Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Eropa

Restoran halal Indonesia pertama dibuka di Rusia

Sabtu, 12 Mei 2018 - 07:14 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Uji coba Indo Food di Kota Kazan, Rusia. Sumber foto: https://bit.ly/2IddROh
Uji coba Indo Food di Kota Kazan, Rusia. Sumber foto: https://bit.ly/2IddROh

Elshinta.com - Warga Tatarstan di Rusia, tepatnya di kota Kazan, dapat menikmati masakan khas Indonesia seperti nasi goreng, mi goreng dan pisang goreng, dengan dibukanya restoran halal Indonesia pertama milik Miratullo Saidov, Warga Tatarstan, alumni Universitas Islam Negeri Malang bersama pengusaha lokal, Ayrat Khakimov, mendirikan restoran khusus Indonesia bernama "Indo Food" di GUM, pusat perbelanjaan di kota Kazan.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, di sela-sela kehadirannya pada konferensi internasional "Russia-Islamic World: Kazan Summit 2018", sempat menengok restoran tersebut, kata Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, dilansir dari Antara, Sabtu (12/5).

Dubes Wahid mengatakan promosi makanan Indonesia dengan konsep cepat saji seperti ini justru akan sangat efektif dengan mudah dinikmati publik dan tentunya harga cukup terjangkau, dan bersertifikasi halal, sebab Republik Tatarstan, negara bagian di Rusia mayoritas warganya beragama Islam.

"Ada sekitar 25 juta umat Muslim di Rusia, artinya produk halal memiliki peluang besar, ujar Dubes Wahid Supriyadi.

Miratullo bersama Ayrat dan koki masak sempat menyambangi Moskow setelah mendengar adanya Indonesian Culinary Festival yang digelar KBRI bersama jaringan restoran Grabli yang populer di Moskow. Dubes Wahid berjanji akan mengirim juru masak ke Kazan untuk memberi pelatihan.

"Rencananya kami akan buka beberapa cabang lagi di Tatarstan dan Insya Allah bisa melebarkan sayap ke beberapa mall di Moskow," ujar Miratullo dengan nada optimistis Meskipun belum dibuka secara resmi restoran "Indo Food" memiliki pelanggan yang sebagian besar adalah mahasiswa.

Beberapa menu masakan telah diuji coba dan akan segera menjadi menu utama antara lain nasi goreng, mi goreng, pisang goreng, jamur goreng, ayam goreng dan lainnya. Sedangkan untuk menu bakso dan soto dikabarkan akan menyusul. Menurut rencana restoran melakukan peresmian awal atau soft-launching 15 Mei mendatang dan Dubes RI diminta membuka secara resmi setelah Idul Fitri. Untuk harga satu porsi mi goreng sendiri juga cukup murah, yakni 120 rubel atau senilai Rp27.000.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Warga Tatarstan di Rusia, tepatnya di kota Kazan, dapat menikmati masakan khas Indonesia seperti nasi goreng, mi goreng dan pisang goreng, dengan dibukanya restoran halal Indonesia pertama milik Miratullo Saidov, Warga Tatarstan, alumni Universitas Islam Negeri Malang bersama pengusaha lokal, Ayrat Khakimov, mendirikan restoran khusus Indonesia bernama "Indo Food" di GUM, pusat perbelanjaan di kota Kazan.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, di sela-sela kehadirannya pada konferensi internasional "Russia-Islamic World: Kazan Summit 2018", sempat menengok restoran tersebut, kata Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, dilansir dari Antara, Sabtu (12/5).

Dubes Wahid mengatakan promosi makanan Indonesia dengan konsep cepat saji seperti ini justru akan sangat efektif dengan mudah dinikmati publik dan tentunya harga cukup terjangkau, dan bersertifikasi halal, sebab Republik Tatarstan, negara bagian di Rusia mayoritas warganya beragama Islam.

"Ada sekitar 25 juta umat Muslim di Rusia, artinya produk halal memiliki peluang besar, ujar Dubes Wahid Supriyadi.

Miratullo bersama Ayrat dan koki masak sempat menyambangi Moskow setelah mendengar adanya Indonesian Culinary Festival yang digelar KBRI bersama jaringan restoran Grabli yang populer di Moskow. Dubes Wahid berjanji akan mengirim juru masak ke Kazan untuk memberi pelatihan.

"Rencananya kami akan buka beberapa cabang lagi di Tatarstan dan Insya Allah bisa melebarkan sayap ke beberapa mall di Moskow," ujar Miratullo dengan nada optimistis Meskipun belum dibuka secara resmi restoran "Indo Food" memiliki pelanggan yang sebagian besar adalah mahasiswa.

Beberapa menu masakan telah diuji coba dan akan segera menjadi menu utama antara lain nasi goreng, mi goreng, pisang goreng, jamur goreng, ayam goreng dan lainnya. Sedangkan untuk menu bakso dan soto dikabarkan akan menyusul. Menurut rencana restoran melakukan peresmian awal atau soft-launching 15 Mei mendatang dan Dubes RI diminta membuka secara resmi setelah Idul Fitri. Untuk harga satu porsi mi goreng sendiri juga cukup murah, yakni 120 rubel atau senilai Rp27.000.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:38 WIB

KJRI Guangzhou bantu pulangkan 22 ABK Indonesia

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 07:22 WIB

Dolar melemah tertekan data negatif ekonomi AS

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:25 WIB

Wapres hadiri pembukaan KTT ASEM ke-12

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com