Kamis, 18 Oktober 2018 | 00:23 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

Facebook temukan 200 aplikasi jahat yang mungkin salahgunakan data pengguna

Selasa, 15 Mei 2018 - 01:47 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
Leah Millis / Reuters
Leah Millis / Reuters

Elshinta.com 

Hasil awal dari audit aplikasi Facebook mulai terkuak satu persatu. Setelah memeriksa ribuan aplikasi untuk melihat apakah ada data pribadi yang disalahgunakan, Facebook telah menemukan 200 aplikasi jahat dan langsung menangguhkannya.

Nama-nama aplikasi yang melanggar itu belum dirilis. Facebook mengatakan bahwa ketika menemukan suatu aplikasi yang telah menyalahgunakan data Anda, mereka akan memberi tahu pengguna dengan cara yang sama, saat dimana mereka terpengaruh oleh pengumpulan data dari Cambridge Analytica.

"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menemukan semua aplikasi yang mungkin telah menyalahgunakan data-data para pengguna Facebook, dan itu akan memakan waktu," kata perwakilan perusahaan itu, seperti yang telah dilakukan oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg yang mengumumkan penyelidikan pada 21 Maret 2018 lalu.

Langkah Facebook berikutnya menjadi sangat penting di sini. Seberapa banyak kontroversi dari setiap pengambilan data yang disebabkan oleh aplikasi tersebut. (*)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com 

Hasil awal dari audit aplikasi Facebook mulai terkuak satu persatu. Setelah memeriksa ribuan aplikasi untuk melihat apakah ada data pribadi yang disalahgunakan, Facebook telah menemukan 200 aplikasi jahat dan langsung menangguhkannya.

Nama-nama aplikasi yang melanggar itu belum dirilis. Facebook mengatakan bahwa ketika menemukan suatu aplikasi yang telah menyalahgunakan data Anda, mereka akan memberi tahu pengguna dengan cara yang sama, saat dimana mereka terpengaruh oleh pengumpulan data dari Cambridge Analytica.

"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menemukan semua aplikasi yang mungkin telah menyalahgunakan data-data para pengguna Facebook, dan itu akan memakan waktu," kata perwakilan perusahaan itu, seperti yang telah dilakukan oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg yang mengumumkan penyelidikan pada 21 Maret 2018 lalu.

Langkah Facebook berikutnya menjadi sangat penting di sini. Seberapa banyak kontroversi dari setiap pengambilan data yang disebabkan oleh aplikasi tersebut. (*)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com