PBB 'marah' dengan komentar biksu Myanmar
Elshinta
Kamis, 22 Januari 2015 - 17:55 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
PBB 'marah' dengan komentar biksu Myanmar
<content type="xhtml" xml:lang="id"> <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr"> <p>Pejabat hak asasi manusia PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein, mendesak pemerintah Myanmar mengecam keras biksu Ashin Wirathu setelah pemuka Buddha ini menyebut seorang utusan PBB "pelacur" dan "wanita jalang".</p> <p>Al Hussain mengatakan <a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150121_biksu_myanmar_pbb.shtml"> komentar Wirathu</a> tergolong "ucapan yang bisa memicu kebencian".</p> <p>Ia juga menilai bahwa komentar tersebut "melecehkan dan tidak menghargai martabat wanita".</p> <p>"Saya mendesak para pemimpin politik dan agama di Myanmar untuk mengecam semua ucapan yang bisa memicu kebencian," kata Al Hussain dalam satu pernyataan tertulis.</p> <p>Biksu Wirathu mengeluarkan komentar ini dalam satu unjuk rasa pekan lalu, untuk menentang lawatan utusan PBB, Yanghee Lee, yang antara lain mengangkat nasib minoritas Muslim di Myanmar.</p> <h2>'Tidak menyesal'</h2> <p>Yanghee Lee mengatakan bahwa warga Muslim Rohingya hidup dalam kondisi yang sangat mengenaskan.</p> <p>Wirathu sendiri dalam wawancara dengan BBC menolak tuduhan bahwa dirinya memicu kebencian.</p> <p>"Saya tidak menyesal ... kata-kata yang saya pakai sangat lunak. Ketika itu saya berbicara tentang isu nasional, bukan berceramah tentang agama," kata Wirathu.</p> <p>Wirathu mendekam di penjara selama hampir sepuluh tahun setelah dinyatakan bersalah memicu kebencian terhadap orang-orang Islam.</p> <p>Ia dikenal sebagai pemimpin gerakan 969 yang mengatakan Myanmar adalah negara Buddha dan mestinya ada pembatasan atau boikot terhadap warga Muslim.</p> </div> </content>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda m...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pr...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 1...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat ...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh g...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pert...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Di Indonesia banyak orang terobsesi pada makanan pedas -namun cabe paling pedas sedunia jus...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)