Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Sains

Misteri Menara Pisa akhirnya terungkap

Selasa, 15 Mei 2018 - 15:31 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2jZbWme
Sumber foto: https://bit.ly/2jZbWme

Elshinta.com 

Menara Pisa di Italia menjadi salah satu ikon dunia karena keunikannya tetap berdiri meski berada pada kemiringan lima derajat selama ratusan tahun. Yang membuat hal ini lebih luar biasa adalah kemampuannya bertahan meski telah mengalami setidaknya empat gempa bumi dahsyat sejak tahun 1280. Sekelompok ilmuwan akhirnya berhasil memecahkan anomali tersebut.

Peneliti dari Universty of Bristol yang dipimpin oleh Profesor George Mylonakis, bekerja sama dengan Profesor Camillio Nuti dari Roma Tre University berhasil memecahkan misteri teknil sipil ini. Seperti dilaporkan oleh Science Daily, Menara Pisa yang memiliki tinggi 58 meter dengan derajat kemiringan 5 derajat itu menghasilkan kemiringan yang lebarnya lima meter pada puncaknya. Sejumlah ilmuwan sejak dahulu memprediksi bahwa hanya diperlukan aktivitas gempa bumi minim untuk merobohkan menara itu. Namun nyatanya hingga sekarang masih berdiri kuat.

Ternyata kekokohan Menara Pisa disebabkan oleh gabungan variabel seismologis, geoteknis dan struktur bangunan itu sendiri. Khususnya, adalah fenomena yang disebut dynamic soil-structure interaction (DSSI) yang menyebabkan bertahannya posisi menara. Ketinggian dan ketegangan dari menara itu yang digabung dengan empuknya tanah di sekitarnya menyebabkan perubahan karakter getar pada bangunan. Begitu besar perubahannya, sehingga menara tidak beresonansi dengan adanya gempa bumi.

“Ironisnya, tanah empuk yang menyebabkan tidak stabilnya fondasi Menara Pisa sehingga miring justru membantunya mengatasi kejadian-kejadian gempa,” kata Mylonakis.

Rencananya, hasil penelitian ini akan diumumkan secara menyeluruh pada  16th European  Conference in Earthquake Engineering di Yunani pada bulan Juni 2018.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 15:06 WIB

Pemerintah belum bahas rencana pembelian Sukhoi

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com 

Menara Pisa di Italia menjadi salah satu ikon dunia karena keunikannya tetap berdiri meski berada pada kemiringan lima derajat selama ratusan tahun. Yang membuat hal ini lebih luar biasa adalah kemampuannya bertahan meski telah mengalami setidaknya empat gempa bumi dahsyat sejak tahun 1280. Sekelompok ilmuwan akhirnya berhasil memecahkan anomali tersebut.

Peneliti dari Universty of Bristol yang dipimpin oleh Profesor George Mylonakis, bekerja sama dengan Profesor Camillio Nuti dari Roma Tre University berhasil memecahkan misteri teknil sipil ini. Seperti dilaporkan oleh Science Daily, Menara Pisa yang memiliki tinggi 58 meter dengan derajat kemiringan 5 derajat itu menghasilkan kemiringan yang lebarnya lima meter pada puncaknya. Sejumlah ilmuwan sejak dahulu memprediksi bahwa hanya diperlukan aktivitas gempa bumi minim untuk merobohkan menara itu. Namun nyatanya hingga sekarang masih berdiri kuat.

Ternyata kekokohan Menara Pisa disebabkan oleh gabungan variabel seismologis, geoteknis dan struktur bangunan itu sendiri. Khususnya, adalah fenomena yang disebut dynamic soil-structure interaction (DSSI) yang menyebabkan bertahannya posisi menara. Ketinggian dan ketegangan dari menara itu yang digabung dengan empuknya tanah di sekitarnya menyebabkan perubahan karakter getar pada bangunan. Begitu besar perubahannya, sehingga menara tidak beresonansi dengan adanya gempa bumi.

“Ironisnya, tanah empuk yang menyebabkan tidak stabilnya fondasi Menara Pisa sehingga miring justru membantunya mengatasi kejadian-kejadian gempa,” kata Mylonakis.

Rencananya, hasil penelitian ini akan diumumkan secara menyeluruh pada  16th European  Conference in Earthquake Engineering di Yunani pada bulan Juni 2018.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com