Letusan freatik Merapi picu hujan abu di lereng
Jumat, 11 Mei 2018 - 09:09 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Kondisi Gunung Merapi di Glagaharjo, Cangkringan - Sleman, Jumat (11/5). Foto: RadioElshinta via @yusufgunawan

Elshinta.com  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta membenarkan adanya letusan freatik yang mengakibatkan kepulan asap tinggi di Puncak Gunung Merapi, Yogyakarta, Jumat pagi.

"Sesuai 'record' anggota TRC BPBD di lapangan letusan diperkirakan pukul 07.45," kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Wahyu Pristiawan di Yogyakarta, Jumat (11/5).

Menurut Pristiawan, letusan freatik juga memicu hujan abu tipis di beberapa wilayah lereng Gunung Merapi. "Saat ini hujan abu sudah mulai berkurang," kata dia.

Letusan freatik, kata dia, terjadi akibat adanya uap air bertekanan tinggi. Uap air tersebut terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke tanah di dalam kawah, kemudian bersentuhan langsung dengan magma. "Insya Allah bukan seperti erupsi yang membahayakan. Itu sebabkan tekanan uap air yang hanya terjadi sesekali," kata dia.

Meski demikian, menurut dia, Tim TRC BPBD saat ini telah melakukan evakuasi warga yang ada di lereng Gunung Merapi ke Pos Pengungsian yang ada di tiga titik yakni di Cangkringan, Glagaharjo, dan Umbulharjo, Sleman. "Upaya evakuasi ini bukan berarti bahwa kondisi di kawasan merapi genting. Upaya itu adalah reaksi biasa sesuai mitigasi bencana yang selama ini dibangun," kata dia.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu panik dengan informasi yang beredar di media soaial. Saat ini, kata dia, beberapa jajaran instansi terkait masih mengkalkulasi dan mengkaji peristiwa tersebut. "Tidak perlu panik.Nanti akan diinformasikan secara kelembagaan," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:25 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang Kota Sabang, Provinsi Aceh...
Kamis, 17 Januari 2019 - 09:46 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:46 WIB
Elshinta.com -Sebanyak tujuh rumah warga RT 02, 03 dan 04 Lingkungan I Jalan Laksamana Malahaya...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:38 WIB
Elshinta.com -Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:00 WIB
Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penangg...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:47 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:01 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menyatakan, hujan...
Selasa, 15 Januari 2019 - 11:44 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi dengan Magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Tenggara Kabupaten Tapa...
Selasa, 15 Januari 2019 - 10:34 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Selasa, 15 Januari 2019 - 06:15 WIB
Elshinta.com - Dalam sepekan sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengala...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)