Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Bupati Sukoharjo: Tamu harus lapor RT

Senin, 14 Mei 2018 - 19:14 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Deni Suryanti.
Foto: Deni Suryanti.

Elshinta.com - Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya melakukan tindakan cepat merespon aksi terorisme di Surabaya. Pihaknya meminta seluruh desa mengajak koordinasi seluruh RT dan RW mengantisipasi pelaku terror beraksi di Sukoharjo. Yakni dengan meningkatkan pengamanan swakarsa dilingkungan masing masing.

Wardoyo Wijaya mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah meminta RT pro aktif mendata warga, khususnya tamu yang datang ke lingkungan mereka. Anjuran melapor 1 x 24 jam melapor hendaknya dilaksanakan dengan tertib. Mengingat RT merupakan orang yang paling dekat dengan warganya tentu keseharian orang yang tinggal, datang maupun pergi terdata dengan jelas. “Minimal mereka akan mengenali dari identitas dari data tersebut,” kata dia.

Disampaikan Bupati, langkah antisipasi ini telah disampaikan kepada camat, kepala desa hingga RW dan ET di seluruh Sukoharjo. Termasuk rusunawa yang ada juga berpotensi disewa oleh orang luar Sukoharjo. Pengelola diminta lebih selektif menerima penyewa. Harus taat administrasi kependudukan dengan menyerahkan identitas harus jelas agar asal usulnya terlacak. “Jangan sampai kecolongan,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Deni Suryanti, Senin (14/5).

Terkait peristiwa teror di Surabaya, Wardoyo Wijaya mengutuk aksi terorisme yang menyasar gereja dan kantor polisi tersebut. Dia juga menyesalkan orang orang tidak bertanggungjawab bahkan melibatkan anak anak dalam aksinya. Dia juga berharap hal serupa tidak merembet kedaerah lain dan mendukung aparat keamanan mengambil langkah tegas membasmi terorisme.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 22:24 WIB

Program pembangunan infrastruktur pemerintah harus terus didukung

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Elshinta.com - Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya melakukan tindakan cepat merespon aksi terorisme di Surabaya. Pihaknya meminta seluruh desa mengajak koordinasi seluruh RT dan RW mengantisipasi pelaku terror beraksi di Sukoharjo. Yakni dengan meningkatkan pengamanan swakarsa dilingkungan masing masing.

Wardoyo Wijaya mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah meminta RT pro aktif mendata warga, khususnya tamu yang datang ke lingkungan mereka. Anjuran melapor 1 x 24 jam melapor hendaknya dilaksanakan dengan tertib. Mengingat RT merupakan orang yang paling dekat dengan warganya tentu keseharian orang yang tinggal, datang maupun pergi terdata dengan jelas. “Minimal mereka akan mengenali dari identitas dari data tersebut,” kata dia.

Disampaikan Bupati, langkah antisipasi ini telah disampaikan kepada camat, kepala desa hingga RW dan ET di seluruh Sukoharjo. Termasuk rusunawa yang ada juga berpotensi disewa oleh orang luar Sukoharjo. Pengelola diminta lebih selektif menerima penyewa. Harus taat administrasi kependudukan dengan menyerahkan identitas harus jelas agar asal usulnya terlacak. “Jangan sampai kecolongan,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Deni Suryanti, Senin (14/5).

Terkait peristiwa teror di Surabaya, Wardoyo Wijaya mengutuk aksi terorisme yang menyasar gereja dan kantor polisi tersebut. Dia juga menyesalkan orang orang tidak bertanggungjawab bahkan melibatkan anak anak dalam aksinya. Dia juga berharap hal serupa tidak merembet kedaerah lain dan mendukung aparat keamanan mengambil langkah tegas membasmi terorisme.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com