Senin, 19 November 2018 | 11:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Aktivitas dua kilometer dari puncak Merapi ditiadakan

Jumat, 11 Mei 2018 - 12:19 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Kondisi Gunung Merapi di Glagaharjo, Cangkringan - Sleman saat letusan freatik. Foto: Radio Elshinta via @yusufgunawan
Kondisi Gunung Merapi di Glagaharjo, Cangkringan - Sleman saat letusan freatik. Foto: Radio Elshinta via @yusufgunawan

Elshinta.com Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta mengimbau tidak ada aktivitas apapun dari masyarakat yang dilakukan di radius dua kilometer dari puncak setelah terjadi letusan freatik, Jumat (11/5).

"Imbauannya, tidak boleh ada aktivitas apapun dari puncak. Seharusnya, pada radius tersebut memang tidak ada penduduk," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaidah di Yogyakarta, Jumat.

Gunung Merapi mengalami letusan freatik pada Jumat (11/5) pukul 07.40 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 5,5 kilometer (km) berdurasi sekitar lima menit.

Hanik menyebutkan, letusan freatik tersebut hanya terjadi satu kali dan tidak ada letusan susulan meskipun sempat terdengar suara gemuruh.

Hanik mengatakan, letusan freatik di Merapi tidak hanya terjadi saat ini tetapi sudah terjadi beberapa kali dan merupakan kondisi normal setelah letusan besar di Merapi yang terjadi pada 2010.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:02 WIB

Dishub Bogor hentikan sementara operasi angkot modern

Elshinta.com Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta mengimbau tidak ada aktivitas apapun dari masyarakat yang dilakukan di radius dua kilometer dari puncak setelah terjadi letusan freatik, Jumat (11/5).

"Imbauannya, tidak boleh ada aktivitas apapun dari puncak. Seharusnya, pada radius tersebut memang tidak ada penduduk," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaidah di Yogyakarta, Jumat.

Gunung Merapi mengalami letusan freatik pada Jumat (11/5) pukul 07.40 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 5,5 kilometer (km) berdurasi sekitar lima menit.

Hanik menyebutkan, letusan freatik tersebut hanya terjadi satu kali dan tidak ada letusan susulan meskipun sempat terdengar suara gemuruh.

Hanik mengatakan, letusan freatik di Merapi tidak hanya terjadi saat ini tetapi sudah terjadi beberapa kali dan merupakan kondisi normal setelah letusan besar di Merapi yang terjadi pada 2010.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com