Sabtu, 18 Agustus 2018 | 13:19 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

Peristiwa / Kriminalitas

Puslabfor periksa pisau penusuk Bripka Frence yang diduga beracun

Sabtu, 12 Mei 2018 - 13:44 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com  - Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) masih memeriksa pisau yang digunakan Tendi Sumarno (23) diduga beracun saat menikam Bripka Marhum Frence.

“Sejauh ini kami menduga kuat bahwa itu beracun karena hanya luka sayatan. Tapi ini masih diteliti oleh tim forensik sampai sekarang dan belum ada kepastian,” kata Karo Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, Sabtu (12/5), seperti dikutip NTMCPolri.

Bripka Frence disabet senjata tajam setelah mengamankan pelaku saat mengamati penjagaan di Mako Brimob. Bripka Frence pada Jumat (11/5) dini hari meminta bantuan Briptu Gustriuce dan Bripka Rahmad Muin untuk menemui pelaku.

Saat diamankan pelaku mengeluarkan pisau dan menyabet Bripka Frence. Bripka Frence langsung dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat memberikan penghormatan terakhir untuk Frence yang dimakamkan di Mako Brimob. Kapolri menyampaikan duka cita dan mendoakan Almarhum.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 13:12 WIB

Wapres: Konstitusi sesuatu yang hidup dan dinamis

Megapolitan | 18 Agustus 2018 - 12:50 WIB

Polisi siapkan kantong parkir dan shuttle bus di sekitar GBK

Megapolitan | 18 Agustus 2018 - 12:37 WIB

8.000 personel amankan pembukaan Asian Games 2018

Megapolitan | 18 Agustus 2018 - 12:25 WIB

Sejumlah pintu tol mulai berlakukan buka tutup

Bencana Alam | 18 Agustus 2018 - 11:46 WIB

BPBD Bantul targetkan wilayah kekeringan berkurang

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com