Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Sains

NASA terbangkan helikopter ke Mars pada 2020

Sabtu, 12 Mei 2018 - 12:25 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KU6Fsd
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KU6Fsd

Elshinta.com - Badan antariksa Amerika Serikat NASA pada Jumat (11/5) waktu setempat mengaku akan mengirim sebuah heiikopter kecil ke Mars sebagai bagian dari misi tahun 2020 untuk menempatkan kendaraan penjelajah generasi baru di planet itu.

Jika misi NASA berhasil, maka helikopter itu pesawat pertama yang digunakan di dunia lain.

Sebagaimana dilansir dari Antara, "Mars Helicopter" akan diterbangkan dengan kendali jarak jauh, dirancang untuk terbang di dalam atmosfer tipis Mars dengan baling-baling ganda. Beratnya sekitar 1,8 kilogram dengan badan pesawat sebesar sofbol. Ditambah lagi, Baling-balingnya akan memutar dengan kecepatan 3.000 rpm atau 10 kali lipat lebih cepat dibanding helikopter yang biasa ditemui di Bumi.

"Rekor ketinggian helikopter yang terbang di Bumi adalah sekitar 12.200 meter. Sementara atmosfer Mars hanya satu persen dari bumi, sehingga ketika helikopter kami berada di permukaan Mars, itu sudah setara dengan ketinggian 30.480 meter di Bumi," kata Mimi Aung, manajer proyek Mars Helicopter di bagian Jet Propulsion Laboratory NASA, dalam pernyataan tertulis.

Sejumlah pejabat NASA mengatakan bahwa helikopter itu akan sampai di daratan Planet Merah dalam kondisi terpasang di sebuah kendaraan jelajah sebesar mobil biasa. Setelah menempatkan helikopter itu di tanah, kendaraan jelajah NASA akan dikendalikan menuju jarak aman.

Mars Helicopter ditujukan untuk mengetahui kemungkinan dan kegunaan pesawat serupa di Mars, kata NASA. Mereka berharap bisa mempergunakan pesawat untuk mencapai lokasi-lokasi yang tidak bisa dicapai dari darat. Penjelajahan kali ini dirancang untuk menggelar penelitian geologis dan memastikan apakah lingkungan Mars bisa ditinggali, kata NASA.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Badan antariksa Amerika Serikat NASA pada Jumat (11/5) waktu setempat mengaku akan mengirim sebuah heiikopter kecil ke Mars sebagai bagian dari misi tahun 2020 untuk menempatkan kendaraan penjelajah generasi baru di planet itu.

Jika misi NASA berhasil, maka helikopter itu pesawat pertama yang digunakan di dunia lain.

Sebagaimana dilansir dari Antara, "Mars Helicopter" akan diterbangkan dengan kendali jarak jauh, dirancang untuk terbang di dalam atmosfer tipis Mars dengan baling-baling ganda. Beratnya sekitar 1,8 kilogram dengan badan pesawat sebesar sofbol. Ditambah lagi, Baling-balingnya akan memutar dengan kecepatan 3.000 rpm atau 10 kali lipat lebih cepat dibanding helikopter yang biasa ditemui di Bumi.

"Rekor ketinggian helikopter yang terbang di Bumi adalah sekitar 12.200 meter. Sementara atmosfer Mars hanya satu persen dari bumi, sehingga ketika helikopter kami berada di permukaan Mars, itu sudah setara dengan ketinggian 30.480 meter di Bumi," kata Mimi Aung, manajer proyek Mars Helicopter di bagian Jet Propulsion Laboratory NASA, dalam pernyataan tertulis.

Sejumlah pejabat NASA mengatakan bahwa helikopter itu akan sampai di daratan Planet Merah dalam kondisi terpasang di sebuah kendaraan jelajah sebesar mobil biasa. Setelah menempatkan helikopter itu di tanah, kendaraan jelajah NASA akan dikendalikan menuju jarak aman.

Mars Helicopter ditujukan untuk mengetahui kemungkinan dan kegunaan pesawat serupa di Mars, kata NASA. Mereka berharap bisa mempergunakan pesawat untuk mencapai lokasi-lokasi yang tidak bisa dicapai dari darat. Penjelajahan kali ini dirancang untuk menggelar penelitian geologis dan memastikan apakah lingkungan Mars bisa ditinggali, kata NASA.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com