Senin, 19 November 2018 | 11:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Polisi Malaysia gerebek tempat tinggal Najib Razak

Minggu, 13 Mei 2018 - 06:11 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Mantan Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Najib Tun Abdul Razak. Sumber foto: https://bit.ly/2Izh8uJ
Mantan Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Najib Tun Abdul Razak. Sumber foto: https://bit.ly/2Izh8uJ

Elshinta.com - Polisi Malaysia pada Sabtu (12/5) menggerebek gedung apartemen mewah Kuala Lumpur, tempat keluarga mantan Perdana Menteri Najib Razak tinggal.

Menurut dua perwira kepolisian, petugas menggeledah apartemen itu untuk mencari dokumen peka, yang ditakutkan pemerintahan baru dibawa ke luar negeri. Penggerebekan itu dilakukan pada saat perdana menteri baru Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan telah mencegah Najib meninggalkan Malaysia atas kecurigaan terlibat dalam skandal dana negara 1Malaysia Development Berhard (1MDB) senilai miliaran dolar.

Polisi mengatakan bergerak setelah menerima keluhan bahwa kendaraan pemerintah membawa puluhan kardus, yang dipakai untuk memasukkan tas bermerek serta barang lain ke apartemen tersebut untuk istri Najib, Rosmah Mansor.

Menurut pantauan Reuters yang dikutip dari Antara, terlihat sekitar 20 polisi memasuki lobi berlantai marmer di gedung apartemen Pavilion Residences di Kuala Lumpur. Pada saat yang sama, Mahathir sedang berbicara dalam acara jumpa pers untuk mengumumkan anggota-anggota kunci di kabinetnya.

"Kami sedang mencari dokumen-dokumen pemerintah yang kemungkinan telah dibawa secara ilegal," kata seorang perwira polisi.

Menurut dokumen-dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat, dana sebesar 681 juta dolar dari 1MDB telah dialirkan ke rekening pribadi seseorang yang disebut dengan Pejabat Nomor Satu Malaysia. Sumber-sumber AS dan Malaysia memastikan bahwa seseorang itu adalah Najib. Najib mengatakan bahwa simpanan bank itu merupakan sumbangan dari seorang anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, yang tidak disebutkan namanya, dan telah dikembalikan dalam jumlah besar.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:02 WIB

Dishub Bogor hentikan sementara operasi angkot modern

Elshinta.com - Polisi Malaysia pada Sabtu (12/5) menggerebek gedung apartemen mewah Kuala Lumpur, tempat keluarga mantan Perdana Menteri Najib Razak tinggal.

Menurut dua perwira kepolisian, petugas menggeledah apartemen itu untuk mencari dokumen peka, yang ditakutkan pemerintahan baru dibawa ke luar negeri. Penggerebekan itu dilakukan pada saat perdana menteri baru Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan telah mencegah Najib meninggalkan Malaysia atas kecurigaan terlibat dalam skandal dana negara 1Malaysia Development Berhard (1MDB) senilai miliaran dolar.

Polisi mengatakan bergerak setelah menerima keluhan bahwa kendaraan pemerintah membawa puluhan kardus, yang dipakai untuk memasukkan tas bermerek serta barang lain ke apartemen tersebut untuk istri Najib, Rosmah Mansor.

Menurut pantauan Reuters yang dikutip dari Antara, terlihat sekitar 20 polisi memasuki lobi berlantai marmer di gedung apartemen Pavilion Residences di Kuala Lumpur. Pada saat yang sama, Mahathir sedang berbicara dalam acara jumpa pers untuk mengumumkan anggota-anggota kunci di kabinetnya.

"Kami sedang mencari dokumen-dokumen pemerintah yang kemungkinan telah dibawa secara ilegal," kata seorang perwira polisi.

Menurut dokumen-dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat, dana sebesar 681 juta dolar dari 1MDB telah dialirkan ke rekening pribadi seseorang yang disebut dengan Pejabat Nomor Satu Malaysia. Sumber-sumber AS dan Malaysia memastikan bahwa seseorang itu adalah Najib. Najib mengatakan bahwa simpanan bank itu merupakan sumbangan dari seorang anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, yang tidak disebutkan namanya, dan telah dikembalikan dalam jumlah besar.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com