dengan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

"Tidak ada, dan tidak bisa ada, dasar untuk merusak rencana aksi komprehensif bersama (JCPOA). Rencana itu telah menunjukkan kedayagunaannya secara penuh," kata kementerian dalam pernyataan yang disampaikan Selasa.

"Amerika Serikat meremehkan kepercayaan internasional pada Badan Energi Atom Internasional."

Kementerian menyatakan terbuka untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan anggota lain yang terlibat dalam kesepakatan nuklir Iran dan akan terus secara aktif membangun hubungan bilateral dengan Teheran, demikian siaran Reuters yang dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:38 WIB

KJRI Guangzhou bantu pulangkan 22 ABK Indonesia

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 07:22 WIB

Dolar melemah tertekan data negatif ekonomi AS

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:25 WIB

Wapres hadiri pembukaan KTT ASEM ke-12

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com