Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Pengamat desak evaluasi sistem penjara napi teroris

Rabu, 09 Mei 2018 - 21:08 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2KNFBuQ
Sumber foto: https://bit.ly/2KNFBuQ

Elshinta.com - Ketua Setara Institute, Hendardi menyatakan perlunya evaluasi sistem penjara napi teroris yang tidak bisa lagi dilakukan dengan penangan biasa.

"Peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan narapidana dan lembaga pemasyarakatan terorisme tidak bisa menggunakan standar biasa karena narapidana teroris masuk kategori risiko tinggi dan perlu penanganan khusus," kata Hendardi, Rabu (9/5), dikutip dari Antara.

Lebih lanjut Hendardi mendesak pemerintah harus memberikan dukungan penguatan lapas untuk jenis-jenis kejahatan serius. Menurut dia, penyerangan napi terorisme menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror masih eksis dan efektif berjejaring dan terus menjadi ancaman bagi keamanan.

"Peristiwa ini mengingatkan semua pihak untuk tidak berkompromi dengan radikalisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan ideologi bangsa," katanya.

Hendardi menyarankan penyikapan atas terorisme harus terus dilakukan dan dimulai dari hulu terorisme, yakni intoleransi.

"Semua pihak harus menghentikan politisasi isu intoleransi dan radikalisme hanya untuk kepentingan politik elektoral 2018 dan 2019, yang justru memberikan ruang bagi kebangkitan kelompok ekstrimis," kata Hendardi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Hukum | 14 Desember 2018 - 20:58 WIB

Belum berizin, Mapolres Kudus baru digugat ke pengadilan

Elshinta.com - Ketua Setara Institute, Hendardi menyatakan perlunya evaluasi sistem penjara napi teroris yang tidak bisa lagi dilakukan dengan penangan biasa.

"Peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan narapidana dan lembaga pemasyarakatan terorisme tidak bisa menggunakan standar biasa karena narapidana teroris masuk kategori risiko tinggi dan perlu penanganan khusus," kata Hendardi, Rabu (9/5), dikutip dari Antara.

Lebih lanjut Hendardi mendesak pemerintah harus memberikan dukungan penguatan lapas untuk jenis-jenis kejahatan serius. Menurut dia, penyerangan napi terorisme menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror masih eksis dan efektif berjejaring dan terus menjadi ancaman bagi keamanan.

"Peristiwa ini mengingatkan semua pihak untuk tidak berkompromi dengan radikalisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan ideologi bangsa," katanya.

Hendardi menyarankan penyikapan atas terorisme harus terus dilakukan dan dimulai dari hulu terorisme, yakni intoleransi.

"Semua pihak harus menghentikan politisasi isu intoleransi dan radikalisme hanya untuk kepentingan politik elektoral 2018 dan 2019, yang justru memberikan ruang bagi kebangkitan kelompok ekstrimis," kata Hendardi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com