Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Robotika

Kemristekdikti: Kemampuan pemograman wajib dimiliki mahasiswa

Sabtu, 12 Mei 2018 - 17:24 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2G9kX4D
Sumber Foto: https://bit.ly/2G9kX4D

Elshinta.com  - Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Intan Ahmad mengatakan kemampuan pemograman dan pengolahan data wajib dimiliki oleh mahasiswa saat ini.

"Kemampuan pemograman dan pengolahan data wajib dimiliki mahasiswa saat ini. Sama seperti zaman dulu, yang mana mahasiswa perlu menguasai Bahasa Inggris. Sekarang sudah semua sudah menguasai Bahasa Inggris," ujar Intan pada saat pembukaan final Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional II di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Sabtu (12/5).

Dengan kemampuan pemograman dan pengolahan data, lanjut dia, dapat meningkatkan kapasitas pekerja pada masa yang akan datang. Saat ini, pada era Revolusi Industri 4.0 berbeda dengan beberapa tahun yang lalu.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, perguruan tinggi menghasilkan tenaga kerja yang memiliki satu pekerjaan untuk seumur hidup, maka saat ini perguruan tinggi menghasilkan tenaga kerja yang pekerjaannya belum ada pada saat ini. "Kita menghasilkan tenaga kerja yang pekerjaannya sendiri belum ada pada saat ini, tapi lima tahun kemudian ada," katanya, seperti dihimpun Antara.

Intan berharap mahasiswa yang ikut serta dalam kontes robot tersebut, selalu meningkatkan kompetensi dirinya dengan belajar pemograman. KRI Regional II diikuti 95 tim yang berasal dari 44 perguruan tinggi.

Pada kontes tersebut, para peserta harus mengeksplorasi kemampuan dalam perancangan, pelaksanaan, dan strategi serta pengembangan ide-idenya untuk dapat membuat dan merancang wahana bergerak berbentuk robot dengan berbagai bentuk dan struktur serta kecerdasan.

KRI terdiri atas lima divisi yakni Kontes Robot Abu Indonesia, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia, Kontes Robot Seni Tari Indonesia, Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI) Humanoid, dan Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI) Beroda.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 16 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Jenis kanker pada anak selain leukemia

Kecelakaan | 16 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Mobil pick up tabrak truk TNI, satu tewas dan dua orang terluka

Startup | 16 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Bareksa, marketplace reksadana dorong penetrasi investasi

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:18 WIB

Belasan ribu pohon cabai terendam banjir

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Pemkot Magelang siapkan tenaga administrasi SD-TK

Megapolitan | 16 Oktober 2018 - 16:52 WIB

Jusuf Kalla minta tempat latihan PB Perbakin diawasi

Elshinta.com  - Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Intan Ahmad mengatakan kemampuan pemograman dan pengolahan data wajib dimiliki oleh mahasiswa saat ini.

"Kemampuan pemograman dan pengolahan data wajib dimiliki mahasiswa saat ini. Sama seperti zaman dulu, yang mana mahasiswa perlu menguasai Bahasa Inggris. Sekarang sudah semua sudah menguasai Bahasa Inggris," ujar Intan pada saat pembukaan final Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional II di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Sabtu (12/5).

Dengan kemampuan pemograman dan pengolahan data, lanjut dia, dapat meningkatkan kapasitas pekerja pada masa yang akan datang. Saat ini, pada era Revolusi Industri 4.0 berbeda dengan beberapa tahun yang lalu.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, perguruan tinggi menghasilkan tenaga kerja yang memiliki satu pekerjaan untuk seumur hidup, maka saat ini perguruan tinggi menghasilkan tenaga kerja yang pekerjaannya belum ada pada saat ini. "Kita menghasilkan tenaga kerja yang pekerjaannya sendiri belum ada pada saat ini, tapi lima tahun kemudian ada," katanya, seperti dihimpun Antara.

Intan berharap mahasiswa yang ikut serta dalam kontes robot tersebut, selalu meningkatkan kompetensi dirinya dengan belajar pemograman. KRI Regional II diikuti 95 tim yang berasal dari 44 perguruan tinggi.

Pada kontes tersebut, para peserta harus mengeksplorasi kemampuan dalam perancangan, pelaksanaan, dan strategi serta pengembangan ide-idenya untuk dapat membuat dan merancang wahana bergerak berbentuk robot dengan berbagai bentuk dan struktur serta kecerdasan.

KRI terdiri atas lima divisi yakni Kontes Robot Abu Indonesia, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia, Kontes Robot Seni Tari Indonesia, Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI) Humanoid, dan Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI) Beroda.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 14 Oktober 2018 - 14:28 WIB

Samsung masih kuasai pasar smartphone global

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 08:13 WIB

Kereta terbang buatan China Melaju 1.000 km/jam

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:26 WIB

Internet dunia dapat berhenti dalam 48 jam ke depan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com